eramuslim

Kategori: Oase Iman

Saat Mertuaku Belajar Islam

Setelah seminar pekan pertama, Oka San bertutur bahwa dia merasa lebih mudah memahami kenapa orang Islam harus sholat 5x sehari, makna ibadah haji, dan lain-lain. Yang membuatku sedikit was-was adalah kesan dia yang mendalam tentang daging babi. Beliau berkata dengan senyum yang menurutku penuh misteri & tidak seperti biasanya “Ternyata walaupun kamu makan daging babi tapi kamu tidak tahu, Kami Sama memaafkan kamu ya?”

Baca selengkapnya →

Wahai Akhi, Takutlah pada Allah!

Ketika saya tengah membuka email dan membaca berita, pandangan saya tanpa sengaja tertuju pada layar monitor pemuda tersebut, dan alangkah sangat terkejutnya saya dengan apa yang saya lihat. Si pemuda menonton adegan yang menurut saya sangat tidak layak untuk ditonton.

Baca selengkapnya →

Minum Air Danau UI Sampai Habis

Ketika itu Sang Majikan sedang mengerjakan hobinya, yaitu meminum Bir sampai mabuk bersama teman temannya, bahkan pernah kalah taruhan, bisa disebut taruhan orang gila, "barang siapa meminum bir paling sedikit maka dia Kalah dan harus meminum air Danau UI sampai habis". Majikannya saat itu Kalah.

Baca selengkapnya →

Masih Ada Jalan ke Surga

Di simpang jalanan itu, beberapa tahun yang lalu sering kali aku bertemu dengan beliau, saat-saat putih abu masih menempel di badan ini. Ketika pagi menjelang atau siang mulai merayap ke ujung senja. Di simpang jalanan itu, beberapa tahun yang lalu namun ternyata hingga kinipun belum berubah

Baca selengkapnya →

“Yokatta, Tak Ada Hari Coklat”

Di Jepang apa saja laku! Bazar mie goreng Indonesia alakadarnya saja laris manis. Sepertinya orang Jepang suka makanan dan budaya unik. Bagaimana dengan tanah air? Ternyata sama saja, mudah sekali men-copy paste budaya luar negeri untuk dikonsumsi, seperti hari valentine begini.

Baca selengkapnya →

Amplop Titipan Ustad

Peristiwa ini saya alami sekitar tiga tahun yang lalu. Hanya satu bulan setelah anak saya yang kedua lahir, saya menganggur—perusahaan memberhentikan semua karyawannya (termasuk saya) begitu saja, tanpa memberikan pesangon sepeserpun. Kehilangan pekerjaan, tidak punya tabungan sama sekali, dan dengan orang anak yang masih kecil, sesaat kehidupan kadang kala seperti ingin berhenti.

Baca selengkapnya →

Kala Jodoh Bukan di Tangan Murrobi

“Iya, sih murrobi mak comblang (baca: perantara) juga yang cukup dipertanggungjawabkan. Ya, baik soal jodoh kita nanti. Apakah baik, shaleh maupun sesuai dengan keingginan kita. Dan juga serta-merta tidak asal memilih (menjodohkan) kita, kok. Tapi kalo nanti terjadi perselisihan (perceraian) apa kita perlu minta pertanggungjawabkan sama murrobi juga nggak kan?

Baca selengkapnya →

Menghindari Perayaan Syirik di TK Jepang

Dalam permainan ini kacang kedelai matang dilemparkan ke arah oni ( setan ) agar bebas dari penyakit dan selalu sehat sepanjang tahun. Sambil melempar kacang, anak -anak harus meneriakkan mantera. Oni ( sebenarnya orang memakai kostum setan )yang terkena lemparan kacang akan kabur.

Baca selengkapnya →

Ketika Asa Berbuah Nyata

Di belahan bumi lain pada waktu yang berbeda, ada sepasang suami istri yang baru saja merajut indahnya pernikahan. Mereka berdua saling mencintai, seolah tak mau berpisah barang sedetik pun. Hari-hari dilalui bagai sepasang kekasih yang memadu cinta dengan kegembiraan, canda tawa, kemesraan, dan kehangatan.

Baca selengkapnya →

Lelaki dan Kesetiaan

Berapa banyak lelaki yang justru memiliki istri yang sehat walafiat tanpa kurang suatu apa pun tetapi tak jua mampu mengukuhkan kesetiannya pada sang istri? Dengan berbagai alasan dan pembenaran untuk bisa memalingkan cinta pada yang lain. Tetapi lelaki itu tidak!.

Baca selengkapnya →