eramuslim

Kategori: Oase Iman

Tantrum

Entah kapan mulainya sulung kami ini mulai bertantrum ria. Terasa oleh saya sih mulai adeknya lahir. Dan semenjak sulung mulai masuk TK. Tangisannya yang lumayan menjengkelkan tanpa jeda, ck bener-bener awet. Istiqamah banget sulung menangis sampai tercapai keinginannya. Hmmh, ego yang luar biasa.

Baca selengkapnya →

Memberi Bila...

Namun, seiring perkembangan zaman, rasa solidaritas dan sosialitas ikut tergerus. Yang memberi memang lebih banyak. Tapi, yang memberi dengan maksud tertentu atau berharap imbalan pun tak sedikit. Pejabat yang doyan menerima ketimbang memberi juga banyak, maksudnya menerima suap dan sejenisnya.

Baca selengkapnya →

Ber-Islam di Belanda

Dulu saya pernah mendengar istilah "Kita memang jarang menemukan orang Islam di eropa, tetapi kita akan banyak menemukan Islam di sana". Ternyata ungkapan itu memang benar. Di sini amat sangat menghargai waktu,hal yang juga diajarkan oleh Islam. Di sini amat sangat menjaga kebersihan, hal yang juga diajarkan oleh Islam.

Baca selengkapnya →

Senangnya Bepergian Bersamanya

Dimas memiliki hobi membaca dan rajin mengaji. Koleksi buku-buku Islaminya lumayan banyak, tak seperti diriku. Setiap hari, bada’ sholat Maghrib dia mengaji sampai waktu Isya tiba. Dia masih belajar mengaji, layaknya sepertiku padahal kutahu dia sudah berkali-kali khatam Al Quran. Setiap malam Rabu dia hampir tak pernah absen mengikuti pengajian di rumah Haji Nurdin.

Baca selengkapnya →

Buruh Asal Nepal Itu ...

Dari penampilannya, orang dapat dengan gampang sekali menebak taraf sosial-ekonomi mereka. Mulai dari wajah, cara bicara, sikap dan tingkah laku, hingga cara berpakaian. Orang-orang kebanyakan ini berangkat kerja pagi-pagi sekali, ketika para eksekutif masih tertidur lelap. Mereka adalah pekerja kasar.

Baca selengkapnya →

Sujud Azzahra

Sujud Azzahra memang jauh lebih dari sempurna, dan tengadah tangannya hanya gerakan reflek yang tanpa difahaminya, apalah artinya seorang bayi baru genap berumur 1 tahun, berdiripun belum sempurna apalagi berjalan, tapi semoga sujud Azzahra sujud yang tulus tanda kerendahan hamba terhadap Rabb-nya

Baca selengkapnya →

Belajar Mengatur Emosi dari Nyamuk

Saya semakin tertarik mengamati tingkah nyamuk-nyamuk itu. Kemudian mencoba strategi baru. Mengambil waktu agak lama saya mencoba menenangkan diri, mengatur emosi layaknya orang bermeditasi. Tak ada rasa marah, tak ada emosi, apalagi rasa kesal dan dendam untuk membunuh mahluk kecil itu.

Baca selengkapnya →

Teladan Hakiki Itu Bukan Aku!

Jadilah hari-hari berikutnya sebagai hari pembalasan bagiku, aku berbuat apa yang aku suka, tanpa terkukung dengan nama teladan itu, dan aku juga berdoa pada tuhan, ya Tuhan singkirkan nama teladan itu padaku, minggu berganti minggu kepercayaan teman kepadaku sebagai murid teladan sudah mulai pudar

Baca selengkapnya →

Nurani Fitri Seorang Bencong di Berlin

Kita sebenarnya bukannya tidak yakin dengan adanya perhitungan di akhirat atau siksa di neraka. Kita bahkan sangat mengerti. Hanya saja, seringnya kita diliputi rasa takut yang berlebihan jika kenikmatan dunia yang semu itu lepas dari tangan kita. Kenikmatan ini akhirnya membutakan mata hati, membuat lupa diri dan menyesatkan orientasi hidup kita.

Baca selengkapnya →

Ternyata, Tak Sesholihah Yang Kukira

Kupikir aku termasuk muslimah yang mampu menjaga niatan dalam hati. Tapi ternyata, aku bangga menjadi wanita populer yang sering menampakkan diri di depan umum. Aku memang bukan sedang mengikuti ajang puteri indonesia yang intinya pamer kecantikan dan kepintaran.

Baca selengkapnya →