Resensi Buku : Ensiklopedi Adab Islam, Tunjukkan Begitu Pentingnya Adab bagi Generasi Salafus Shaleh
Habib al-Jalab rahimahullah berkata:
(Siyar A’laamin Nubalaa’, VII/397)
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:
“Barangsiapa yang ingin Allah membukakan hatinya atau meneranginya, hendaklah ia ber-khalwat (menyendiri), sedikit makan, meninggalkan pergaulan dengan orang-orang bodoh, dan membenci ahli ilmu yang tidak memiliki inshaf (sikap obyektif) dan adab.”Ibnu Sirin rahimahullah berkata:(Muqaddimah al-Majmuu’ Syarah Muhadzdzab, I/31)
“Para salaf mempelajari adab sebagaimana mereka mempelajari ilmu.”(Tadzkiratus Saami’ wal Mutakallim, hlm. 2)Al-Hasan rahimahullah berkata:
“Sesungguhnya seorang laki-laki keluar untuk menuntut ilmu adab baginya selama dua tahun, kemudian dua tahun.”Habib bin Asy-Syahid rahimahullah berkata kepada anaknya:(Ibid)
“Wahai, anakku, pergaulilah para fuqaha’ dan ulama; belajarlah dan ambillah adab dari mereka. Sesungguhnya hal itu lebih aku sukai daripada banyak hadits.”Seorang salaf berkata kepada anaknya:(Ibid)
“Wahai, anakku, engkau mempelajari satu bab tentang adab lebih aku sukai daripada engkau mempelajari tujuh puluh bab dari ilmu.”Abu Bakar al-Mithwa’i rahimahullah berkata:(Ibid, hlm. 3)
“Aku bolak-balik kepada Abu ‘Abdillah (yakni Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah) selama sepuluh tahun. Beliau membacakan kitab al-Musnad kepada anak-anaknya. Aku tidak menulis satu pun hadits darinya. Aku hanya melihat kepada adab dan akhlak beliau.”Adz-Dzahabi rahimahullah menyebutkan:(Siyar A’laamin Nubalaa’, XI/316).
“Bahwasanya majelis Imam Ahmad bin Hanbal diadiri oleh lima ribu orang. Lima ratus di antaranya mencatat, sedangkan selebihnya mengambil manfaat dari perilaku, akhlak, dan adab beliau.”Ibnul Mubarak rahimahullah juga berkata:(Ibid).
“Aku mempelajari adab selama tiga puluh tahun dan aku mempelajari ilmu selama dua puluh tahun. Adalah para salaf mempelajari adab, kemudian mempelajari ilmu.”Al-Qarafi rahimahullah berkata dalam kitabnya, al-Faruq, ketika menjelaskan kedudukan adab: “Ketahuilah bahwasanya sedikit adab lebih baik daripada banyak amal. Oleh karena itulah, Ruwaiyim -seorang alim yang shalih- berkata kepada anaknya:
“Wahai, anakku, jadikanlah amalmu ibarat garam dan adabmu ibarat tepung. Yakni, perbanyaklah adab hingga perbandingan banyaknya seperti perbandingan tepung dan garam – dalam suatu adonan. Banyak adab dengan sedikit amal shalih lebih baik daripada banyak amal dengan sedikit adab.”(Al-Faruq, IV/272)
Begitulah para slafus shaleh memahami adab dalam Islam, ingin lebih mendalami, silahkan miliki buku ini...
Judul Buku : Ensiklopedi Adab islam jilid 1 dan 2
Karya : Syeikh Abdul Azis bin Fathi as Syahid Nada
Penerbit : Pustaka Imam Asy Syafi'i
Harga : Rp 240,000 ( belum termasuk ongkos kirim)
Untuk pemesanan hubungi atau sms/email dengan dituliskan nama, alamat dan jumlah pemesanan ke: 085811922988 email : marketing@eramuslim.com