eramuslim

Kategori: Oase Iman

Lee Si Pencari Kebenaran

Kehadirannya malam itu mengagetkan jamaah masjid Okayama. Lee begitu biasanya ia dipanggil, seorang wanita warga negara China yang merantau di negri sakura. Jarum jam menunjukkan angka dua belas saat ia mendatangi jamaah masjid yang sedang bertakbiran. Matanya sembab kemerahan. Nampak ia mengalami pergulatan bathin yang cukup dasyat malam itu.

Baca selengkapnya →

T H R

Tanpa baju baru dan pamer kemewahan, toh kita tak merasa malu dengan orang lain. Karena orang lain juga berbuat sama seperti kita. Jadi perbuatan kita lebih dikarenakan sikap dan perbuatan orang lain? Atau apakah karena Idul Fitri didahului dengan puasa sebulan penuh, suatu ibadah yangg mengekang nafsu dunia dan sifat-sifat tercela lainnya.

Baca selengkapnya →

Atas Nama Lebaran

Lebaran yang istimewa ini pula, membuatku banyak bertemu dengan tetanggaku disaat masa kecil. Banyak pula yang telah beranak-pinak, dan banyak pula orang yang seumuran ibuku telah meninggal dunia. Banyak wajah baru yang tidak saya kenal, karena lamanya kami tidak bersilaturahim pada mereka. Hingga ada beberapa keluarga yang telah kami singgahi, orangtuanya sudah berpulang.

Baca selengkapnya →

Pulanglah...

Kepulangan ke kampung halaman memang sebuah kenikmatan. Nikmat karena bila berada di dalam lingkaran keluarga yang telah membesarkan kita, maka perasaan tenang dan nyaman akan melingkupi kita. Oleh karena itulah di saat kita berada di kota yang berbeda, ataupun pulau yang berbeda dari kampung halaman kita, maka kerinduan itu akan selalu bernyanyi di relung hati kita

Baca selengkapnya →

Permulaan Untuk Sebuah Kebaikan

Semua yang terasa melelahkan dan membuat putus asa, hanyalah pada awalnya saja. Apapun, impian apapun yang ingin kita raih, seandainya sudah melewati tahap awal yang melelahkan itu, semuanya akan terasa ringan. Usaha keras yang kita lakukan saat melewati proses awal itu, ialah candu untuk sebuah hal yang dinamakan kebiasaan.

Baca selengkapnya →

Jangan Gulung Sajadahmu

Seperti kenyataan yang ada, setiap bulan ramadhan masjid-masjid begitu ramai. Orang tua, remaja, anak-anak begitu riuh. Tah hanya saat menjelang buka puasa tiba. Orang-orang juga begitu bersemangat dalam menjalankan ibadah sholat taraweh bersama, mendengarkan kultum dengan semangat. Bahkan, di pagi haripun mereka berbondong-bondong menunaikan shalat subuh bersama di masjid. Pandangan yang, subhanallah.

Baca selengkapnya →

Ramadhan Cinta di Bumi Sakura

Hari ini mungkin adalah 2 hari terakhir menjelang penghujung Ramadhan 1430 H. Tidak terasa, bulan Syawal pun menjelang. Tidak ada riuh malam ketupat di bumi Sakura, juga kerepotan yang kadang seperti tidak akhir di dapur menjelang malam Lebaran: untuk membuat 1 Syawal menjadi Lebaran yang sempurna. Semuanya berjalan seperti biasa.

Baca selengkapnya →
Kampung yang Kusanjung

Kampung yang Kusanjung

Kampungku yang malang. Dulu, kampungku sangat kusanjung. Anak-anak berlomba-lomba sekolah di madrasah. Sorenya mengaji. Taklim semarak dan rutin. Para pemuda akan malu kalau rambutnya gondrong. Apalagi pakai anting-anting di telinganya. Kini bukan pemandangan asing lagi. Bahkan rambutnya dicat warna-warni.

Baca selengkapnya →

Cahaya Redup di Lintas Utara

Sebagaimana layaknya anak usia 10 tahun. Cahaya sudah tidak sabar menunggu perjalanan itu. Pasti sebuah pengalaman yang seru, duduk di belakang ayah membonceng sepeda motor. Biarlah ibu tidur di dalam bis bersama adik. Di jalan, Cahaya ingin melihat semua. Biar nanti di sekolah banyak cerita. Bertemu kakek dan nenek tambah bahagia.

Baca selengkapnya →

Trauma Membawa Hikmah

Ah, kecelakaan itu berbuah manis. Aku bisa mengetahui siapa-siapa saja tetangga rumahku yang begitu sangat perhatian padaku dengan keikhlasannya. Aku bisa tahu, bahwa walau tidak memasak apapun, bisa setiap hari memakan menu sehat dari tetanggaku. Aku juga bisa merasakan kasih sayang yang besar dari famili yang datang sehari setelah kecelakaan itu dan semua memaksa aku untuk OPNAME.

Baca selengkapnya →