eramuslim

Kategori: Oase Iman

Renungan (tidak) Hanya Untuk Wanita

Teknologi komunikasi dan informasi memungkinkan kita untuk memperpendek jarak ruang dan waktu. Kita bisa mengetahui informasi terbaru dari belahan dunia manapun pada saat ini juga. Namun yang perlu diingat, belum tentu apa yang terjadi di balik sana adalah beul-betul terjadi. Boleh jadi ada konspirasi dalam pengelolaan dan pengolahan informasi.

Baca selengkapnya →

Belajar Pada Hati Yang Gelisah

Pagi itu saya belajar gelisah pada Pak Budi yang sederhana. Gelisah jika tertinggal mengerjakan sebuah kebaikan, padahal hanya berdiri dua rakaat saja. Tetapi jangan salah, yang dua rakaat itu Rasulullah saw. nyatakan timbangannya sungguh jauh lebih baik dibandingkan dunia seisinya.

Baca selengkapnya →

Satu Lelaki Di Hati

Kata apa yang layak terangkai ketika menceritakan tentangnya. Aku hanya ingin mengatakan bahwa satu lelaki dihati menjadi sesuatu yang sempat hilang tapi kini kembali. Kembali menenun cinta, kembali menenun sayang, kembali menenun rindu dan kembali menenun masa lalu. Dan aku tidak pernah kehilangan.

Baca selengkapnya →

Relakan Kepergiannya Bunda

Hidup dan mati memang hampir tidak ada sekat antara keduanya. Ia bisa jadi berhimpitan sangat dekat, sedekat urat leher dengan nadi dan denyutnya. Sering atau pernah kita melihat, mendengar bahkan berinteraksi dengan seseorang di pagi hari, namun di petangnya dia telah pergi membawa amal perbuatannya ke liang lahat

Baca selengkapnya →

Bertemu Manusia Langit

Setiap kali saya bertemu bang Alim membuat saya ingat pada Allah dan akhirat. Bang Alim adalah pecinta Allah. Setiap kali bertatap muka dengannya ia selalu berbicara tentang Allah, nikmat Allah, kasih sayang Allah pada makhluk-Nya, rahmat-Nya dan karunia-Nya.

Baca selengkapnya →

Kata-katanya Tidak Semanis Rupa nya

Waduh..sayang banget ya…sudah orangnya ramah, cantik tapi kok ngomongnya…….., Astagfirulloh……, Ah..mungkin Ibu tadi khilaf aja, dan mudah-mudahan si ibu kembali tersadar. Bahwa perkataan keras kepada anaknya apalagi sesuatu yang buruk akan terus teringat sampai dewasa kelak.

Baca selengkapnya →

Masih Tentang Perempuan Perkasaku

Duhai Ibu, kau tidak pernah mengeluh atas beban berat yang kau jalani sepanjang hidupmu, bahkan lebih dari itu, kau tidak rela anakmu menanggung beban yang sama beratnya, kau ingin menanggungkan pula, kau menangis untuknya.

Baca selengkapnya →

Lantaran Ilmu

Tahajud, Subuh berjamaah di shof terdepan, Dhuha 4 rakaat, Zuhur berjamaah di shof terdepan, Ashar berjamaah juga sampai Isya gak pernah ditinggalin. Terus heryawan patokin waktu infaq terbaik adalah setelah Dhuha, kalau lagi dirumah dia jalan kaki muterin komplek nyari tukang minta-minta untuk diberikan jatah infaq setiap harinya 2000,-.

Baca selengkapnya →

Gaji Seorang Ibu Rumah Tangga

“Kalau dihitung-hitung, berapa gaji kita sebagai ibu rumah tangga?” Seorang ibu berbicara dengan nada bersemangat. Membuat ibu-ibu lainnya tersenyum dan bahkan tertawa. Meriah sekali! Aku suka suasana ini.

Baca selengkapnya →