Pengaruh Keluarga

Peran keluarga memang unik. Ia bisa mengecil menjadi dinamika satu atau dua orang saja. Dan, bisa melebar mencakup banyak orang.

Anggora

Ketika perjalanan hidup memaksa seseorang untuk menapaki dunia nyata, kungkungan lingkungan di mana ia tumbuh, kerap menjadi hambatan besar untuk menelusuri proses pembelajaran.

Ngidam Masjid

Berkeluarga kadang seperti menyelami dunia ghaib. Ada, tapi tak terlihat. Terlihat, tapi tak tersentuh. Tersentuh, tapi tak terasa.

Taman

Hidup butuh keseimbangan. Ketika kepenatan dan berbagai perasaan tak nyaman menumpuk, orang butuh ketenangan. Itulah arah yang mereka kejar untuk mendapatkan keseimbangan baru dalam hidup.

Kawin Muda

Nikah memang punya banyak makna. Ia bisa berarti menegakkan sunnah Rasul. Bisa juga sebagai pemenuhan tuntutan fitrah.

Malam Pengantin

Sebuah pepatah lama mengatakan, ‘Malu bertanya sesat di jalan.’ Pepatah baru pun mengatakan lain, ‘Malu bertanya sesat di kamar.’ Benarkah? Kenyataan bisa mengatakan sebaliknya.

Atas

Kepemimpinan adalah keadaan di mana seseorang berada pada posisi atas dibandingkan bawahannya. Dari posisi atas itulah, ia bisa melihat ruang-ruang yang jauh lebih luas daripada orang yang berada di posisi bawah.

Keluarga Ustat

Ada gula ada semut. Ada yang menarik, selalu ada yang berminat. Tapi, berhati-hatilah buat sang semut. Karena mati semut bisa karena manisan.

Menata Cemburu

Cemburu dalam ruang-ruang keluarga kadang mirip seperti mecin dalam masakan. Tanpa mecin, masakan jadi hambar. Begitu pun sebaliknya.

Jalan Penikahan

Pernikahan tak ubahnya seperti sebuah wadah buat tumbuhnya benih cinta. Jika benih cocok dengan suasana wadah, tanaman pun tumbuh.