eramuslim

Kategori: Oase Iman

Kemana Rasa Syukur Mereka?

Kalau sekedar tidak selera, masih masih bisa ia maklumi. Ahmad sendiri sama sekali tidak berselera dengan masakan jengkol, meskipun banyak orang bilang kelezatannya sebanding dengan daging, paling tidak begitu pendapat mereka yang menyukai jenkol. Tapi ini bukan masalah selera, mereka benar-benar tak memandang sebelah matapun pada makanan itu.

Baca selengkapnya →

Bukan Sembarang Istri

Begitulah hidup penuh dengan pilihan. Setiap pilihan yang kita ambil menghadirkan konsekwensi yang harus kita hadapi. Hanya orang-orang bijak yang menentukan pilihan yang arif dan maslahat bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk orang disekitarnya. Dan saya bertemu dengan orang-orang bijak ini ketika merantau bersama suami ke negeri jiran.

Baca selengkapnya →

Miyabi dan ”Kekerasan” Akhlaakul Kariimah

Namun kenyataannya, orang yang berusaha teguh atas keyakinan dan masih menyimpan banyak energi rasa malu terhadap masalah ini, sering dianggap munafik dan sok suci. Dianggap munafik karena mereka dinilai menyalahi kodrat bahwa dirinya juga diam-diam menyukai segala hal yang berbau aktivitas porno dan keindahan tubuh telanjang wanita.

Baca selengkapnya →

Kucing dan Aib Kita

Menyimpan atau merahasiakan aib, apakah itu diri kita sendiri, keluarga, sanak famili, teman hingga orang lain, adalah perbuatan yang tidak gampang. Apalagi jika didasari rasa benci, dendam dan dengki. Ada pepatah yang mengatakan, jangan harap akan bertambah jika yang namanya uang atau keuntungan.

Baca selengkapnya →

Indahnya Ber-ukhuwah

Saya sudah cukup lama mengenal Fajri. Sejak 2 tahun yang lalu. Perkenalan yang tentunya banyak memberi kesan tersendri bagi saya, terutama dari segi menghafal al-Qur`an. Ia adalah seorang hafizh al-Qur`an. Dan suaranya tak kalah indah dengan para qurra` yang lain. Sehingga pada bulan ramadhan ia selalu diminta untuk jadi imam shalat tarawih.

Baca selengkapnya →

Tiadakah Maaf Bagiku?

Lelaki ini pula yang selalu berpesan agar sang kakak memilih jalan yang lembut dan perlahan untuk mengingatkan suaminya agar kembali menyadari kekhilafannya, menyudahi sikap kerasnya, menghilangkan ucapan-ucapan kasarnya, kembali seperti semula, seorang lelaki yang penuh kasih sayang dan perhatian kepada keluarga juga kepada kakak dan adik-adiknya

Baca selengkapnya →

Sebuah Ide Murahan

Namanya sebuah film, tentu saja pemainnya tidaklah hanya satu, ada banyak pemain film lainnya, termasuk adalah pemain dari Indonesia. Dan diantara pemain itu, kemungkinan ada pemain film yang ‘mengaku’ seorang muslim. Lalu kemanakah akhlak mereka selama ini? Atau mereka sendiri telah kehilangan akal sehatnya terkena virus yang dengan angkuhnya mengatakan ‘ini sebuah seni!’

Baca selengkapnya →

Belajar dari Sa'ad

Di mata Allah, manusia tetaplah khalifah meskipun menyandang berbagai perbedaan sebutan dan profesi. Kagungan status khalifah seseorang tidak lebih tinggi hanya karena kebetulan ia adalah direktur, sementara di sampingnya pegawai rendahan. Atau anjlok ke tanah hanya karena kebetulan miskin papa, sementara di sampingnya berkacak pinggang saudagar kaya. Tidak. Bukan itu.

Baca selengkapnya →

Miyabi dan Otak Nakal Lelaki

Entah apakah dalam hal ini kita patut bersuka atau malah (tambah) berduka. Belum habis airmata ini kering, menangisi Ranah Minang dilanda gempa dan sebagainya kini kita disuguhkan oleh berita yang sangat mengejutkan. Mungkin bagi mereka yang kontra tentang kedatangan gadis kelahiran Hokaido itu sangat menentang bahkan menolak kehadirannya di tanah air ini.

Baca selengkapnya →

Yang Penting Niatnya

Perkenalan saya dengan tetangga saya, orang Pakistan, terjadi di parkir depan flat. Saat itu, saya baru saja pulang dari tugas rutin, mengambil wadah kue, di kedai tempat saya menitipkan barang dagangan. Tiba-tiba, perempuan cantik dengan pakaian khas Pakistan, memanggil saya.

Baca selengkapnya →