Bayu Gawtama

Konsultasi Jurnalistik

Konsultasi Jurnalistik
bersama Bayu Gawtama

Kirim Pertanyaan

Jurnalis Muslimah

Senin, 23 Jun 08 14:21 WIB

Assalamualaikum. Saya seorang karyawan swasta. Sejak dulu saya sangat menyukai dunia jurnalistik. akan tetapi saya ragu untuk terjun di dalamnya karena saya merasa pekerjaan tersebut kurang baik untuk seorang akhwat pertanyaan saya

1. apakah ada seorang akhwat yang bekerja di bidang jurnalistik??? Siapa??

2. Apakah seseorang yang akan terjun ke dunia jurnalistik harus belajar secara formal terlebih dahulu?? Kalau ya, tolong kasih info lembaga pendidikan formal mengenai hal itu.

Jazakumullah atas jawabannya.

Mujahidah_26

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Sebelumnya saya sedikit meluruskan dulu pertanyaan Anda tentang definisi akhwat. Karena dalam pemahaman saya, "akhwat" berarti muslimah. Hanya saja dalam komunitas tertentu, kata "akhwat" ini dipakai untuk menyebut seorang muslimah yang sudah terbina. Insya Allah demikian pemahaman saya.

Jika demikian, baru saya akan menjawabnya.

Apa yang membuat Anda ragu menjadi jurnalis? Apakah pekerjaan seorang jurnalis yang tidak kenal waktu sehingga harus sering pulang larut malam atau bahkan begadang sampai pagi demi mendapatkan berita. Atau masalah pergaulan antara sesama wartawan yang sering Anda lihat sendiri?

Menurut saya, Anda tidak perlu ragu untuk melakukan pekerjaan yang disukai, semisal jurnalistik. Toh Anda punya prinsip dan idealisme dalam bekerja, jadi sepanjang bisa menjaga diri dari pergaulan yang tidak pantas.

Memang harus saya akui, pada praktiknya, agak sulit ketika harus berebut mengejar narasumber misalnya. Kadang wartawan harus saling berdesakan mendapatkan berita, dan pada kondisi itu, saling sentuh tidak bisa dihindari. Itu dikembalikan kepada masing-masing pribadi

Jika Anda bertanya, adakah "akhwat" yang menjadi jurnalis, tentu saja banyak. Saya bisa saja menyebutkan nama-nama kawan saya yang menjadi jurnalis, mulai dari reporter hingga pemred. Hanya saja tentu tidak etis, tapi saya yakinkan, mereka ADA

Tidak perlu belajar di lembaga khusus jurnalistik hanya karena ingin menjadi jurnalis. Nyatanya banyak jurnalis yang saya kenal tidak pernah kursus atau kuliah di jurnalistik. Mereka, sebagian besar memang memiliki bakat dan naluri sebagai jurnalis. Namun kalau dirasa perlu untuk pengembangan diri, banyak sekali kampus yang membuka jurusan jurnalistik. Kursus-kursus singkat atau pelatihan jurnalistik pun kerap digelar, Anda bisa mengikutinya

Demikian, Wassalaamu'alaikum wr wb

Gaw

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com