Manuver Gaddafi Berikutnya: Sabotase Minyak dan Sebar Kekerasan?


Bisa dibilang, selama delapan hari ini, hampir tidak ada informasi yang dapat dipercaya dari Tripoli, tetapi sumber yang dekat dengan rezim Gaddafi menceritakan situasi yang begitu mengerikan di Libya. Dan bisa jadi akan jadi jauh lebih buruk lagi.

Antara lain, Gaddafi telah memerintahkan dinas keamanan untuk memulai sabotase fasilitas minyak. Mereka akan mulai dengan meledakkan pipa saluran minyak yang mengalir ke pelabuhan Mediterania. Sabotase, menurut orang dalam, dimaksudkan sebagai sebagai pesan kepada rakyat Libya: aku atau kekacauan.

Dua minggu yang lalu, banyak yang percaya bahwa pergolakan Tunisia dan Mesir tidak akan pernah menyentuh Libya. Gaddafi,dilaporkan memiliki kunci yang ketat pada semua suku besar di Libya, yang juga telah membuatnya berkuasa selama 41 tahun terakhir. Dan hal itu ternyata salah.

Sekarang ini bisa dibilang bahwa Gaddafi sebenarnya telah putus asa dan ia hanya bisa mengandalkan kesetiaan sukunya, Qadhadhfa. Sedangkan di sektor tentara, ia hanya memiliki loyalitas sekitar 5.000 pasukan. Mereka adalah pasukan elitenya, yang semuanya dipilih sendiri. Diantaranya adalah sebuah unit dikomandoi oleh Khamis, putranya. Kekuatan total tentara Libya sendiri mencapai 45.000 orang.

Gaddafi dikabarkan telah memberitahu orang-orang di sekelilingnya bahwa ia tahu ia tidak dapat merebut Libya dengan pasukan yang ia miliki. Tapi apa yang dia bisa lakukan adalah membuat suku-suku di kalangan rakyat dan pejabat tentara menyesalkan ketidaksetiaan mereka. "Saya punya uang dan senjata untuk berjuang dalam waktu yang lama," kata Gaddafi. (sa/time)