eramuslim

Ziarahi Kuburanmu Di Merapi

Lagi-lagi soal kematian

Bukan

Bukan mengajak mati

Namun melihat kematian sebelum kematian sesungguhnya

Ada banyak cara dzikrul maut

Ada yang mengingat kematian dalam kesehariannya

Ada yang menggali kuburan di rumahnya sendiri ketika masih hidup

Ada yang sebelum tidur menghitung apa yang telah dibuat seharian

Ada yang menyendiri menjauhi duniawi

Ada yang "mati" sebelum kematian yang sesungguhnya

Ada yang sering berziarah kubur

Ada yang tetap berzikir ditengah pergaulan dengan sesamanya

Ada yang terus memutar tasbihnya dalam setiap keadaan

Ada yang jauh hari sudah membeli kain kafan

Ada yang sudah memesan tempat di pekuburan selagi hidup

Kematianmu

Akan kamu temukan kemanakan kamu melangkah

Dihadapanmu

Kematian sedang tersenyum manis dibalik jasadmu

Kuburanmu

Siap menyambutmu setiap saat

Malaikat maut

Sedang mengintipmu kemanapun kamu pergi

Izroil

Malaikat sang penyabut nyawa

Si raja tega yang tak pandang siapapun

Bayi dalam kandungan

Bayi usia lima tahun

Anak-anak anak yang belum tahu apa apa

Tua maupun muda

Pejabat atau rakyat

Bila waktunya tiba

Roh akan dicabut paksa dari jasad !

Izroil dengan tugasnya yang sangat berat

Mencabut satu demi satu roh manusia

Bahkan tidak jarang sekaligus dalam satu peristiwa

Ribuan

Bahkan ratusan ribu manusia tiba tiba melayang rohnya

Dicabut dengan paksa

Banjir bandang

Gunung meletus

Gempa bumi

Tanah longsor

Tsunami

Kebakaran

Jebolnya bendungan

Peperangan

Dan banyak cara lainya

Kematianmu akan segera tiba

Hanya soal waktu

Bisa lambat

Bisa cepat



Matilah sebelum mati yang sesungguhnya

Ziarahi kuburanmu sendiri sebelum diziarahi orang lain

Hitung amalanmu sendiri sebelum dihitung malaikat

Sholatilah jasadmu sebelum kamu disholati

Bungkus jasadmu sendiri sebelum dibungkus oleh orang lain

Iringi jenazahmu sendiri

Gotonglah jasadmu sendiri sebelum digotong orang lain

Kubur jasadmu sendiri

Tanyalah dirimu sendiri sebelum ditanya Munkar Nakir

Ziarahilah kuburanmu sendiri

Sebelum menziarahi siapapun

Kuburanmu berjalan bersamamu

Malaikat maut mengiringi pada setiap langkahmu

Azal hanya soal waktu

Bial tiba saatnya

Dimanapun

Kapanpun

Siapapun

Roh akan melayang segera

Tiba tiba

Kuburan tak usah kau pikirkan

Dia sudah melekat pada dirimu sendiri

Roh kembali kepadaNya

Jasadmu akan kembali ke asal kejadianya

Tanah

Ziarahi kuburanmu sendiri

Sedang diapakan jasadmu ketika dikubur

Apakah mampu menjawab pertanyaan dua malaikat

Apakah amalanmu mampu membebaskan dari siksa kubur

Apakah dosamu sudah diampuniNya

Atau justru setan sedang menari kegirangan

Karena sahabatnya telah datang



Ziarahi kuburanmu sendiri

Lihatlah di sana

Apakah jasadmu selamat dari siksa kubur

Apakah timbangan amalmu penuh kebaikan

Apakah jasadmu mampu melewati jembatan sirotul mustakim

Apakah jasadmu selamat dari jilatan api neraka

Atau justru sebaliknya

Dalam ziarah kuburmu sendiri

Kamu melihat jasadmu sedang mendapat siksa kubur

Jasadmu hanya membawa dosa dan kemaksiatan

Jasadmu terpeleset ketika berjembat di sirotol mustakim

Jasadmu sedang dijilat api neraka yang menyala nyala

Jasadmu sedang ditarik paksa oleh malaikat jabaniah

Dilemparkan ke neraka tanpa ampun

Teriakanmu tak mampu mencegah malaikat jabaniah untuk melemparkanmu ke neraka

Dan sang setan tertawa dengan sangat senang

Mendapat teman di neraka jahanam !

Ziarahi kuburanmu sendiri

Sebelum kamu diziarahi

Mungkin saja hari ini kamu sedang berziarah

Tiba-tiba

Lusanya banyak orang berziarah ke kuburanmu !

Bukan untuk membuat takut dan ngeri

Namun persiapan diri itu perlu

Maka berziarahlah ke kuburanmu sendiri

Sebelum kamu di ziarahi !