eramuslim

Rumah-Nya Unik, Bisa Jauh Bisa Dekat.

Dia yang tak memerlukan tempat tinggal

Dia yang tidak memerlukan tempat bernaung

Dia yang tidak memerlukan apapun

Dia satu-satunya yang tidak pernah tinggal di rumahNya

RumahNya bukan untukNya

Dia tidak memerlukan rumah apapun!

Dan jika ada, tak ada rumah yang dapat menampungNya

Semuanya adalah makhluk, kecuali Dia.

RumahNya bukan untukNya

Tapi untuk ummatNya

Di rumahNya setiap tahun dalam bulan haji jutaan hambaNya

Datang memenuhi panggilanNya

Untuk menyembahNya, namun Dia tak butuh persembahan hambaNya

Dia tak membutuhkan apapun!

Masjidil haram adalah rumah pertamaNya yang dibangun di Bumi

Guna penyatuan arah saat menghadapNya dimanapun manusia berada

Namun bukan Dia ada di sana!

Dia Satu, tapi ada di mana-mana

Dia Esa, tapi meliputi seluruh penciptaanNya

Dia tak dapat dibatasi oleh apa dan siapapun

Dialah satu-satunya pemilik rumah yang tak pernah tinggal di rumahNya sendiri!

RumahNya unik, bisa jauh bisa dekat

Tergantung pada dekatnya hati para hambaNya

Mari kita lihat ke sejarah

Orang-orang kapir di sekitar Mekkah jelas dekat dengan Masjidil Haram

Namun Mereka tak menyembahNya di rumahNya bahkan mengingkari keberadaanNya.

Namun hamba-hambaNya yang beriman yang jauh ribuan kilo meter dari Mekkah

Bahkan jauh dipelosok pedalaman yang tak terjangkau

Tunduk patuh dan sujud kepadaNya

Padahal jauh dari rumahNya, tapi dekat denganNya.

RumahNya unik, bisa jauh bisa dekat

Dialah sang pemilik rumah yang tak membutuhkan rumahNya

RumahNya bukan untukNya

Tapi untuk hamba-hambaNya yang bersujud kepadaNya

Dia yang tak bisa di batasi oleh rumahNya sendiri

RumahNya tak mampu menampungNya

Hanya hati orang yang beriman yang dapat menampungNya

Ajaib!

RumahNya sendiri tak dapat menampungNya

Namun hati orang yang beriman yang tulus ikhlas kepadaNya dapat menampungNya

Ajaib!

Benar-benar di luar logika kemanusiaan

Benar-benar ajaib!

Betapapun Masjdil Haram di luaskan agar dapat menampung jutaan jamaah haji

Tak akan dapat menampung Dia

Seluas apapun rumah yang didirikan untukNya

Dia tak akan tertampung

Karena memang Dia tak bisa di batasi oleh apapun, Apa lagi oleh benda-benda matrial!

Dan seandainya seluruh alam semesta

Di bangun dan dijadikan masjid untukNya sebagai rumahNya

Tetap Dia tak bisa di tampung dan tak dapat memenuhi diriNya yang Maha Mutlak!

Allahu Akbar!

RumahNya unik, bisa jauh bisa dekat

Di era globalisasi yang melipat dunia akhir-akhir ini

Berkat internet, handphone dan tehnologi lainnya

Manusia dalam hitungan detik bisa berkunjung kemanapun di dunia!

Namun itu semua

Sudah tertinggal jauh oleh Islam sejak empat belas abad lalu

Jauh dekatnya manusia ternyata bukan karena jarak dan waktu

Karena jarak dan waktu itu sangat relatif

Dan menuju rumahNya tidak memerlukan jarak dan waktu.

Dalam hitungan yang tak terhingga

Kau dapat berjumpa denganNya

Karena Dia lebih dekat dari urat nadimu sendiri

Menuju rumahNya kau tak perlu berjalan

Tak perlu kendaraan apapun

Karena rumahNya ada di hatimu jika kamu beriman kepadaNya!

Jadi kemanapun kamu melangkah

Dia sudah bersamamu

Kemanapun kamu melihat

Dia sudah di hadapanmu

Kemanapun kamu bergerak

Dia sudah ada di hatimu

Kemanapun arah kau tujukan.

Ada Dia

ke balakang

ke depan

ke samping

ke kiri

ke kanan

ke atas

ke bawah

ke segala arah

ke sagala sudut

ke segala tempat

ke segala ruang

ke segala waktu

Ada Dia di sana

Ada Dia di sini

Ada Dia dimana-mana!

Dia selalu ada di rumahNya

Rumah yang tak pernah didiamiNya

Rumah yang tak pernah ditempatiNya.

Rumahnya memang unik, bisa jauh bisa dekat

Tergantung keimananmu kepadaNya

Bila kamu tak beriman kepadaNya

RumahNya menjadi sangat jauh tak terhingga dan tak terjangkau

Namun sebaliknya bila iman di dadamu begitu kuat kepadaNya

Maka rumahNya begitu dekat dan melekat hingga tak terpisahkan

Oleh jarak dan waktu

Bahkan tidak ada yang bisa membatasi kedekatan rumahNya padamu saat itu.

Dia selalu ada di rumahNya

Dan rumahNya ada bersamamu

Dalam setiap sujudmu !