eramuslim

Kategori: Oase Iman

Kisah Si Pekerja Keras

Betapa terpukau saya mendengar penuturan polos dari ibu ini. Di saat orang-orang menuntut kenaikan gaji, menuntut dapat insentif sana-sini, berlomba korupsi sana-sini, berlomba mencari kedudukan dengan segala cara, ibu ini telah mengajarkan suatu yang saat ini baru saya temui. Sebuah rasa SYUKUR. Mungkin waktu sekolah dulu saya telah diajari tentang bagaimana syukur itu

Baca selengkapnya →

“Sayangilah Mr. Homo”

Syahdan, dalam tim akuntan kami di kantor ‘samurai’dulu, ada yang homo alias suka sesama jenis. Dia sendiri yang jujur mengakui hal itu. Tapi, ia sungguh menyenangkan dalam pergaulan. Hangat, seru dan lucu deh! Tawa berderai, “Hua-ha-ha..” sering terlepas bebas. Banyolan darinya, bisa melemaskan urat kepala yang senut-senut di akhir Maret. Biasa tuh, kinerja kawan-kawan (juga saya) senang dirapel.

Baca selengkapnya →

Jilbab Putri Kecilku vs Ayahnya

Mendidik anak secara Islami dan istiqomah dimana saja bukanlah hal yang mudah. Setidaknya begitulah bagiku yang awam ini. Contohnya seperti aku berniat membiasakan putriku yang berumur 5 tahun memakai jilbab saat keluar rumah. Godaannya banyak sekali. melihat rambutnya yang lucu, ingin rasanya aku mengkepang-kepangnya dan memamerkannya pada semua orang di luar.

Baca selengkapnya →

Arti Sebuah Tanggung Jawab

Saya sangat terkesan saat berhadapan dengan petugas shiyakusho, yang notabene adalah pegawai pemerintah (PNS). Ketika itu, saya minta sertifikat kependudukan lima lembar untuk lima anggota keluarga saya. Petugasnya bilang "kenapa musti lima lembar? Ini kan bisa dijadikan satu saja".

Baca selengkapnya →

Idih, Jujur Banget, Sih!

Kenal Nyi Iteung? Perempuan dari dusun daerah Pasundan yang konon menikah dengan si Kabayan. Dilukiskan dalam cerita Nyi Iteung adalah sosok wanita sederhana yang lembut, geulis, dan polos. Kepolosannya itu sempat dijadikan judul dalam cerita si Kabayan, kalau ngga salah...Nyi Iteung si Gadis Jujur.

Baca selengkapnya →

ABG Yang Gamang

Pada jaman yang serba susah ini, anak-anak remaja banyak yang ingin berpenampilan “wah” seperti film sinetron yang mereka tonton setiap harinya. Bila orangtua tak mampu memenuhi “hasrat” mereka dalam berbusana, maka di khawatirkan mereka akan mencari jalan pintas. Misalnya : Mengencani laki-laki hidung belang! Gawat khan?!

Baca selengkapnya →

Menjadi Kekasih Allah

Jika kita sedikit ‘gerah’ dengan aksi orang yang berpura-pura menjadi pengemis, alihkan pandangan kita ke rumah-rumah yatim piatu. Atau menjenguk ke rumah sakit untuk melihat betapa banyaknya orang-orang sakit yang kebingungan membayar biaya perawatan. Sesungguhnya, di luar rumah sakit masih lebih banyak orang yang meregang nyawa tanpa pertolongan karena tidak memiliki biaya sedikitpun untuk pergi ke dokter atau rumah sakit.

Baca selengkapnya →

Mertua Ku adalah Orang tua Ku

Ketika seorang wanita menikah, maka tanggung jawab orang tuanya sudah terlepas, karena kini tanggung jawab itu beralih pada sang suami, dan kewajiban sebagai istri adalah memenuhi hak-hak si suami, demikian juga suami terhadap istri. Namun ada yang perlu kita ketahui, kita menikah bukan pada suami kita saja, melainkan pada semua keluarga besar dan juga kedua orang tuanya.

Baca selengkapnya →

Mendeteksi Sakit Iman

Diantara tanda-tanda sehatnya iman: pemiliknya selalu menjaga shalat 5 waktu dengan tepat waktu dan berjamaah, selalu berdzikir pada Allah siang dan malam, selalu membaca al-Qur`an dan mudah tersentuh dengan ayat-ayatnya sehingga meneteslah air mata, selalu ingat mati

Baca selengkapnya →

Menyusun Rencana Keluarga

Pagi tadi Uneyama Sensei memberikan tema bacaan yang cukup menarik. Kertas foto copy yang beliau bagikan bercerita tentang kebiasaan orang Jepang mengadakan acara spesial dalam keluarga inti mereka setiap tanggal 1 bulan Januari tiap tahunnya. Di dalam bacaan itu dikisahkan seluruh anggota keluarga berkumpul menyambut tahun baru bersama.

Baca selengkapnya →