eramuslim

Kategori: Oase Iman

Ketika Tuhan Diprotes, Dia Tetap Menyayangi HambaNya

Ya sering kali Tuhan menjadi "tertuduh " atas kegagalan manusia mencapai sesuatu yang di inginkan dan Tuhan seringkali diprotes oleh orang-orang mendapat musibah atau bencana, sekali lagi seakan-akan Tuhan salah dalam mengatur hidup ini. Tuhan tak pernah salah sedikitpun, kalau Tuhan salah, bukan Tuhan namanya

Baca selengkapnya →

Ketika Nasionalisme Dipertanyakan..

Teringat seorang teman berkomentar, "Yelvi, kalau sudah lulus dari Belanda jangan lupa pulang ke Indonesia ya, jangan sampai seperti kebanyakan orang pintar lainnya. Mentang-mentang sudah mendapatkan gelar tinggi di luar negeri, lupa dengan bangsanya. Jangan hanya karena kehormatan dan jabatan, kamu lupa siapa kamu sebenarnya."

Baca selengkapnya →

Doa Cinta Kita

Dengan luasnya maaf yang engkau tawarkan, aku mulai sadar. Bahwa menjadi seorang Khodijah, seorang Fathimah, Seorang Asyiah ataupun Aisyah, sangatlah tidak mudah. Terlalu mahal! Karena aku tak cukup memiliki lembar-lembar uang keiklasan untuk membelinya. Aku hanyalah perempuan yang sangat biasa dan tak memiliki keistimewaan apapun

Baca selengkapnya →
Benarkah Kita Sudah Hijrah?

Benarkah Kita Sudah Hijrah?

Benarkah kita sudah hijrah yang hakiki ? Mari kita lihat apa yang sudah kita lakukan ditahun lalu, apa yang sudah kita lakukan sekarang dan apa yang kita akan perjuangkan di tahun mendatang ? Apa yang kita sudah perjuangkan untuk Islam ? " Jangan ditanya, apa yang sudah Islam berikan pada kita, tapi apa yang sudah kita perbuat untuk kejayaan Islam?

Baca selengkapnya →

Belahan Jiwa

Sejenak aku dan gadis cilikku makan siang dan sholat dzuhur. Jalanan yang selalu macet memaksa kami untuk segera bergerak lebih cepat menuju kantor imigrasi untuk mengurus ulang visa tinggalku karena pasporku telah habis masa berlakunya. Tak lama setelah visa beres, aku kembali menuju ke kedutaan untuk bergabung dengan teman-temanku belajar bahasa Thai sampai sore hari.

Baca selengkapnya →

Air Mata Berharga...

 Mama… Masih kuingat rasa sakit yang kau derita sepulang engkau membantu Ibu Mut September 2000 silam yang berencana akan menggelar pernikahan anaknya.. namun dalam sakit itu engkau terlihat begitu tenang sampai akhirnya adik2mu membawamu ke rumah sakit bersamaku dan Ibaad..

Baca selengkapnya →

Ketika Cinta Tidak Perlu Diberi Nama

Merasa tidak diharapkan kehadirannya, wanita itu kemudian merapatkan bocah tertuanya untuk lebih dekat kepada tubuhnya, memeluk tubuh mungil itu dengan sebelah tangannya, sedang tangan yang satu ia pergunakan untuk menggendong bocah yan paling kecil. Tangannya kemudian membelai kepala anaknya yang tertua dan menciumnya penuh sayang.

Baca selengkapnya →

Menguji Cinta dan Keikhlasan

Saat itu, "Suami ideal" bagi saya adalah suami yang bisa berkomunikasi dengan baik, tegas, bisa menghargai saya, mencintai orang tua dan keluarga saya, mau bekerja sama dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak, bla bla bla... segala hal positif lainnya.

Baca selengkapnya →

Sebuah Doa Di Hari Ibu

Hari ini, kucoba mencoba evaluasi diri. Ternyata, aku belum bisa memberikan apa-apa buat beliau, ketika beliau sehat ,pun saat beliau sakit. Balasan perhatian ataupun material, ternyata aku belum bisa membalasnya sampai akhir usianya. Bahkan mungkin, ketika akupun sudah memberikan separuh hidupku untuk merawat beliau, mungkin itu pun belum sepadan dengan apa yang beliau berikan buatku.

Baca selengkapnya →

Mencari Sepotong Roti Di "Kulkas" Alam Rusia

Melihatnya saja kita sudah ngeri... apalagi melakukannya, itulah hidup. Dan para petugas kebersihan tetap saja menjalani hidupnya, " Mencari sepotong roti di kulkas alam " Nah masihkah kau mengeluh dengan pekerjaanmu ? Jika dibandingkan dengan mereka pekerjaan kita belum "apa-apa" Resiko yang mereka tanggung lebih berbahaya

Baca selengkapnya →