eramuslim

Si Kapir Yang Sombong!

Astagfirullah, ada yang bangga dengan kekapirannya dengan menyatakan dirinya kapir, jelas-jelas dia berkata: "Saya kapir!" Makanya saya langsung memulai tulisan ini dengan istigfar, mohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa. Ini orang kok sombong amat yakh, sudah kapir, sombong lagi! Seakan dia menantang dengan berkata: "Kalau saya kapir, kau mau apa?" Seakan dengan kekapirannya, dia sudah membenarkan dirinya sendiri dan melecehkan Allah SWT, yang jelas-jelas memberi peringatkan kepada orang-orang kapir agar bertobat dan mengesakanNya.

Repot memang kalau Iblis sudah masuk ke dalam hati manusia, Iblis yang sejak awal penciptaan Adam AS sudah mengikrarkan dirinya sendiri dengan kesombongan yang luar biasa, bahwa dirinya merasa lebih baik dari Adam, karena dia diciptakan dari api dan Adam di ciptakan dari tanah. Lagi pula logika dari mana bahwa api lebih baik dari tanah? Tapi dengan jelas Iblis tetap bersikeras bahwa dia merasa lebih baiak dari Adam, makanya ketika diperintahkan Allah SWT untuk sujud kepada Adam AS, iblis tidak mau, membatantah atau menolak, padahal yang menyuruh adalah Tuhan! Itulah Iblis sang makhluk yang sombong, ternyata banyak pengikutnya juga, siapa? Ya yang ada di awal tulisan ini, yang mengatakan dirinya sendiri kapir!

Nah untuk sang kapir yang terang-terangan mengatakan kekapirannya dan buat yang merasa sombong, baik yang sombong terang-terangan atau yang sombong tersembunyi, sombong yang ada di dalam hati yang tak dikatakan lewat lidah atau lewat tulisan, yang sombong karena merasa lebih dari orang lain, merasa lebih karena kekayaannya, jabatannnya, pangkat atau kedudukannya, kegantengan atau kecantikannya, karena keturunanya atau ketrampilan teknologinya dan sebagainya. Juga yang sombong karena tidak mau menerima kebenaran! Sebagaimana sabda utusanNya: "Orang sombong adalah orang yang merasa lebih dari orang lain/mengecilkan orang lain/menganggap rendah orang lain dan tak mau menerima kebenaran" Coba renungkan bait-bait berikut ini:

Lebih Kecil dari Setitik Debu

Jika bumi di bandingkan luas alam semesta

Bumi hanya setitik debu saja

Bahkan mungkin lebih kecil lagi dari setitik debu

Jika dalam setitik debu yang teramat kecil ada enam milyar manusia

Kamu ada di dalam milyaran manusia itu

Bandingkan berapa kecil kamu

Betapa tak setitipun noktahpun yang menandakan keberadaanmu

Di dalam dunia yang nyata ini

Kecil tak terhingga

Jika dibandingkan keberadaanmu di alam semesta yang tek terhingga luasnya

Lebih kecil dari yang teramat kecil

Lebih kecil dari yang terkecil sekalipun

Lebih kecil dari debu yang teramat kecil

Akhirnya kau lenyap dalam kekecilan itu

Apa yang mau kau sombongkan

Kau yang teramat kecil

Berhadapan dengan Dia Yang Maha Besar

Yang kebesaranNya sukar dilukiskan

Yang kebesaranNya di luar logika manusia

Untuk itulah kau diperintahkan sujud kepadaNya

Sujud dari makhluk yang teramat kecil

Di hadapan Dia Yang Maha Besar

Suatu kewajaran yang sempurna

Bila tidak

Itulah kesombongan yang hakiki

Yang tak mau merendahkan diri pada Dia Yang Maha Agung


Yang tak mau sujud kepadaNya

lupa bahwa dirinya lebih kecil dari setitik debu di alam semesta

Nyaris tak berwujud di alam semesta yang amat luas ini

Nyaris dirinya tak ada

Nyaris dirinya lenyap

Nyaris dirinya tertiup angin di kegelapan jagat raya

Tembuslah jagat rayamu

Kau akan mengerti

Mengapa Nabi yang suci kembali ke Bumi

Saat perjalanan malam

Saat Isro Mi'roj

Saat perintah sholat di dapatkan

Dengan menembus jagat rayamu

Akan nampak Kebesaran, Kekuasaan dan KeagunganNya

Dan Kau akan tersungkur sujud di hadapanNya

Bila tak terjadi

Mohon padaNya

Agar mengganti hatimu yang sekeras batu itu

Dengan hati yang penuh hidayahNya.


Setelah membaca dan merenungkan bait-bait tersebut, di hati kecil masih ada kesombongan juga, mari segera istigfar, mohon ampun kepada Allah SWT. Saya berharap si kapir yang sombong dengan kekapirannya dapat membaca tulisan ini, jika dia tetap pada kekapirannya, ya silahkan saja, itu haknya, lagi pula: "Tak ada paksaan dalam agama (Islam)" Allah SWT telah memberikan kehendak bebas untuk beriman kepadaNya atau kapir kepadaNya.

Seluruh manusia kapir kepada Allah SWT, Allah tidak rugi ! Dan sebaliknya seluruh manusia beriman kepada Allah SWT, Allah-pun tidak untung ! Akibat dari keimanan dan kekapiran manusia ditanggung manusia itu sendiri, karean Allah SWT telah mengutus para rosulNya dan menurunkan Kitab suciNya, di tambah lagi dengan memberikan akal kepada manusia. Jika dengan tiga seperangkat kelengkapan, rosul, kitab suci dan akal, manusia masih juga kapir, tak mau beriman kepadaNya, apa lagi sombong dengan kekapiran, ya jangan salahkan Allah SWT bila Dia mengazab si kapir tadi di akherat!

Dalam firmanNya, orang kapir termasuk orang-orang yang merugi di akherat nanti, mengapa? Karena apa yng mereka sangka telah berbuat baik, di hadapanNya tak punya nilai apa-apa, seperti orang melihat fatamorgana di padang pasir yang tandus, disangka ada air dalam pengelihatannya, ternyata tak ada setetes airpun di sana! Itulah gambaran orang-orang yang tau mau beriman kepada Allah SWT dan tidak mau beriman kepada utusaNya yang terakhir yaitu junjungan nabi besar Muhammad SAW.

Gimana kalau yang kapir tetap dengan kekapiran? Ya monggo aja, silahkan aja, tapi akibatnya ya tanggung sendiri. Gimana bila yang kapir tetap dengan kesombongannya? Ya monggo aja, silahkan aja, namun saya berlepas diri dari kekapiran dan kesombongannya, dan tolong saksikan bahwa saya telah menyampaikan apa yang saya bisa dan yang saya ketahui, bila benar itu datang dari Allah SWT, bila salah itu datang dari diri saya sendiri dan saya mohon ampun kepadaNya.