eramuslim

Konsumsi Makanan Haram Dapat Halangi Doa, Ini Penjelasannya

Eramuslim - PENTING bagi seorang Muslim memilih produk yang terjamin kehalalannya. Sebab Allah SWT mewajibkan umat Islam supaya memakai dan mengonsumsi sesuatu yang halal, dan melarang yang haram.

Dai kondang Indonesia Ustadz Febri Sugianto mengatakan, jika seseorang memakai atau mengonsumsi dari sesuatu yang tidak halal atau haram, maka doanya akan terhalang.

"Karena dari sesuatu yang haram itu akan menghambat doa kita. Dan itu harus dijaga," katanya saat ditemui di Rumah Maroko, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019).

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah,"

Oleh karenanya, kata Ustadz Febri, memilih sesuatu yang bermanfaat dan halal itu sangat penting. Ini karena Allah pun menolak perbuatan buruk, memakan atau menggunakan yang haram.

"Wajib. Jadi sudah jelas. Allah tidak menerima dari sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Jadi kalau ada suatu manfaat dari sesuatu yang haram itu adalah (red. Perbuatan) setan," jelasnya.

Sebagai seorang Muslim hal ini menjadi kewajiban yang sangat penting, terlebih dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, masuknya sesuatu ke dalam tubuh akan mempengaruhi perilaku kita.

Lalu merasa ragu apakah makanan yang disajikan merupakan makanan halal harus bagaimana?

Dilansir dari website NU Online, Syekh M Nawawi Banten mengutip doa Syekh Sya‘rani ketika ia meragukan sumber kehalalan makanan yang diperolehnya, yaitu:

اللَّهُمَّ احْمِنِي مِنَ الأَكْلِ مِنْ هَذَا الطَعَامِ الَّذِي دُعِيْتُ إِلَيْهِ فَإِنْ لَمْ تَحْمِنِي مِنْهُ فَلَا تَدَعْهُ يُقِيْمُ فِي بَطْنِي فَاحْمِنِي مِنْ الوُقُوْعِ فِي المَعَاصِي الَّتِي تَنْشَأُ مِنْهُ عَادَةً فَإِنْ لَمْ تَحْمِنِي مِنَ الوُقُوعِ فِي المَعَاصِي فَاقْبَلْ اسْتِغْفَارِي وَأَرْضِ عَنِّي أَصْحَابَ التَّبَعَاتِ فَإِنْ لَمْ تَقْبَلْ اسْتِغْفَارِي وَلَمْ تُرْضِهِمْ عَنِّي فَصَبِّرْنِي عَلَى العَذَابِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Artinya: "Ya Allah, lindungi aku dari mengonsumsi makanan ini yang mengundangku untuk itu. Jika Kau tidak melindungiku darinya, jangan biarkan dia bermukim di perutku. Lindungilah aku dari maksiat yang biasanya muncul karena makanan seperti ini. Kalau Kau tidak melindungiku dari maksiat, terimalah istighfarku. Buatlah mereka yang memiliki hak atasku ridha. Jika Kau tidak menerima istighfarku dan tidak membuat mereka yang memiliki hak atasku ridha, berikanlah kekuatan bagiku dalam menanggung azab-Mu, wahai Tuhan yang maha pengasih." (Okz)