Nyatanya, Aku Belum Siap Menikah
Rasti masih belum siap untuk nikah. Disebutkanlah satu per satu yang menurut abang Rasti, Rasti belum siap untuk menikah sekarang. Sang Ummi hanya mengiyakan perkataan abang Rasti.
Baca selengkapnya →Rasti masih belum siap untuk nikah. Disebutkanlah satu per satu yang menurut abang Rasti, Rasti belum siap untuk menikah sekarang. Sang Ummi hanya mengiyakan perkataan abang Rasti.
Baca selengkapnya →Sungguh susah! Susah membuat garis batas yang jelas dan jernih antara keikhlasan karena Allah dan keuntungan dunia. Padahal keuntungan dunia seharusnya mengiringi bukan menjadi tujuan utama.
Baca selengkapnya →Kejadian memilukan seputar siswa yang bunuh diri gara-gara tak lulus unas seharusnya bisa membelalakkan mata pemerintah.
Baca selengkapnya →Dengan adik tidak akur, kepada kakak tidak hormat. Terhadap orang tua kurang ajar, sering membantah, sering membuat kesal hati mereka, apalah lagi mendoakan mereka, mungkin tidak pernah.
Baca selengkapnya →Para pujangga sepakat, cinta ada di hati. Kedahsyatan cinta melahirkan jutaan inspirasi. Ia tak nampak kasat mata, namun indikasinya sangat mempengaruhi pikiran, plus mengendalikan tindakan.
Baca selengkapnya →Kembali Riana mengeryitkan dahi. Tidak! Kalaupun ada, seribu banding satu. Lalu bagaimana mengatasinya? Dan bank adalah solusi utama.
Baca selengkapnya →Selanjutnya, lelaki gay ini mulai lebih berani dengan memperhadapkan istilah muslim-kafir. Pembelaan dirinya sebagi gay dicampuradukkan dengan kedudukan orang kafir, yang katanya para ulama lebih membenci kelompok homoseks ketimbang orang kafir.
Baca selengkapnya →Dalam ujian, pasti ada yang lulus dan tidak lulus. Dengan standar nilai kelulusan yang cukup ”mencekik” plus ketatnya pengawasan, tingginya angka ketidaklulusan merupakan keniscayaan.
Baca selengkapnya →Kucoba menenggelamkan diri dengan menjadi “mahasiswa” di universiatas kehidupan. Aku “kuliah” di pasar, terminal, pabrik-pabrik, tempat-tempat pelacuran, dan terahir aku sempat “ngangsu kawruh” di Malioboro
Baca selengkapnya →Yaa Rabb, aku teringat kembali dengan wanita-wanita yang belum menikah itu. Pastinya mereka juga memiliki keinginan untuk melahirkan anak-anak mereka didik menjadi generasi rabbani di masa depan.
Baca selengkapnya →