2 Polisi jadi Tersangka Penembakan Laskar FPI, Pengacara Curiga: Apa Memang Mereka Pelakunya?

Kejanggalan berikutnya, lanjut Hariadi, adalah tidak disebutkannya inisial dari dua orang tersangka tersebut. Di samping itu, polisi juga tidak membeberkan soal institusi lain yang diduga terlibat, sebagaimana disampaikan oleh Komnas HAM beberapa waktu lalu.

“Inisialnya saja gak disebut. Dan kita gak tahu kesatuannya dari mana. Unit apa dan sebagainya. Padahal harusnya mudah sekali untuk mengetahui hal itu karena pelakunya dari mereka (Polri) sendiri. Terus soal institusi lain itu apa? Komnas HAM sendiri yang bilang ada institusi lain,” ucap Hariadi.

Lebih lanjut, Hariadi mengaku bahwa penetapan status tersangka terhadap dua terduga pelaku tersebut sama sekali tidak membuat pihak keluarga 6 anggota Laskar FPI menjadi lega.

“Ini agak tricky juga. Ini (penetapan tersangka) malah semakin terbuka bahwa ada dosa besar yang disembunyikan,” tukas pria yang akrab disapa Ombat ini.

Sebelum diberitakan, “arah angin” kasus ‘unlawful killing’ terhadap 6 anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 pada 7 Desember 2020 lalu, kini berbalik.

Semula, 6 anggota Laskar FPI sempat dijadikan tersangka oleh Polri, pada 3 Februari 2021, karena dianggap menyerang duluan. Penetapan itu lantas dicabut selang sehari kemudian.

Kini, 3 orang polisi yang menjadi terduga penembak mereka dinaikkan statusnya menjadi tersangka.

Hanya saja, satu orang di antara mereka, yakni Ipda Elwira Priyadi Zendrato, yang meninggal dunia pada 4 Januari 2021 karena kecelakaan tunggal, dihentikan penyidikan terhadapnya karena sudah meninggal dan status tersangkanya pun otomatis gugur.

Sehingga dengan demikian, yang jadi tersangka adalah dua orang. []