eramuslim

Kategori: Oase Iman

Menangis Karena Takut pada Allah

Tanpa terasa, azan Isya berkumandang merdu. Membelah kota Kairo. Suaranya memanggil setiap jiwa untuk segera datang ke rumah Allah. Sebagian orang-orang yang telah datang ke mesjid berdiri mengerjakan sunnah qabliyah Isya, sebagian lain, masih larut melantunkan kalam-kalam Allah. Ahsan saya perhatikan tidak beranjak, ia seolah telah terbenam dalam samudera ayat-ayat sang Khaliq. Jiwanya seakan terikat akan keindahannya. Ia masih membaca al-Qur`an.

Baca selengkapnya →

Cerita Dari Seorang Ibu

Seorang wanita muda sedang mengandung anak kedua. Kehamilannya belum mencapai usia tujuh bulan. Suatu hari, wanita yang tengah hamil ini mencuci tiga stel pakaian ABRI milik suaminya dengan tangannya sendiri sambil duduk berjongkok. Keesokan harinya, rasa sakit yang sangat di bagian perutnya dialami sang ibu dan rasa sakit itu terus berlangsung selama tiga malam hingga akhirnya lahirlah seorang bayi perempuan dalam keadaan belum cukup bulan (pre-mature).

Baca selengkapnya →

Asih

Aku dan Asih sempat saling memberi kabar via SMS hingga akhirnya Sanlat terselenggara. Pada hari pertama Asih tidak hadir, begitu juga hari ke-2. Aku menanyakan kepada adiknya, ke mana Asih? Apakah sedang check-up. Aku lupa jawaban adiknya Asih. Seingatku Asih ke rumah sakit. Itu saja.

Baca selengkapnya →

Ramadhan...Kami Menjemputmu!

Agenda untuk memeriahkan bulan suci juga telah dibuat,meski acara berkumpul hanya seminggu sekali,kami berusaha memadatkan sedemikian rupa guna meraih keafdholannya.Cerdas cermat tentang syariah,tadarrus,diskusi agama,telah disusun rapi.Masih diselingi persiapan pemutaran seri ke dua film yang telah memberikan berkah bagi kami semua,sebuah bonus ibadah karena hasil yang akan kami tuai akan disebarkan kepada saudara saudara lain yang membutuhkan

Baca selengkapnya →

90 Langkah Menuju Mushola

Kecelakaan kerja beberapa tahun silam telah membuat indera penglihatan pak Didi tidak berfungsi lagi. Secara fisik, mata beliau tidak mengalami cacat, hanya saja keduanya kini sudah tidak bisa melihat sama sekali. Jika pak Didi selalu menempati tempat favoritnya di shaft pertama sebelah kiri, ini wajar sebab beliau selalu datang dari pintu sebelah kiri, kemudian menyusuri tembok dan akan berhenti ketika tangannya sudah menyentuh tembok depan.

Baca selengkapnya →

Mujahid Logistik Ramadhan

Dari tangannya yang terbatas, ia bisa menghidangkan karya besar. Menyiapkan makan sahur yang dilakoninya sejak jam setengah tiga pagi. Di sela-sela memasak, ia juga harus berbagi dengan menghibur si kecil yang rewel karena ini dan itu. Kadang ia adalah yang paling akhir menyuap hidangan sahur. Itupun masih harus sambil memangku si kecil yang belum hilang rewelnya.

Baca selengkapnya →

Kalau Jujur kan Enak

Dalam banyak hadis rasul banyak memperingatkan. Ada yang bilang, penjual yang melakukan tipu muslihat ketika menjual barangnya tidak termasuk golongan islam. Ada larangan tidak boleh menjual barang yang mengandung unsur penipuan. Kemudian dilarang menjual barang yang tidak bisa dimiliki.

Baca selengkapnya →

Puasa, Surga, dan Pengorbanan

Setiap orang beriman mendambakan keridhoan dan surga-Nya sebagaimana bunyi doa yang sering terlantunkan: “Allahumma inna nas-aluka ridhoka wal jannah wa na’udzubika min sakhotika wan naar”. Boleh jadi, yang patut menjadi renungan kita adalah adakah pantas kita mengharapkan surga sementara pengorbanan kita di dalam bulan Ramadhan begitu minim dan teramat sedikit.

Baca selengkapnya →

Nikmatnya Berbuka di Istana Ain Syams

Menikmati puasa Ramadhan di negeri orang memang terasa beda dengan di negeri sendiri. Serasa ada yang kurang lengkap. Ya, tidak bisa sahur dan berbuka bersama keluarga. Tapi, walau demikian kekurangan itu dapat terwakili dengan berbuka bersama teman-teman serumah dan dengan istri bagi yang telah menikah. Hidup di rantau memang butuh banyak pengorbanan, perjuangan serta kesabaran tangguh.

Baca selengkapnya →

Pengemis Tua Dan Zakat

Sang kakek terus berdiri sembari menggenggam sebuah kaleng dan disodorkannya ke depan. Dengan mudah bisa ditebak apa yang sedang dilakukan oleh sang kakek itu yang tiada lain sedang meminta-minta belas kasih dari orang-orang yang lalu lalang. Harapan sang kakek cukup sederhana yaitu mendapatkan sejumlah uang yang dimasukan ke dalam kaleng guna mencukupi kebutuhannya.

Baca selengkapnya →