eramuslim

Kategori: Oase Iman

Sedekah Berpahala Rumah

Tiga bulan sejak menikah, saya bersama isteri tercinta sudah mulai menyicil membeli tanah sedikit demi sedikit yang akan kami bangun rumah di atasnya. Akhirnya setelah 4 tahun tanah tersebut lunas, Alhamdulillah Allah menganugerahkan kepada kami sebidang tanah seluas seratus meter persegi pinggiran kota Jakarta.

Baca selengkapnya →

Etika Terhadap Masjid

Ketenangan adalah hal yang penting agar bisa tercapai sholat yang khusyu’. Bisa dibayangkan jika kita berlari-lari memasuki Masjid. Jama’ah lain akan merasa terganggu mendengar derap lari kita. Di samping itu nafas kita akan memburu, sehingga sulit mencapai ketenangan dan konsentrasi dalam sholat.

Baca selengkapnya →

Anakku, di Mana Kamu?

Cuma seorang ibu yang membuat saya terkesan dan menulis ini. Ya, cuma gara-gara seorang ibu yang di akhir acara mengajukan sebuah pertanyaan yang mampu membuat saya tercenung.

Baca selengkapnya →

Berdoa Bersama Pengemis

Bapak itu serius dan teliti mengamati kondisi mobil, juga mengajukan beberapa pertanyaan sampai detail. Kami pun berharap, semoga beliau jatuh hati dan membeli dengan harga yang cocok.

Baca selengkapnya →

Kenangan Terbaik

Sebuah tanya mungkin muncul dari sebuah kata yang tersirat memoris ini. Segala sesuatu yang berlalu dari sebuah perjalanan bernama apa saja dalam rentang tempo dulu adalah disebut seabreg kenangan.

Baca selengkapnya →

Tak Sekadar Pesta Bakar Sate

Di beberapa sudut Kota Surabaya, jika Idul Adha atau Idul Kurban tiba, banyak warga yang berbondong-bondong antre di beberapa tempat tertentu untuk mendapatkan daging kurban. Tahun lalu, saya merekam beberapa kejadian pada hari raya yang mulia tersebut.

Baca selengkapnya →

Ibu, Engkaulah Pelabuhan Hatiku

Yah, Ibu, sosok manusia yang pertama kali menyapa ku ketika hadir di dunia. Sosok wanita, yang tak henti-hentinya berada di belakang saya, di saat saya butuh dukungan dan tempat bersandar. Beliau berada di depan, ketika saya butuh panduan dan bimbingan serta nasihat. .

Baca selengkapnya →

Mereka Menyerahkan Dirinya

Hari masih pagi, namun lelaki itu sudah sibuk menyiapkan dirinya. Ia sedang bersiap untuk melakukan perjalan jauh. Masih ada sisa gelisah di sudut hatinya. Tapi, kekuatan Iman telah menuntunnya untuk segera bergegas melakukan tugasnya.

Baca selengkapnya →