Mimpi Bunda untuk Palestina
Mungkinkah aku sanggup menikmati wajah teduh mereka, dengan kelopak-kelopak mata yang terkatup. Bukan dalam nyenyak tidurnya, namun tertutup untuk selamanya? Karena bocah kecilku nan lucu, telah terenggut jiwanya oleh letupan peluru pada tubuhnya. Darah segar menyiram tubuh mungilnya, dengan beberapa bagian tubuh yang tak bisa lagi kubelai karena tercecer entah ke mana.
Baca selengkapnya →