Kado Terbaik
Setiap orang bicara tragedi kemanusian Palestina. Banyaknya korban membuat setiap orang merasa pilu dibuatnya. Namun hari ini berbeda dengan sosok pria satu ini. Mujiono sebut saja begitu.
Baca selengkapnya →Setiap orang bicara tragedi kemanusian Palestina. Banyaknya korban membuat setiap orang merasa pilu dibuatnya. Namun hari ini berbeda dengan sosok pria satu ini. Mujiono sebut saja begitu.
Baca selengkapnya →Memang, ucapan terima kasih -dalam bentuk apa pun- kadang mampu membuat seseorang lebih bersemangat. Sayang, kini sekadar terima kasih saja masih sulit dilontarkan sepenuh hati. Tak sedikit laki-laki yang alpa mengucapkan terima kasih kepada istrinya.
Baca selengkapnya →Seperti dikomando ratusan orang yang menyemut itu mengikuti yel-yel yang diteriakkannya. Dengan membawa berbagai poster, foto, selebaran dan bendera Palestina mereka bergerak perlahan menggugah dunia ini dan penduduknya untuk membantu Palestina menghentikan kebiadaban Israel.
Baca selengkapnya →Namun, siapa sangka pada saat hari kepulangan kami terjadi gempa bumi dan Tsunami. Oleh karenanya kami pun terpaksa kembali lagi ke Sabang karena kapal tak bisa merapat di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya pada hari itu.
Baca selengkapnya →Tak mampu lagi saya mengungkapkan segala rasa yang berkecamuk di hati tiap kali membaca perkembangan terbaru dari kondisi Palestina khususnya di Gaza.
Baca selengkapnya →Kubayangkan betapa besarnya penderitaan rakyat palestina saat ini, khususnya yang bermukim di Gaza. Hari-hari mereka dicekam oleh rasa ketakutan, dengan suara bom yang memekakkan telinga, menghancurkan tempat tinggal mereka, merobek tubuh-tubuh tak berdosa. Setiap saat mereka dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan
Baca selengkapnya →Tapi mengangkat senjata masih takut, mau pergi kesana tak ada biaya. Yang paling bisa kita lakukan saat ini adalah berdo’a, memberi bantuan dana kemanusian, menyerukan dukungan untuk Palestina, menyebarkan informasi tentang penderitaan Palestina, dan yang tak kalah pentingnya adalah ‘boikot’.
Baca selengkapnya →Saya lalu membayangkan laki-laki itu dengan berbagai selang menempel di tubuh dan pembalut kapas menutupi hidung dan mulutnya sedang berbicara lewat HP di sebuah rumah sakit di Singapura. Hanya untuk menelepon saya di Surabaya.
Baca selengkapnya →Bermodal komputer jinjing berukuran mini, saya memulai mencari "customer" yang tidak lain adalah famili sendiri. Karena masih tinggal bersama kakek, saya mengenalkan ilmu komputer kepada beliau.
Baca selengkapnya →Hingga saat ini, saya tak mengenal langsung si pemilik senyum seindah salju itu. Namun entah kenapa, tiap turun salju wajahnya selalu membayang. Hal ini mungkin dikarenakan saat pertamakali saya mengetahui keadaan dirinya berbarengan dengan pertamakalinya di tahun lalu salju kembali menyapa Berlin.
Baca selengkapnya →