Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Membagi Udara Dingin AC

Rabu, 6 Agu 08 10:04 WIB

Assalamu'alaikum wr wb Pak Andan,

Saya baru saja memiliki rumah, namun ada kendala di lapangan. Kami hanya dapat memasang AC di kamar utama karena terbatasnya daya listrik (1300 watt ).

Sedangkan untuk kamar anak berencana akan dibuatkan saluran udara penghubung dari kamar utama agar dapat membagi udara dingin AC yang dihasilkan dari kamar utama yang jaraknya hanya 1.5 meter. Apakah memungkinkan bila membuat saluran udara melalui plafon dan dibantu exhause fan untuk mempercepat aliran udaranya? Dan bila bisa sebaiknya menggunakan pipa/bahan saluran udara yang bagaimana jenisnya?

Terima kasih sebelumnya, semoga terus sukses Pak Andan untuk online konsultasinya.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Wiwit Wiranto
wiwitwiranto@yahoo.com at eramuslim.com

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Pak Wiwit Wiranto yang saya hormati, berbahagialah anda dan bersyukurlah pada Allah karena telah memiliki rumah tempat bernaung. Tahaduts bin nikmah sebagaimana yang disebutkan di surat adh - dhuha. Banyak-banyak menyebut nikmat Allah. Karena masih banyak saudara-saudara kita yang masih jadi kontraktor. Masih tinggal di rumah kontrakkan.

Ini sekedar hitungan kasar saya saja setelah saya konsultasi dengan bagian ac di kantor saya. SIlahkan di cek data-datanya:

AC 1, 5 pk Tarikan pertamanya maximum sampai 1000 watt, sementara jika sudah jalan antara 700 -800 watt. Untuk AC 1 pk tarikan pertamanya sekitar 800 watt, dan jika sudah jalan sekitar 500 an watt.

Untuk AC 3/4 sebenarnya tidak terlalu jauh beda dengan AC 1 pk. Tarikan pertamanya 700. Dan jika sudah jalan 500 watt. Sedangkan untuk AC 1/2 pk tarikan pertamanya 400 - 500 watt. Jika sudah jalan 350 watt.

Hitungan ini sebenarnya bisa di cek langsung saat pembelian AC. Bisa konsultasi dengan sales-nya. Karena masing-masing merk agak berbeda. Yang mahal biasnya irit dayanya. AC window lebih irit dibandingkan AC split. Ini berdasarkan pengalaman saya saja. Mohon maaf jika salah. Karena sebenarnya orang elektro atau suplier AC yang tahu betul detailnya.

Pengalaman di rumah saya dulu ketika listriknya 1300 watt kami bisa menggunakan 2 AC window. Namun mesin cuci, komputer, pompa air, blender dan lain-lain yang perlu listrik besar harus mengalah. Menghidupkan AC nya juga tidak boleh bersamaan. Dan AC nya hanya 3/4 pk.

Jadi untuk daya silahkan di cek hitungannya seperti itu. Agar kuat jelas harus ada yang mengalah. Giliran agar tidak anjlok listriknya. Nah, jika untuk saling berbagi dingin ini urusan lain.

Pada prinsipnya hawa dingin akan mengalir ke bawah. Jadi sebaiknya pasang indoor AC tersebut di tempat yang paling tinggi. Walaupun tetap harus diperhatikan arah buangan air AC nya agar tidak menetes di dalam ruangan.

Jika ingin mudah kita bias menjebol tembok hingga sisi kanan AC untuk ruang tidur utama dan sisi kirinya untuk ruang tidur anak. Saya setuju juga dengan exhause fan yang dapat mentranster dingin. Bagus sekali itu.

Menggunakan pipa setahu saya agak sulit. Karena harus mencari pipa yang besar untuk dimasukkan ke arah indoor AC. Sisi interiornya juga kurang bagus. Susah membuat ornamen interior dengan cantik.

Saluran yang mungkin bisa menjadi cantik dan mudah adalah dengan membuat semacam kotak pengarah dingin AC yang bisa dibuat dari gypsum atau GRC. Dari indoor dibuat kotak sebagiannya hingga membentuk box yang menutupi sebagian AC. Nah, tinggal kita berikutnya hendak mengarahkan ke sisi mana yang kita kehendaki dingin tersebut. Box tersebut bisa di cat sewarna dengan dinding atau plafond sesuai selera kita.

Demikian Pak Wiwit tanggapan saya. Semoga bermanfaat. Dan sekali lagi selamat atas rumah barunya. Semoga rumah tersebut berkah. Semoga di rumah tersebut dilahirkan generasi-generasi bangsa yang sholih dan sholihah. Salam dari kami semua di sini.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriastara - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com