Bayu Gawtama

Konsultasi Jurnalistik

Konsultasi Jurnalistik
bersama Bayu Gawtama

Kirim Pertanyaan

Mengutip Berita

Selasa, 17 Jun 08 14:11 WIB

Assalamu'alaikum

Saya adalah seorang wartawan daerah sebuah HarianSuratkabar di Sumatera Utara. Apakah saya boleh mengutip sebuah berita yang menurut saya menarik dari sebuah website yang sudah bekerjasama dengan harian saya. Pasalnya, saya sering melihat hal tersebut di sebuah media terkemuka di SUMUT. Saya mengetahuinyadari susunan kode yang ada pada suratkabar tersebut. Misalnya.

New York (afp)

Isi berita...................................

................................................................... (a01)

Nah, kalau suratkabar tempat saya bernaung menempatkan kode selalu diakhir berita, bagaimana cara saya menempatkan kode saya?

Apa harus (afp/a02), kan tidak etis. Seolah olah sebagian isi berita tersebut hasil liputan saya.

Terima kasih

Mudah-mudahan dimengerti

Wassalam

Abdullah Lathif
adhif_mj@islamonline.net at eramuslim.com

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Lathif yang bersemangat. Mengutip berita atau sebagian berita dari sebuah surat kabar lain adalah hal lazim dalam jurnalistik. Yang tidak lazim adalah cara-cara pengutipan berita itu yang seringkali tidak memerhatikan kaidah-kaidah dan ketentuan jurnalistik pada umumnya. Contohnya, ada media yang sekadar meng-copy paste- berita dari media lainnya, dan mengganti inisial di akhir berita dengan inisial namanya. Ini yang tidak etis.

Setiap media, melalui wartawan atau editornya, wajib menuliskan sumber berita itu didapat. Seperti yang dicontohkan Lathif, jika sumber berita itu adalah afp, maka media tersebut wajib mencantumkan inisial afp di akhir berita yang dibuatnya.

Bagaimana menuliskannya?

Lazimnya, editor atau wartawan yang menulis inisialnya disebut terlebih dulu, baru kemudian ia mencantumkan sumber berita. Contoh;..... (AL/afp), itu artinya, berita ini ditulis oleh Abdul Lathif dengan bersumber pada berita afp. Andaikan Lathif mengutip berita dari beberapa media (lebih dari satu), maka ia pun wajib mencantumkan inisial media-media itu. Contoh;.... (AL/afp/IoL).

Ada pula wartawan yang menuliskannya seperti ini, "..... (AL/dari berbagai sumber). Ini juga lazim dipakai di beberapa media. Biasanya beritanya berbentuk feature, dan ia mendapatkan referensi dari berbagai media serta bahan-bahan literatur yang tidak sedikit. Akan sangat tidak estetis jika di akhir tulisan ia mencantumkan sekian banyak media rujukannya.

Demikian, semoga bermanfaat

Wassalaamu'alaikum

Gaw

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com