eramuslim

Kategori: Oase Iman

Si Pemurah Hati Telah Pergi

Saking dekatnya, sampai aku kuliah di perguruan tinggi, meskipun Slamet harus merantau ke Bandung, aku tetap dianggapnya bagaikan anak sendiri. Tiap kali pulang kampung karena jatah uang habis, begitu aku silaturahmi ke rumahnya, Mbok Rosidi menyambutku dengan begitu gembira.

Baca selengkapnya →

Bayang-bayang

Pasti anda tidak asing dengan bayang-bayang. Karena hampir setiap saat melihat dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, karena terlampau seringnya, sehingga melihat ...

Baca selengkapnya →

Nikmat Berhijab

Tapi, bagiku sapaannya istimewa karena dia telah mengenaliku sebagai seorang muslimah dari hijab yang aku pakai. Sapaan "Sister“ telah mengakrabkan kami dalam Ukhuwah Islamiyah.

Baca selengkapnya →

Romantisme Jurnalis

Di zaman yang serbamahal dan labilnya situasi ekonomi seperti sekarang, masyarakat kita belum beranjak aspek dari kemiskinan dan pengangguran. Tak jarang, banyak orang yang putus asa, bahkan ada yang sampai bunuh diri karena tak tahan menanggung beban ekonomi. Yang ironis, gaya hidup hedonis dan konsumtif masih melekat di masyarakat.

Baca selengkapnya →

Kiranya Angin Sepoi Lebih Sering Datang

Seringkali kita beranggapan bahwa yang namanya ujian itu identik dengan hal-hal seperti ketika keluarga dilanda musibah, terserang penyakit, kekurangan harta atau dicekam rasa ketakutan dan kegelisahan. Disaat itulah kita mulai mendekat pada Tuhan, dan disaat itu pula kita jadi tambah rajin menjalin hubungan dengan Allah.

Baca selengkapnya →

Mereka adalah Manusia Biasa

Jika perempuan yang terlibat aksi bermesraan itu adalah perempuan yang mengenakan pakaian "ala kadar"-nya, barangkali saya tidak begitu memperdulikan. Tetapi yang saya lihat saat itu adalah perempuan-perempuan yang mengenakan jilbab.

Baca selengkapnya →

Jalinan Hati di Tanah Suci

Entah bila tepatnya kami pertama kali berjumpa, namun hari itu kami duduk berdampingan di Masjidil Haram, di antara dua waktu shalat di bulan haji. Saya tidak tahu persis sejak kapan dia mulai duduk disebelah saya karena saat itu saya sedang khusuk dengan Al Quran di tangan. Sekeliling saya agak sepi.

Baca selengkapnya →

Dia Rasulullah S.A.W. Insan Terpuji

Di sisi lain beliau juga tidak hanya rindu pada kita ummatnya, tapi sangat peduli. Coba saja kita ingat cerita pada akhir hidupnya ketika ajal menjelang, beliau amat mempedulikan ummatnya. Pada detik-detik terakhir ruh akan lepas dari raga, lisannya berucap "ummati...ummati...ummati".

Baca selengkapnya →