Si Pemurah Hati Telah Pergi
Saking dekatnya, sampai aku kuliah di perguruan tinggi, meskipun Slamet harus merantau ke Bandung, aku tetap dianggapnya bagaikan anak sendiri. Tiap kali pulang kampung karena jatah uang habis, begitu aku silaturahmi ke rumahnya, Mbok Rosidi menyambutku dengan begitu gembira.
Baca selengkapnya →