eramuslim

Kategori: Oase Iman

Diberi Emas, Minta Berlian

Ada hal yang menggelitik ketika teman saya satu divisi 'ribut' masalah THR. Ia tidak mempermasalahkan jumlah THR yang didapatkan dari kantor, tapi mempermasalahkan kenapa ia tidak mendapatkan THR (bonus) dari atasannya, padahal temannya di divisi lain mendapatkan THR dari dua atasannya, yakni atasan langsung setingkat kepala divisi dan di atasnya lagi setingkat direktur

Baca selengkapnya →

Baca, bagi yang mau jadi Abbi dan Ummi

Yang menjadi main point pada analogi ini adalah bahwa anak perlu dijaga! Sebentar! dijaga di sini bukan berarti setiap hari kita musti pakai baju satpam, bawa pentungan, dan berdiri tegap dibelakang si anak (yang ada si anak malah jadi takut!). Maksud dijaga bukan pula hanya sekedar selalu diberikan penjagaan agar anak tidak pergi atau melakukan sesuatu sembarangan, tidak terjatuh, tidak terluka, tidak dijahati, dan lain-lain.

Baca selengkapnya →

Jangan Salah Pilih Kacamata

Dalam kehidupan di dunia ini, kita juga butuh kacamata, yang dengannya kita bisa membedakan antara yang benar dan salah, antara yang baik dan buruk, antara jalan yang berbahaya dan jalan yang selamat. Kacamata tersebut adalah Al-Qur`an dan sunnah Rasul. Seperti halnya kacamata yang punya dua lensa. Dengan memakai satu lensa, seseorang akan sulit untuk melihat dan beraktifitas dengan seimbang. Begitu juga dengan Al-Qur'an dan sunnah keduanya tidak bisa dipisahkan.

Baca selengkapnya →

Usah Kau Lara Sendiri, Ukhty

Kalau saya boleh memilih sebenarnya saya tak ingin pertemuan itu berlangsung pada saat itu. Menemui dirinya saat orang-orang sedang menunaikan ibadah shalat sunah di malam bulan Ramadhan. Menunaikan ibadah shalat tarawih plus witir. Jujur sebenarnya saya risih dengan pertemuan itu. Pertemuan antara seorang dua makhluk berlainan jenis di malam bulan suci.

Baca selengkapnya →

Rutinitas Dalam Kehidupan

Saat kita berkumpul dengan keluarga besar kita, di saat lebaran. Kadang kita terperangah, serasa tak percaya, karena rasanya baru beberapa tahun berlalu keponakan kita yang dulunya seorang gadis kecil, ternyata disaat pertemuan itu telah menjadi seorang ibu dari seorang anaknya. Maupun berita kematian orang-orang yang “dituakan: di kampung kita. Kita pun sering-kali serasa tak percaya, bahwa semuanya di luar perkiraan kita.

Baca selengkapnya →

Kepenatan 30 Tahun yang Terobati

Belum tuntas 10 hari kedua, beberapa warung makanan dengan penutup setengah badan sudah tak malu untuk mulai beraktifitas seperti semula. Mungkin karena kita bangsa majemuk hingga bagi yang beragama lain terutama yang dalam perjalanan membutuhkan tempat mencari makan. Sepuluh hari kedua di bulan Ramadhan sudah seperti hari-hari biasa.

Baca selengkapnya →

Izinkan Aku Masak Untuk Mereka

Namun, semua itu tak berlangsung lama. Baru sekitar tiga atau empat tahun aktif di sana, suamiku pindah kerja. Mau tidak mau aku harus ikut pindah. Berat sekali rasanya meninggalkan anak-anak asuh itu karena mereka sudah terlanjur dekat denganku. Tiga bulan setelah kepindahan suamiku baru aku bersedia untuk menyusulnya. Bagaimana nasib anak-anak yatim itu setelah kepergianku?

Baca selengkapnya →

Saling

Aku selalu mengatakan, ini rumah kita dan buat suasana senyaman mungkin. Ibarat satu keluarga, pasti gesekan bisa saja terjadi. Namun harus ada upaya dari semua penghuni rumah untuk bisa menanamkan rasa saling. Saling menghargai, saling menyayangi, saling menasehati, saling support, dan banyak saling yang bernilai positif. Agar ketika ke kantor, kita tidak merasa terbebani, justru merasa sebagai sebuah kebahagiaan.

Baca selengkapnya →

Beda Ibuku dan Ibunya

Sebagai seorang muslim, sebenarnya mencuri itu diharamkan. Tapi untuk urusan darurat masih dibolehkan, seumpama tetangganya yang kaya, tak pernah menyantuni mereka. Tapi hal yang mustahil bila kita masih sehat dan mampu berusaha, masih mengharapkan uluran bantuan orang-lain.

Baca selengkapnya →

Bersedekah Kepada Si Miskin, Berterima Kasih Kepada Si Kaya

Meski kehidupan keluarga Pak Darma sangat sederhana, tetapi keluarga ini dikenal masyarakat sekitar sebagai keluarga yang murah hati. Setiap ada tetangga yang memerlukan bantuan, selalu saja ada yang mereka berikan. Setiap ada kegiatan amal, mereka tak pernah ketinggalan. Intinya, sekecil apapun mereka akan berusaha membantu, berbagi dengan tetangga-tetangganya.

Baca selengkapnya →