Ustadz Menjawab

bersama Ust. H. Ahmad Sarwat, Lc.

Kirim Pertanyaan

Shalat Subuh VS Shalat Fajar: Sama Apa Beda?

Jumat, 11 Jul 08 05:23 WIB

Kirim teman

Assalamualaikum,

Pak ustadz yangsaya hormati, InsyaAllah selalu dirahmati Allah SWT.

Langsung saja, saya mohon penjelasan tentang shalat yang kita kerjakan pada waktu fajar. Sepengetahuan saya, kita di indonesia menggunakan kata shalat Subuh, niatnya pun ' Ushalli fardush subhi.......(mohon dikoreksi jika keliru). sedangkan di negara negaraArab atau literatur bahasa Inggris memakai kata ' shalat Fajr',

Apakah keduanya sama atau ada perbedaan, dan yang mana sebaiknya dipakai?(tentunya sangat berhubungan dengan niatyangbenar sebagai salah satu syarat sah shalat.)

Jadzakallah, syukran katsiran.

Alpino

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Benar apa yang anda katakan bahwa shalat fajar adalah shalat shubuh. Dan shalat shubuh adalah shalat fajar. Keduanya mengacu kepada satu shalat yang sama.

Indonesia VS Arab

Kita di Indonesia ini memang agaknya kurang lazim menggunakan istilah shalat fajar. Kalau pun istilah fajar kita pakai, biasanya untuk kegiatan yang lain, misalnya acara hikmah fajar di TV.

Atau kita juga mengenal istilah Kereta Fajar, untuk kereta api juruan Jakarta Jogja yang berangkat pagi hari. Dan kita juga mengenal istilah Serangan Fajar, kalau kita bertamu ke rumah orang yang susah ditemui. Sebelum sempat orang itu pergi ke mana-mana, pagi sekali kita sudah mencegatnya di pintu rumahnya.

Tapi kita jarang sekali menggunakan istilah shalat fajar. Dan mungkin banyak umat Islam di negeri ini yang akan berkerut dahinya 10 lipatan bila diajak untuk melakukan shalat fajar. "Wah, shalat apa lagi nih?", begitu komentar mereka.

Sedangkan di beberapa tempat lain seperti di timur tengah, istilah shalat fajar ini justru lebih populer dan banyak dipakai orang. Tidak ada dahi yang berkerut lipatan kalau mendengar isitlah ini di sana.

Namun demikian, tetap saja keduanya sama-sama bisa dipakai, baik shalat Fajar maupun shalat Shubuh. Sebab keduanya punya dalil yang sama-sama kuat.

Shalat Fajar

Di dalam Al-Quran, tegas Allah SWT menyebutkan keberadaan shalat fajar. Dan bahwa shalat fajar itu disaksikan oleh para malaikat.

أَقِمِ الصَّلاَةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) fajar. Sesungguhnya shalat fajar itu disaksikan (oleh malaikat). (QS. Al-Isra': 78)

Tegas sekali Allah SWT menyebut shalat fajar, yaitu shalat yang dilakukan pada saat fajar menjelang.

Para ulama fiqih menyebutkan bahwa fajar ada dua macam. Pertama, fajar kadzib dan kedua fajar shadiq.

Fajar kadzib adalah fajar yang `bohong` sesuai dengan namanya. Maksudnya, pada saat dini hari menjelang pagi, ada cahaya agak terang yang memanjang dan mengarah ke atas di tengah di langit. Bentuknya seperti ekor Sirhan (srigala), kemudian langit menjadi gelap kembali. Itulah fajar kazdib.

Sedangkan fajar yang kedua adalah fajar shadiq, yaitu fajar yang benar-benar fajar yang berupa cahaya putih agak terang yang menyebar di ufuk Timur yang muncul beberapa saat sebelum matahari terbit. Fajar ini menandakan masuknya waktu shubuh.

Jadi ada dua kali fajar sebelum matahari terbit. Fajar yang pertama disebut dengan fajar kazib dan fajar yang kedua disebut dengan fajar shadiq. Selang beberapa saat setelah fajar shadiq, barulah terbit matahari yang menandakan habisnya waktu shubuh. Maka waktu antara fajar shadiq dan terbitnya matahari itulah yang menjadi waktu untuk shalat shubuh.

Di dalam hadits disebutkan tentang kedua fajar ini:

"Fajar itu ada dua macam. Pertama, fajar yang mengharamkan makan dan menghalalkan shalat. Kedua, fajar yang mengharamkan shalat dan menghalalkan makan.." (HR Ibnu Khuzaemah dan Al-Hakim).

Batas akhir waktu shubuh adalah terbitnya matahari sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini.

Dari Abdullah bin Umar ra. bahwa Rasululah SAW bersabda, "Dan waktu shalat shubuh dari terbitnya fajar (shadiq) sampai sebelum terbitnya matahari." (HR Muslim)

Shalat Shubuh

Sedangkan istilah shalat shubuh diterangkan di Quran dan di hadits juga.

Dan demi waktu subuh apabila mulai terang.(QS. Al-Muddzatstsir: 34)

Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?" (QS. Huud: 81)

Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, (QS. At-Takwir: 18)

Di dalam hadits nabawi, Rasulullah SAW juga menyebut istilah waktu shubuh.

Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasululah SAW bersabda, "Siapa yang mendapatkan satu rakaat dari shalat shubuh sebelum terbit matahari, maka sesungguhnya dia telah mendapatkan shubuh". (HR Bukhari dan Muslim)

Lalu mana yang mau dipakai atau mana yang lebih utama?

Jawabnya tergantung niat kita. Kalau niatnya tidak ingin bikin masalah atau timbul pertanyaan yang aneh, gunakan saja istilah shalat shubuh. Semua orang paham dan jelas. Hindari penggunaan istilah yang sekiranya bikin orang memiringkan kepalanya tanpa tidak paham, atau bikin gatal kepala karena bingung.

Tapi kalau judulnya mau sok belagak biar kelihatan pinter, lalu menggunakan istilah yang orang tidak paham, silahkan saja sebut shalat fajar. Syukur setelah itu dijelaskan bahwa sebenarnya istilah shalat fajar tidak lain adalah shalat shubuh. Tinggal pilih, mau yang praktis atau mau yang agak njlimet tapi nyentrik. Terserah.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com