eramuslim

Kategori: Oase Iman

Reaksi Seruan Boikot: Sebuah Cermin Keberagaman ?

Ada berbagai macam reaksi mewarnai seruan boikot yang sudah mulai meredup gaungnya; dari yang dengar dan langsung dilaksanakan (saat itu saja), dengar tapi apatis, dengar tapi pesimis akan efektifitasnya, dan dengar lalu berusaha untuk mengikuti seruan boikot tersebut sampai sekarang ataupun sebagian kecil kelompok yang telah menyadari arti sebuah boikot meskipun jauh sebelum seruan itu muncul beberapa bulan lalu. Tapi tidak sedikit juga yang merasa “terusik”

Baca selengkapnya →

Belajar Memaafkan dan Ikhlas dari Si Kecil

Ketika masa SMA dulu, saya sering mendengar perseteruan antara teman, yang mungkin sebenarnya dapat di selesaikan dengan baik, namun tahun sudah berlalu, rasa sakit itu masih di bina, sehingga ketika bertemu, bagai dua orang yang tidak pernah kenal satu sama lain.

Baca selengkapnya →

Optimis akan Jaminan Rezeki dari Allah

Ahmad adalah seorang bapak sederhana yang memiliki kehidupan pas-pasan. Profesi dan keahliannya adalah sebagai tukang/mandor dalam pekerjaan pembangunan/perbaikan rumah. Sudah beberapa bulan ini, Ahmad belum memiliki pekerjaan/proyek yang bisa dihandalkan.

Baca selengkapnya →

Demi Menjaga Mata dan Hati Kita

Rozi dikenal sebagai seorang aktifis. Ia baru menyempurnakan setengah agamanya beberapa waktu yang lalu. Istrinya adalah rekan kerjanya disebuah organisasi yang pernah ia geluti. Rozi termasuk salah seorang figur yang dikenal luas dikalangan mahasiswa. Walau selalu menjadi Top Leaders dibeberapa organisasi yang pernah ia terjuni, ia juga termasuk mahasiswa yang berprestasi dibangku kuliah.

Baca selengkapnya →

Pak Salman Pemimpin Impian

Pak Salman memang tak begitu peduli dengan pencalonan dirinya sebagai walikota, bahkan segala atribut dan spanduk, disiapkan dan dimodali oleh kader sebuah partai yang masih saudara dan masih tetangganya juga, dan tak disangka sangka, ternyata Pak Salman menang pilkada terpilih sebagai walikota yang juga tetap merangkap bekerja sebagai peternak ikan lele.

Baca selengkapnya →

Pijat Pijit Akhirnya Melejit

Dibanding wanita, pijat ternyata sangat digandrungi pria. Setidaknya, prosentase dapat dibuktikan dari sebuah surat kabar nasional yang melihat jumlah pelanggan laki-laki yang kian meningkat tiap tahunnya di sejumlah salon/message di Jakarta. Bisa jadi mungkin potensi kerja pria lebih berat, karena ia harus bertanggung jawab memberikan nafkah pada keluarga.

Baca selengkapnya →

Tantangan yang Sama Beratnya

Tantangan yang besar. Begitulah biasanya kami berpendapat tentang hidup sebagai muslim di Jepang.Bayangkan disekeliling kita adalah orang orang yang tak percaya Tuhan dan menuhankan pekerjaannya. Hampir disetiap dua bulannya perayaan berbau syirik mewarnai aktivitas sekolah-sekolahnya.

Baca selengkapnya →

Bajaj Tua di Antara Sedan Mewah

Penampilan pak supir bajaj yang sudah sepuh, membuat saya masygul. Usianya mungkin sudah hampir atau lebih dari 70 tahun. Perkiraan saya itu berdasarkan patokan ayahnya teman yang setua dia dan umurnya sudah 73 tahun.

Baca selengkapnya →

Surat untuk Bapak

Beliau adalah sosok yang keras nan humoris. Ia sering bercengkrama dengan ketiga cucunya yang masih lucu-lucu. Hampir setiap pagi anakku Sabila sering dijemur di bawah matahari pagi. Bercanda dengan ibu seperti sepasang kekasih yang baru saja mengucapkan janji sehidup semati.

Baca selengkapnya →

Menikah Dulu, Baru Pacaran

Harapan-harapan masa laluku kepadamu dan janji-janji kita dulu untuk mencapai pernikahan, ternyata hanyalah sebatas impian. Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk hamba-Nya. Biarlah itu semua menjadi kenangan dalam hidupku.

Baca selengkapnya →