Perang media pun terjadi atas pertempuran Qusayr antara Media media Syiah , Iran dan sebagian media media barat , berbeda dengan apa yang terjadi di lapangan yang diinformasikan oleh para Mujahidin Suriah.
Sebelumnya, Iran mengucapkan selamat kepada tentara Suriah dan Hizbullah Syiah pada hari Rabu , untuk kemenangan sementara mereka atas Pemberontak Suriah (Mujahidin Muslim) setelah merebut kota strategis Qusayr, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian.
Teheran mengucapkan selamat kemenangan tentara Suriah dan Hizbullah Syiah atas teroris ‘takfiri’, “kata Abdollahian, ia menggunakan istilah ‘takfiri’ untuk mujahidin Sunni yang mayoritasdi negara Suriah.
Iran adalah sebuah negara Syiah, dan sekutu dekat Assad, yang juga beragama Syiah sekte Alawit.
‘Pihak tertentu terus mengirim senjata dan mendukung tindakan teroris di Suriah, “tambah Abdollahian, mengatakan mereka’ bertanggung jawab atas pembantaian dan penghancuran di Suriah dan harus diadili atas kejahatan perang.”
“Mereka’ adalah kiasan untuk beberapa negara Arab dan Turki, yang mendukung gerakan gerakan anti-Assad.
Di sisi lainnya , Fakta lapangan tidak sesuai dengan apa yang diberitakan oleh koalisi Syiah – Hizbullah Lebanon dan Iran. Kota Qusayr masih dalam pertempuran yang sengit, tetapi seperti diberitakan pertempuran sudah memasuki kota, karena milisi Hizbullah sudah masuk ke dalam pertempuran di pusat kota (Arby/Dz)