Depan > Suara Kita > Pemuda & Mahasiswa > Komentar
Komentar : Sumber Daya yang Terlupakan
apakah ada yg akan menuliskan opini nya tentang membuat SDM Indonesia yg sebagian --katanya --malas menjadi tidak malas?Hilda Purnamasari — Rabu, 19/11/2008 14:42 WIB
Saya setuju dengan Bang Ikbal, cuma sayang di Indonesia kebanyakan SDMnya malas2. Sudah dapet kerja, maunya makan gaji buta. Milih ngamen di jalan, ditawarin kerja ga mau.MN — Rabu, 19/11/2008 10:24 WIB
Saya khawatir dengan adanya sistem Zakat, justru malah menjadikan orang malas. Coba saja Perda/SGUB Jakarta tentang larangan memberikan sedekah kepada pengemis benar-benar diimplementasikan, saya yakin mereka yang pemalas itu kembali ke rumah-rumah mereka di desa dan bajak sawah-sawah mereka yg puluhan hektar itu.
yup... betul.. SDM di kita ini sangat berpotensi, namun sayangnya tidak dipelihara dan tidak diperdulikan.. yang kita perlukan adalah pola berpikir kita untuk menjadi "creative and inovative"Rizki — Selasa, 18/11/2008 21:01 WIB
hhhmmmm..... saya setuju buat Bang Iqbal yang ganteng trus punya Brain, tulisannya betul2 kritis, strategis dan Narsis fotonya.....hehehhe! Bravo buat Bang Iqbal.Andra — Selasa, 18/11/2008 17:34 WIB
saya setuju dengan artikel anda, indonesia memang negara kaya dengan berbagai SDM yang tangguh. tinggal bagaimana pemerintah, masyarakat dan pribadi menyikapinya dengan planing yang matang dan rasa percaya diri yang kuat untuk bisa menjadi yang lebih baik lagi karena Alloh tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya sendiri.kholy — Selasa, 18/11/2008 09:49 WIB
Betul SDM adalah kunci. Kebetulan saya tinggal di Singapura. Negeri kecil "Singasari" ini minim sekali SDA. Kalo dibilang letak strategis, Batam, Aceh dan Johor juga. Tapi toh jika menginjak ke negeri ini seperti sangat lain dari negeri sekelilingnya.Pakfa — Selasa, 18/11/2008 09:44 WIB
Menyenggol orang saja harus bilang "sorry", mukul orang langsung urusan polisi dan bayar islah 15-20 ribu dollar. Apalagi urusan nyawa, wah kayaknya benar2 dibayar nyawa deh disini.
Kalo di negara kita, petinggi dan perwira banyak yang main bogem, babat nyawa orang gampang aja. Yang masih sekolah juga sudah diajarin jadi manusia mafia kerdil. Gimana mau maju Bang...
Wassalam,
Kirim Komentar
Komentar yang akan dimuat yang santun, argumentatif, dan tidak memancing permusuhan


