Hadits Jihad Kecil Ke Jihad Besar

assalamu'alaikum ustadz.

ana mau nanya,apa bener hadits yg menerangkan bahwa jihad berperang adalah jihad kecil,dan jihad melawan nafsu adalah jihad yg  lebih besar,apakah termasuk hadits yg shahih,apa tidak??

karena saya pernah baca artikel,wawancara seorang ustadz yg mengatakan hadits itu tidak shahih.

ana yg bodoh ini jd bingung.

mohon dengan sangat ustadz mau menjawabnya.

atau kl gak bisa di posting,tlg krm ke e-mail saya.

al jafary

Jawaban

Waalaikumussalam Wr Wb

Derajat Hadits Itu

Didalam sebuah hadits Rasulullah mengatakan bahwa “Kami telah kembali dari jihad yang paling kecil menuju jihad yang paling besar.”

Syeikh Al Albani didalam “as Silisilah adh Dha’ifah wa al Maudhu’ah” (5/478) mengatakan bahwa hadits itu adalah hadits munkar.

Al Hafizh al ‘Iraqi didalam “Takhrij al Ihyaa” (2/6) mengatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh al Baihaqi didalam ‘Az Zuhd” dari hadits Jabir dan dia mengatakan bahwa didalamnya terdapat kelemahan.

Al Hafizh Ibnu Hajar didalam “Takhrij al Kasyaf” (4/114 No. 33) : setelah menceritakan perkataan al Baihaqi mengatakan bahwa ia adalah riwayat dari Isa bin Ibrahim dari Yahya bin Ya’la dari Laits bin Abi Salim dan ketiganya termasuk orang-orang lemah. An Nasai juga mencantumkan hal ini didalam “al Kunna” dari perkataan Ibrahim bin Abi Ablah, salah seorang tabi’in dari penduduk Syam.

Al Albani juga mencantumkan pendapat as Suyuthi didalam “ad Durar” (hal 170) bahwa al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan didalam “Tasdid al Qous” bahwa hadits itu sering diucapkan dan ia adalah dari perkataan Ibrahim bin Abi Ablah di dalam kitab “al Kunna” miliki An Nasa’i.

Asy Syeikh Zakaria al Anshari dalam catatannya terhadap “Tafsir ath Thabari” (1/110) dari Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,”Hadits itu tidak memiki dasar” yang dikuatkan olehnya.

Didalam kesempatan yang lain (1/202) beliau mengatakan bahwa hadits itu diriwayatkan oleh al Baihaqi dan sanadnya lemah. Dan yang lainnya mengatakan,”hadits itu tidak ada sandarannya.”

Adapun perkataan al Khafaji didalam catatan pinggirnya terhadap al Baidhawi (3/316) mengatakan,”didalam sanadnya lemah….”

Hadits itu tidaklah lurus karena tampak lahiriyahnya baik, bagaimana mungkin padahal didalam sanadnya terdapat tiga orang yang lemah. Dan orang-orang yang berbicara tentang itu telah bersepakat dengan kelemahannya?! (As Silsilah adh Dha’ifah juz V hal 459)

Apakah Jihad Yang Paling Besar?

Adapun jihad yang paling besar adalah jihad melawan orang-orang kafir seperti yang dikatakan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah,”Adapun hadits yang diriwayatkan oleh sebagian orang bahwa beliau saw mengatakan saat peperangan tabuk,”Kami kembali dari jihad yang paling kecil menuju jihad yang paling besar” adalah tidak berdasar dan tidak seorang pun yang dikenal meriwayatkan itu dari perkataan maupun perbuatan Nabi saw.”

Syikhul Islam juga mengatakan bahwa jihad melawan orang-orang kafir adalah amal yang paling besar bahkan hal itu adalah yang paling afdhal (utama) yang dianjurkan kepada manusia, firman Allah swt :

لَا يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُولِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللَّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Artinya : “Tidaklah sama antara orang yang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (QS. An Nisaa : 95)

أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا يَسْتَوُونَ عِنْدَ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Artinya : “Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kamu samakan dengan orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah. Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (QS. At Taubah : 19)

Syeikhul Islam juga mencantumkan hadits didalam ash Shahihain yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud berkata,”Aku bertanya,’Wahai Rasulullah amal apakah yang paling utama di sisi Allah?’ Beliau saw menjawab,’shalat pada waktunya.’ Aku bertanya,’kemudian apa?’ beliau saw menjawab,berbuat baik kepada kedua orang tua.” Aku bertanya,’kemudian apa?’ beliau saw menjawab,’’berjihad di jalan Allah.”

Didalam Ash Shahihain juga disebutkan sabda Rasulullah saw saat ditanya tentang amal yang paling utama? Beliau saw menjawab,”Beriman kepada Allah dan berjihad dijalan-Nya.’ Beliau ditanya lagi,’kemudian apa.’ Beliau saw menjawab,’haji yang mabrur.” (Majmu al Fatawa, juz XI hal 198 – 199)

Wallahu A’lam

Rabu, 22/04/2009 12:34 WIB | email | print | share
 
 
Islamic Banking

Dengan Perbankan Syariah Transaksi Bisnis Dijamin Halal

Dengan adanya perbankkan syariah pertumbuhan ekonomi akan semakin terjamin dari kehalalnya. Karena produk-produk yang di tawarkan oleh perbankan syariah adalah sebuah produk yang mana berlandaskan dengan hukum-hukum syariah yang telah Allah berikan dan diolah sedemikian mungkin sehingga masyarakat luas menjadi tahu.

Adiwarman: Pertumbuhan Bank Syariah Akan Cepat pada 2010

Pengamat dan konsultan bisnis syariah terkemuka Indonesia, Adiwarman Karim, berani memproyeksi angka Rp101,1 triliun total aset perbankan syariah di 2010. Perhitungan itu hasil dari pertimbangan modal dan data historis pertumbuhan bank-bank syariah baru di 2010.

Kesejahteraan, Tujuan dari Perbankan Syariah

Ibarat rumah, perbankan syariah memiliki pondasi, pilar dan atap. Pondasi inilah yang menjadi dasar pembangunan bank syariah. Pembangunan pondasi harus kuat karena pondasi yang rapuh akan membuat bangunan perbankan syariah ikut rapuh.

Pendidikan dan Perbankan Syariah

Pendidikan, mencakup pengajaran, pembentukan moral, penelitian dan pengembangan, serta segala makna yang mungkin dikandung kata pendidikan, adalah isu yang sangat perlu diperhatikan di sektor perbankan syariah. Tidak bisa dipungkiri, teori dan praktek perbankan syariah saat ini banyak berangkat dari teori dan praktek perbankan konvensional.

Sekali Mendayung, Dua Manfaat di Dapat

Karena ingin mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan, akhirnya aku mendatangi bank-bank yang dekat dengan rumahku. Kebetulan di ruko dekat rumahku cukup lengkap banknya mulai dari yang konvensional sampai yang syariah.

 
 
 
 
 
Education Corner

Jika Terdesak Doraemon Baru Muncul

Bill menuai sukses di bisnisnya saat menjual program DOS kepada IBM. Ajaibnya saat Bill menawarkan program DOS ke IBM, BIll bersama rekannya, Paul dan Steve sama sekali belum memiliki program itu dan lebih gilanya lagi..

 
 
 
Dompet Peduli Kemanusiaan

Akirman: ACT di Sini Nomor One

KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.

 
 
 
 
Ustadz Menjawab
bersama Ustadz Sigit Pranowo, Lc. al-Hafidz
 
 

PELUANG

 
 
 
Eramuslim Digest Video Mobile Webmail Index Search
Registrasi Login