1 January 2009
Jakarta, Kamis (01/01/2009). Hari ini, korban tragedi kemanusiaan di bumi Palestina kian bertambah, 400 terbunuh, 2000 luka-luka. ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang fokus pada penanggulangan bencana termasuk bencana kemanusiaan akan mengirimkan tim bantuan kemanusiaan berbendera “ACT- Indonesian Humanitarian Relief Team”. Tim ini akan membawa dan menyalurkan bantuan masyarakat Indonesia untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina melalui program Sympathy of Solidarity for Palestine (SOS-Palestine).
Program SOS-Palestine telah digagas oleh ACT sejak tahun 2006. Pada saat itu ACT mengirimkan bantuan ke Palestina senilai 1.2 milyar rupiah. SOS-Palestine merupakan program kemanusiaan untuk rakyat Palestina yang didera konflik kemanusiaan selama puluhan tahun, dengan fokus utama warga sipil anak-anak dan perempuan Palestina.
Isu utama yang diusung oleh SOS Palestine adalah pangan. Namun dalam pelaksanaannya, tim ACT juga menyertakan bantuan obat-obatan dan tenaga medis.
Akibat embargo ekonomi, rakyat Palestina hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan. Aliran listrik terputus, tidak ada air bersih dan pangan sangat terbatas. Hampir semua kehilangan rumah dan sanak saudara.
”Kebutuhan akan bahan pangan di wilayah konflik seperti Palestina merupakan hal yang tidak bisa ditawar lagi. Dalam tiap konflik, pangan pasti menduduki ranking pertama sebagai hal yang harus dipenuhi bagaimana pun kondisinya,” papar Ahyudin, Direktur Eksekutif ACT yang sebelumnya pun telah berangkat menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Palestina, Pakistan, Irak dan negara-negara lain.
Pengiriman bantuan kemanusiaan ke luar negeri telah dilakukan ACT sejak tahun 1996 untuk bencana kemanusiaan antara lain di Afganistan, Irak, Kashmir, Pakistan, Lebanon dan Palestina. ACT pun senantiasa menjadikan kecepatan dan ketepatan dalam pengiriman bantuan bencana.
Salam kemanusiaan. (ACT)