eramuslim

Kategori: Oase Iman

Duh Susahnya Beramar Ma'ruf Nahi Munkar

Temanku tentu saja kaget, setelah tahu pengirim sms adalah teman suaminya yang suka curhat. Untung dia bisa menguasai keadaan saat itu. Dengan tenang dia ceritakan pada anaknya, bahwa kadang memang sering terjadi orang yang salah mengirim sms. Dan kebetulan ke kirim ke nomer handphone ayahnya.

Baca selengkapnya →

TV oh TV

Baik orangtua maupun kerabat dan handai tolah memberiku wejangan, yang rata-rata ungkapannya seperti ini, ”Pembantu mana ada yang betah kalo di rumah nggak ada TV. Mereka kan bosan, seharian kerja nggak ada hiburan.”

Baca selengkapnya →

Saat Hidayah Datang Menyapa

Sama seperti Faisal Xavier, akupun tak tahu persis bagaimana mula ceritanya Bu D ini menjadi seorang mualaf. Yang pasti, saat hidayah datang menyapa, ia akan datang dengan cara dan jalannya sendiri. Tak dapat dicegah, juga tak mudah dipinta.

Baca selengkapnya →

Bolehkah Saya Shalat di Tempatmu?

“Can I pray at your place?” * Permintaan ini datang dari supir taksi yang aku tumpangi. Permintaan itu terucap ketika ia menolongku mengeluarkan barang-barang belanjaan dari bagasi mobilnya. Bapak supir taksi yang kemudian aku ketahui berasal dari Pakistan itu rupanya mengenaliku sebagai seorang Muslimah dari kerudung yang aku pakai.

Baca selengkapnya →

Menanti Pertemuan Kelima

Pasca ta'aruf baik saya maupun istri ketika itu diberi kesempatan untuk berulangkali merenung, menimbang hingga istikharah. Akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan ta'aruf ke jenjang pernikahan. "Saya harus segera menyelamatkan diri dari zina dan godaaan berzina" demikian azam ketika itu.

Baca selengkapnya →

Warisan Terbaik

Malam itu, ayah saya mengatakan bahwa beliau senang karena saya sudah lulus. ”Hanya ilmu yang bisa saya titipkan sama kamu, bukan uang atau harta lain,” ucap beliau ketika itu. Beliau yakin saya bisa berbuat lebih baik dengan ilmu. Bila terus digunakan, ilmu ibarat pedang.

Baca selengkapnya →

Mengapa Aku Fully Covered

Sebelumnya, suamiku sempat memberi tausiah(nasehat),..”Kita akan menginjakkan kaki kita di tanah-tanah yang dahulu pernah diinjak oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Kita akan berkunjung ke makam Rasulullah SAW. Alangkah malunya, jika beliau melihat kita tidak menutup diri secara kaffah.”

Baca selengkapnya →