eramuslim

Kategori: Oase Iman

Mengenang Isteriku Yunita

Isteri yang selalu mengingatkanku untuk sholat Dhuha setiap hari. Jika dia turut aku ke sholat Subuh di Masjid Baiturrahman, kami pulang menjelang matahari terbit. Karena menungguinya yang tengah menekuni bacaan Al Qur’an usai sholat. Mushaf Al Qur’an ukuran saku yang dibelinya di Madinah saat kami sekeluarga berhaji dua tahun yang lalu selalu berada di dalam tasnya.

Baca selengkapnya →

Berjalan Menuju Surga Dunia

Mereka semua sujud...!!!, puluhan, ratusan, ribuan bahkan hampir jutaan orang-orang itu bersujud..ke satu titik yang sama. Aku tidak kenal mereka semua, mereka semua berbeda. Hanya satu yang aku pikir menyamakan mereka, mereka takbiratul ihram, ruku, sujud di waktu yang bersamaan dan berbarengan.

Baca selengkapnya →

Satu Bulan Menuntut Ilmu Di Negeri Impian

Jujur saja inilah kali pertamanya saya pergi keluar negeri. Tentu saja saya tertakjub-takjub ketika sampai di Schippol International Airport. Bandaranya benar-benar besar, bersih, dan modern. Alhamdulillah Allah memudahkan kedatangan saya di Belanda. Saya dijemput oleh seorang saudari yang dulunya sama sekali tidak saya kenal,

Baca selengkapnya →

Siapa Bilang Hanya Dunia?

Saat kita tahu, dimana letaknya kekurangan diri, maka saat itulah sebenarnya hidayah Allah datang kepada kita. Kita ditantang untuk berusaha lebih keras, untuk memperbaiki kekurangan di mata kita pada diri kita, dan semua itu tentu tak akan bisa, bila kita tidak mempunyai landasan ilmu. Memang ilmu adalah sebuah keharusan membantu kita untuk menjalani hari-hari kita.

Baca selengkapnya →

Selamat Jalan Mujahid Kecilku

Hari itulah untuk pertama dan terakhir kali aku mendekapnya dalam pelukanku, menciumnya dan mengelus kepalanya. Pertama dan terakhir kali…. Itu pun setelah Yasir pergi. Dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, dengan jenazah Yasir dalam pelukanku, aku berkata pada suamiku, “namanya Muhammad Yasir, orang yang diberi banyak kelapangan oleh Allah”.

Baca selengkapnya →

Catatan ber-Islam di Jepang: Bersyukur Menjadi Muslimah

Temanku bilang di Jepang memang banyak orang stress dan akhirnya menjadi gila. Bahkan ada yang bilang bahwa angka bunuh diri Jepang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ketika kita berada di Jepang, hampir pasti kereta api akan datang tepat waktu sesuai jadwal kereta, keterlambatan kereta hampir bisa dipastikan karena ada orang bunuh diri dengan melompat ke rel kereta.

Baca selengkapnya →

Anda Menuai Apa Yang Anda Tanam

Setelah beberapa saat, sang pemilik perusahaan angkat bicara ; Saudara-saudara sekalian. Dimohon semuanya duduk ditempat masing-masing. Saudara Karim, silahkan sekarang Anda beridiri. Saya akan menyampaikan sesutau yang sangat penting seperti janji saya sebulan yang lalu.

Baca selengkapnya →

Anakku Sayang....

Memandang si kecil, ingatan saya kembali melayang-layang ke masa lalu. Hampir dua belas tahun pernikahan, saya menantikan kehadiran buah hati. Beberapa terapi dan pengobatan telah dijalani. Kadang melelahkan, menjemukan dan memilukan dengan beberapa kegagalan-kegagalan.

Baca selengkapnya →

Happy Family : Me vs My Husband

Lemari es di rumah rusak ? Komputer ngambek ? Pompa listrik macet ? Setrika nggak panas ? Atau apa aja deh... semua alat elektronika yang rusak di rumahku, pasti bisa dibetulkan oleh suamiku. Alhasil alat-alat elektronik kami awet digunakan, sama artinya dengan menghemat pengeluaran, kan...? Saking hematnya, bohlam lampu yang mati pun direparasi oleh suamiku.

Baca selengkapnya →

Isteri Cantik, Dambaan Para Lelaki

Apakah setiap laki – laki hanya menilai seorang wanita dari kecantikan fisik belaka, padahal kecantikan batin tentu jauh lebih penting dibandingkan dengan kecantikan yang sekedar fatamorgana. Dan saya pikir itu hanya berlaku bagi laki-laki, yang setipe dengan laki-laki yang saya jumpai di angkot itu Namun, ketika saya sedang ngobrol santai dengan teman saya, yang saya tahu pemahaman agamanya cukup bagus.

Baca selengkapnya →