Eramuslim.com -Surat penghentian penyelidikan (SP-3) perkara chat mesum yang melibatkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab tidak serta merta membelokkan dukungan umat Islam pada petahana Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019.
Hal itu sebagaimana diutarakan Jurubicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin di Kawasan Menteng, Jakarta, Senin (18/6).
Menurut dia, kasus chat mesum rekayasa Habib Rizieq adalah kasus yang mengada-ada. Sebab, polisi tidak berhasil mengungkap siapa pelaku pengunggah chat yang viral sejak Mei 2017 lalu.
Dia justru menuding ada barter hukum dibalik SP-3 Habib Rizieq. Barter itu diberikan dengan SP-3 perkara pelecehan Islam dalam puisi berjudul Ibu Indonesia yang dibuat oleh putri proklamator Soekarno, Sukmawati.
“Ini baru terbaca ternyata setelah mereka dengan licik membarter kasus Habib Rizieq dengan kasus Sukmawati yang jelas fakta hukumnya ada,” jelasnya.
Walau begitu, Novel yakin Habib Rizieq belum bisa kembali ke tanah air, meski kasusnya sudah di SP-3 oleh aparat kepolisian.
“Belum bisa (pulang), karena masih ada tiga kasus lagi belum di SP-3,” demikian Novel. (kl/rakyatmerdeka)