Awas! Ada Intel Zionis Yang Fasih Sholat dan Puasa (TAMAT)
Eramuslim.com - Meski sulit diidentifikasi, bukan berarti demonstran Palestina tak punya celah untuk curiga. Menurut Harzallah, jika massa aksi melempari batu ke barisan tentara Zionist Israel tapi tentara diam saja, maka ada kemungkinan ada anggota Mustaribin di tengah-tengah demonstran.
“Mereka para Zionist (tentara Israel) tak berbuat apa-apa. Menurut pengalamanku, massa aksi demonstran paham, bahwa jika tentara Zionist Israel tiba-tiba menghentikan tembakan gas air mata atau peluru karet, maka kemungkinan besar ada Mustaribin diantara mereka.”
Tiga orang agen mata-mata dari Unit Mustaribin dibantu seorang tentara zionist menangkap para demonstran Palestina Anti-Zionist Israel. Tampak salah-satu agen Mustaribin menendang pendemo walau ia sudah dipegang tangannya.
Kehadiran para Mustaribin di medan protes, membuat rakyat Palestina makin waspada. Salah satu cara untuk membedakan diri dari agen-agen Zionist Israel tersebut adalah dengan menyelipkan ujung bawah baju ke ikat pinggang. Jadi, jika ada yang tak melakukannya, ada kemungkinan ia adalah agen Mustaribin yang membawa pistol di pinggang.
“Mereka juga harus berhati-hati ketika sebuah kelompok kecil menyeret para demonstran lebih dekat ke posisi tentara Zionist Israel. Dan harus dipastikan ada kelompok khusus yang bertugas mengawasi para demonstran,” pungkas Harzallah.
Kekejaman Mustaribin terhadap warga sipil Palestina
Mustaribin bisa berlaku amat kejam. Pada November 2015 Middle East Eye melaporkan serbuan 20-30 Musta’ribeen ke sebuah rumah sakit di Hebron, 30 km dari Yerusalem. Mereka membunuh seorang pria Palestina yang diduga melakukan serangan penikaman kepada tentara Zionist Israel satu bulan sebelumnya. Korban bernama Abdallah Azzam Shalaldeh (27).
Bukti CCTV yang memperlihatkan beberapa “elite Israeli undercover unit” menculik seorang Palestinia di rumahsakit Hebron.
Mustaribin membunuh Abdallah Azzam Shalaldeh yang sedang dirawat sebagai pasien, dengan cara menyerang menggunakan dua mobil kecil menuju rumah sakit di Hebron, dan bisa masuk dengan cara salah satu dari mereka berpura-pura sedang hamil.
Saat para penyerang sudah masuk ke rumah sakit, kemudian para petugas rumah sakit ditodong senjata api oleh sebagian Mustaribin, sementara lainnya menyerbu masuk ke kamar Abdallah Azzam lalu membunuhnya.
Militer Zionist Israel mengklaim Shalaldeh tewas karena saat akan diamankan, ia malah melawan sehingga ditembak atas nama pertahanan diri para Mustaribin.
Versi yang berbeda disampaikan saksi di lokasi kejadian. Mereka bilang Shalaldeh sengaja dieksekusi memakai tembakan jarak dekat, lima kali, saat baru saja keluar dari toilet.
Jejak kekejaman lain, sebagaimana yang disaksikan Harzallah, terjadi pada demonstrasi pada 2015, atau yang disebut warga Palestina sebagai “Intifada pisau”.
Para Mustaribin menembak dua orang demonstran dari jarak dekat. Salah satunya di kepala, yang kemudian korban ditarik ke sisi jalanan. Harzallah melihat sedikit daging hasil tembakan di tanah. Ia pun mengira korban langsung meninggal.
Belakangan diketahui bahwa korban bernama Mohammad Ziyadeh. Usianya masih sangat muda, sebagaimana demonstran Palestina lainnya. Untungnya ia tak meninggal. Ia dioperasi oleh pihak rumah sakit, dan kini hidup dengan kondisi lumpuh sebagian.
Seorang anak wanita Palestina, Ahed Tamimi (kanan) sedang berdebat dengan tentara wanita Zionist Israel pada awal perampasan tanah di daerah Nabi Saleh. Ahed Tamimi adalah salah satu anak wanita yang paling berani dengan tentara Israel, dan menjadi simbol perjuangan bagi anak-anak di Palestina, akhirnya ia ditangkap dan hingga kini masih ditahan di penjara Zionist Israel. (Photo by Haim Schwarczenberg)
Unit Mustaribin pada masa kini lebih menargetkan kepada para anak-anak kecil dan remaja, terutama laki-laki. Mereka berusaha menangkap atau membunuhnya, karena bisa menjadi cikal-bakal pejuang Palestina, mirip zaman Firaun ketika ia takuit ada anak laki-laki yang akan menjadi pemimpin, maka Firaun membunuh setiap anak laki-laki kala itu.
Namun pada masa kini, anak wanita pun juga ditangkap Zionist Israel, melebihi Firaun yang membunuh anak-anak Yahudi dan Arab pada masa lalu. Sudah ribuan anak-anak Palestina baik laki atau perempuan, ditangkapi oleh Zionist Israel.
Bayangkan, ada sekitar 500-700 anak-anak Palestina ditangkap tentara Zionist Israel setiap bulannya.
Dari data yang mencengangkan itu, berarti ada sekitar 16 hingga 24 anak-anak dan remaja Palestina ditangkap setiap hari! Dan dari mereka yang tertangkap, 97% persen sudah tidak memiliki orang tua atau yatim-piatu, dan mereka tidak memiliki atau di dampingi pengacara ketika mereka diinterogasi.
Oleh karenanya, jangan heran jika banyak orang menjuluki tentara Zionist Israel adalah pembunuh anak-anak nomor satu di dunia. Dan dijuluki pula bahwa Zionist Israel merupakan satu-satunya daerah yang memiliki hak azazi manusia paling buruk di muka Bumi.
Dari data yang mencengangkan, ada sekitar 16 hingga 24 anak-anak dan remaja Palestina ditangkap setiap hari oleh Zionist Israel! Tentara Zionist Israel adalah satu-satunya tentara di planet Bumi yang menangkapi anak-anak kecil yang hanya melempar dengan batu, dan mereka menggunakan senjata laras panjang yang lengkap dengan seragam tentara seakan mereka berperang dengan tentara lain.
Ini jelas adalah “pemusnahan etnik” terhadap penduduk Palestina, alias ethnics cleansing dengan cara pembantaian massal atau genocide, mirip yang pernah dilakukan tentara Nazi, yang pernah membantai mereka, kaum Yahudi.
Dan juga masih pada masa kini, tentara Zionist Israel adalah satu-satunya tentara di planet Bumi yang menangkapi anak-anak kecil yang hanya melempar dengan batu, dan mereka menggunakan senjata laras panjang yang lengkap dengan seragam tentara, seakan mereka berperang dengan tentara lain.
Lihatlah gayanya di Youtube bagaimana mereka seakan nyata berperang dengan tentara lain, padahal tidak, hanya dengan batu. Gaya mereka yang over acting membuat banyak sekali youtubers komen dengan nada satir.
Namun aksi protes Palestina itu itu dibalas dengan sadis dan tak seimbang sama sekali, menggunakan senapan berpeluru tajam dan sniper, bahkan tank, hingga alat berat militer lainnya.
Ya, anak-anak dengan batu vs. tentara dengan senapan dan perangkat militer lainnya. Padahal mereka memprotes karena haknya, akibat wilayahnya yang secara internasional melalui resolusi PBB sudah dilindungi, akan dibuat perumahan bagi Zionist israel.
Fakta dari hal buruk tersebut, yaitu: Tentara Bersegaram + Berperalatan Militer Komplit vs. Anak-anak + Lemparan Batu, yang membuatnya sangat tak seimbang, menjadikan tentara Zionist Israel memilikli julukan paling memalukan lainnya, yaitu sebagai tentara yang paling pengecut sejagat. (editor: IndoCropCircles.com / sumber: tirto dan sumber-sumber lainnya)
(Sumber)



