Awas, Ada Intel Zionis Yang Fasih Sholat dan Puasa (Bag.1)
Eramuslim.com - Mustaribiin, atau dalam ejaan bahasa Inggris Musta’ribeen, atau dalam Bahasa Ibrani Mista’arvim , adalah “Unit Penyamaran” atau “undercover unit” Zionist Israel atau Undercover Israeli Security Agents yang diturunkan khusus di Palestina dan di negara-negara Arab lainnya.
Tidak banyak yang diketahui tentang agen-agen Zionist Israel ini karena mereka beroperasi secara rahasia. Mustaribin berasal dari Bahasa Arab “Musta’riib” (Mustariib), yang berarti orang yang ahli bahasa, agama dan budaya Arab.
Sedangkan dalam konteks keamanan Zionist Israel, Musta’ribeen adalah agen rahasia yang menyamar menjadi seorang berkebangsaan Arab untuk menjalankan misi khusus di tengah-tengah masyarakat Palestina atau negara Arab lainnya.
Berpakaian mirip demonstran Palestina, menyusup untuk menangkap para demonstran
Sebagai agen rahasia alias mata-mata, mereka sering berada ditengah-tengah para demonstran dan protester Palestina kepada Zionist Israel. Mereka berpakaian serupa demonstran Palestina, dan mereka juga melakukan shalat bahkan puasa.
Mereka juga menggunakan kafiyeh (kifayah) bermotif kotak-kotak, menggunakan balaklava (penutup muka) dan kadang berwarna hitam, yang menutupi hampir seluruh wajah. Mirip para pejuang initfada Palestina. Mereka juga fasih berbahasa Arab, bahkan turut menyanyikan yel-yel anti-Israel.
Kadang-kadang mereka juga melempar batu atau kayu ke arah tentara Zionist Israel, bahkan yang pertama melempar, atau memanas-manasi massa agar bergerak mendekati barikade.
Seorang agen mata-mata dari Unit Mustaribin (kiri), menggunakan penutup wajah dan ikat kepala bendera Palestina sedang menggenggam pistol setelah berhasil menangkap seorang protester Palestina anti-Zionist Israel (kanan).
Setelah demonstrasi memanas dan melihat siapa yang dirasa beraksi dominan, lalu secepat kilat, orang-orang ini menangkap salah satu demonstran atau lebih, mengamankannya hingga terguling ke tanah.
Pistol dikeluarkan dari balik baju mereka, kemudian ditembakkan beberapa kali ke udara, lalu ditodongkan moncong panas ke arah demonstran lain. Tak jarang mereka akhirnya juga menembaki para demonstran lain dengan peluru tajam.
Tentara Zionist Israel, yang menyaksikan seluruh kejadian, buru-buru datang untuk membantu mengamankan tangkapan. Kadang bisa dapat lebih dari satu. Demonstran lain membubarkan diri, kemudian lari tunggang-langgang sembari berteriak “Mustaribin! Awas ada Mustaribin!”
Mengutip laporan Linah Alsaafin untuk Al Jazeera, mereka hadir di tengah-tengah protes anti-Israel di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.
Misalnya, ada Mustaribin yang hadir di dalam protes yang digelar penduduk Kota Rammalah, Tepi Barat.
Protes pada 13 Desember 2017 lalu itu muncul usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai ibu kota Zionist Israel.
Gerombolan demonstran disusupi oleh beberapa Mustaribin yang menangkap tiga pemuda Palestina, demikian Alsaafin mengutip keterangan rekan jurnalisnya Rasha Harzallah, dari kantor berita Wafa.
Harzallah menambahkan para penyusup hanya berada di lokasi selama sekitar 10 menit. Pakaiannya mirip sekali dengan yang dikenakan orang-orang Palestina. Salah satu yang berdiri dekat Harzallah memakai kaos merah tua dan mukanya ditutupi kafiyeh. Si penyusup ini sebelumnya berdiri di garis depan bersama demonstran asli Palestina lain, juga turut melemparkan batu-batu ke arah tentara Zionist Israel.
“Mereka sekitar lima orang, dan menarik senjata lalu mulai menembakkannya ke udara. Tentara Zionist (Israel) tiba-tiba merangsek maju dalam jumlah besar, dan mereka mulai menembak dengan peluru tajam ke arah para demonstran, bahkan ke wartawan. Ia menodongkannya ke arahku dan seorang fotografer di sampingku memperingatkan untuk jangan maju lagi.”
Tentara Zionist Israel bergerak maju untuk membantu mengamankan tangkapan Unit Mustaribin.
Mustaribin pertama didirikan pada tahun 1942
Nachman Ben-Yehuda dalam bukunya Political Assassinations by Jews: A Rhetorical Device for Justice (2012), menjelaskan unit pertama Mustaribin didirikan pada tahun 1942 atau sebelum Zionist Israel dideklarasikan.
Kemudian Mustaribin unitnya menjadi bagian dari Palmach, akronim dari Plugot Maḥatz yang artinya Unit Tempur atau “strike forces”. Palmach adalah pasukan tempur elit bernama Haganah, yaitu organisasi paramiliter Yahudi di wilayah Palestina pada masa ketika masih menjadi wilayah mandat Britania Raya sejak 1920 hingga 1948.
Pada masa lalu Haganah berlatih dengan menggunakan senapan-senapan buatan Inggris. Unit Haganah aktif sebelum zionist terbentuk hingga mulai terbentuk, yaitu dari periode 1920 s/d 1948.
Haganah diketahui menjadi fondasi dasar dari Pasukan Pertahanan Israel (Israeli Defense Force / IDF) modern. Jadi cikal bakal Pasukan Pertahanan Zionist Israel atau Israeli Defence Forces (IDF)adalah dari Haganah.
Penamaan Haganah dari salah satu nama sebuah kapal laut pertama yang membawa para imigran Yahudi dari Eropa yang kabur dari Nazi Jerman, yang kebanyakan dari mereka adalah Yahudi Kazharian, kemudian ke Palestina yang disponsori Inggris.
Kala itu, mereka sudah berencana untuk membuat negara Zionist Israel di wilayah Timur Tengah, tepatnya di daerahj Palestina yang menguasai “kota suci bagi tiga agama” yaitu Yerusalem, sebagai batu loncatan untuk gerakan selanjutnya memporakporandakan wilayah Timur Tengah dengan adu domba dan peperangan agar terpecah-pecah menjadi semakin lemah.
Namun misi rahasia tersebut tak hanya berhenti disitu saja, karena ada langkah selanjutnya, yaitu mereka akan membuat dan mendirikan negara Zionist yang besar, yaitu The Greater Israel yang meliputi wilayah luas, dari Sungai Nil (Mesir) di barat, hingga Sungai Euphrates (Irak) di Timur.
Kapal laut Hagana, bertuliskan “Hagana Ship – Jewish State” ketika berada di pelabihan Haifa tahun 1947.
Unit Mustaribin, unit sangat rahasia dan anggotanya selalu berganti
Unit Mustaribin pertama aktif hingga tahun 1950. Tidak ada informasi yang mendetil terkait unit karena mereka selalu beroperasi dibawah tanah alias sangat rahasia.
Militer Zionist Israel juga akan membubarkan satu unit Mustaribin saat misi telah rampung ketika sosok-sosoknya mulai ketahuan oleh demonstran Palestina. Ketika dibentuk lagi, para anggotanya bisa jadi sama sekali baru atau minimal berubah formasi.
Ada dua unit Mustaribin yang paling tersohor, yaitu Samson Unit dan Duvdevan Unit. Samson Unit, atau biasa disebut Shimson, aktif sejak tahun 1986.
Anggotanya sekitar 250 orang dan ditempatkan di Jalur Gaza. Pada 1995 Shimson dibubarkan sebagai efek dari Perjanjian Oslo.
Sementara itu, yang kedua adalah Duvdevan Unit, nama lainnya adalah Unit 217, adalah pasukan operasi khusus elit dalam Pasukan Pertahanan Israel (IDF), bagian dari Brigade Komando yang didirikan oleh mantan Perdana Menteri Ehud Barak, dan aktif sejak 1986 hingga sekarang.
Salah satu wilayah tugas Duvdevan Unit di daerah Tepi Barat. Jadi ada kemungkinan para Mustaribinyang disaksikan Harzallah adalah anggota dari Unit 217. Duvdevan adalah satu-satunya unit IDF yang tidak punya misi perang, melainkan menjalankan misi-misi kecil dibanyak titik, khususnya di Tepi Barat.
Jadi Samson Unit (Shimson) dari jenis “mista’arvim” yang aktif antara 1986-1995 ditempatkan di daerah Jalur Gaza (menurut Zionist sudah dibubarkan), dan Duvdevan Unit (Unit 217) dari jenis “special operations” yang mulai aktif pada 1986 hingga sekarang, ditempatkan di daerah Tepi Barat.
“Yahudi Asli” mukanya tak begitu berbeda dengan suku Arab karena mereka dari ras yang sama yaitu ras Semit, itu sebabnya membuat Unit Mustaribin di Palestina sulit untuk diketahui. Zionist tak menurunkan Unit Mustaribin dari Yahudi palsu dari turunan Kazharian yang berpenampilan pirang alias bule, yang “membajak Yahudi asli” dan membuat ideologi Zionist mendirikan Israel. Karena Yahudi Khazarian adalah Yahudi palsu, maka akan membuat Unit Mustaribin di Palestina lebih mudah dibedakan secara fisik dan dapat diketahui oleh para demonstran.
Misi dan pelatihan Mustaribin, termasuk Shalat dan Puasa
Mustaribin mendapat pelatihan yang intens agar bisa berpikir dan bertindak layaknya warga Palestina. Misi utama mereka adalah untuk mengumpulkan data-data intelijen, menangkap warga Palestina, dan dengan demikian bagi pemerintah Zionist Israel, masuk dalam upaya kontra-terorisme.
Total waktu latihan Mustaribin 15 bulan, yaitu:
- 4 bulan: Pelatihan infanteri dasar di pangkalan militer Mitkan Adam – Pusat Pelatihan Khusus IDF.
- 2,5 bulan: Pelatihan infanteri lanjutan di pangkalan yang sama.
- 2 bulan: Pelatihan unit dasar dengan fokus navigasi perkotaan tingkat lanjut dan awal pelatihan anti-terorisme.
- 4 bulan: Belajar tradisi Arab, bahasa, cara berpikir, dan kamuflase seperti warga sipil (rambut, lensa kontak, pakaian, dan lainnya).
- 1 bulan: Pelatihan penembak jitu, mengemudi dan instruktur kemampuan teknis yang berbeda lainnya.
Di fase terakhir selama belajar tradisi Arab, mereka juga dituntut paham dan fasih menjalankan shalat, puasa, dan kebiasaan keagamaan Islam lainnya.
“Para agen harus fasih berbahasa Arab seakan-akan itu bahasa ibu mereka. Mereka menjalani kursus untuk menguasai dialek Palestina dan aksen Arab sesuai dengan wilayah operasi mereka, misalnya Yaman atau Tunisia,” jelas Pakar intelijen Zionist Israel Antoine Shalhat kepada Al Jazeera.
Mustaribin mendapat pelatihan yang intens agar bisa berpikir dan bertindak layaknya warga Palestina. Misi utama mereka adalah untuk mengumpulkan data-data intelijen, menangkap warga Palestina, dan dengan demikian bagi pemerintah Zionist Israel, masuk dalam upaya kontra-terorisme.
Demonstran Palestina masih dapat mendeteksi kehadiran Mustaribin
Meski dandanan penting, kadang anggota Mustaribin baru direkrut dari orang-orang yang memang punya kesamaan fisik seperti orang Arab. Mereka mesti menguasai kemampuan menempatkan diri dan bergerak di tengah-tengah demonstrasi yang digerakkan para demonstran asli Palestina. Dengan begitu, mereka akan memiliki momentum yang tepat untuk melancarkan penyergapan.
(BERSAMBUNG)



