Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Tembok Rumah Lama

Senin, 28 Jul 08 17:28 WIB

Assalamualikum wr.wb

Terima kasih Pak Andan atas jawaban pertanyaan saya beberapa waktulalu, saya sudah mendapatkan gambaran mengenai langkah-langkah yang dapat ditempuh.

Tapi masih ada yang membuat saya ragu dan belum mengerti benar terhadap jawaban Bapak. Pertanyaan saya apakah dinding rumah saya yang berusia sekitar 30 tahun tersebut masih layak untuk tetap dipakai.

Berapa persen kira-kira dana yang bisa dihemat apabila membuat plafon rumah dengan ketinggian 3, 5 meter tersebut dengan tetap mempertahankan dinding rumah dibandingkan dengan memulai pembangunan rumah secara keseluruhan dari nol.

Terima kasih atas tanggapannya.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Adi

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Senang berjumpa kembali dengan Pak Adi di layar internet ini. Senang juga menyapa kembali netters setia eramuslim.com yang semoga selalu di rahmati Allah.

Kami di sini baru saja kembali dari kebun teh. Rombongan terdiri dari 2 bis dan 5 mobil pribadi. Judulnya adalah rombongan jama'ah subuh Masjid Al-Falah. Ya. Dalam rangka menggalakkan sholat subuh berjama'ah di masjid kami menyelenggarakan tea walk ke kebun teh di Puncak-Bogor. Alhamdulillah sholat subuh kami mencapai 3 shaff bapak-bapak dan 1 shaff ibu-ibu. Jadi bisa mencapai 50 hingga 60 orang.

Kita kembali ke emal Pak Adi. Begini Pak Adi, prinsipnya apa yang bisa dihemat akan kita hemat. Selama strukturnya masih kuat. Jadi kita cek struktur dinding itu. Dinding biasanya mempunya pondasi dan sloof beton di bawah, di pinggir adalah tiang beton atau kolom dan di atas adalah ring balok atau balok beton.

Biasanya jika item tersebut ada maka dinding akan tetap kuat. Walaupun sudah puluhan tahun. Karena pola transfer beban gaya berat yang ada menjadi baik dan benar. Yang sering terjadi adalah pondasi batu kali dan sloof beton diganti hanya dengan rollag bata atau pasangan bata yang dijejer, kolom beton diganti dengan pasangan bata yang saling menggigit satu sama lainnya di sudut ruang dan balok beton di ganti dengan kayu.

Ini pola tradisional di kampung-kampung yang memang hemat biaya. Memang juga beban atap mereka ringan. Karena atapnya biasanya seng atau asbes atau bahkan daun pohon kelapa atau kirei. Ringan. Namun hanya mampu untuk bentang kecil. Untuk bentang besar agak riskan. Seperti gempa di Jogja beberapa tahun lalu. Konstruksi tradisional ini banyak memakan korban.

Cara mengecek yang paling mudah adalah dengan menimbang tegak lurusnya tembok tersebut. Bisa dengan water pass yang sering digunakan tukang. Atau dengan tali yang di gantungkan pemberat di bawahnya, lalu gantungkan tali dan periksa, apakah tembok masih tegak lurus dengan tali tersebut. Jika ia sudah miring seperti menara pisa bisa jadi struktur lamanya sudah tidak kuat.

Sebenarnya memeriksa ini mudah bagi yang sudah biasa. Panggil saja tukang yang ahli atau mandor. Mereka punya feeling yang bagus untuk mengeceknya. Biasanya juga terlihat dari plesterannya. Masih bagus atau tidak. Bahkan beberapa tembok lama terkadang susah dipaku karena bata zaman dulu keras sekali.

Untuk penghematannya tentu sangat besar. Apalagi jika dibandingkan dengan bangun baru. Paling tidak bisa 50% ke atas. Karena bangunan baru akan 2 kali kerja, bongkar dan pasang. Nah, dalam hal inilah peran arsitek bermain. Ia akan menentukan disain yang baik serta pengerjaan lapangan yang baik pula. Mana yang harus dibongkar dan yang tidak. Atau bahkan tidak dibongkar sama sekali.

Demikian pandangan saya Pak Adi. Semoga bermanfaat. Dan semoga hari-hari kita ke depan semakin cerah dan berseri. Bukan karena minggu ini ada tanggal merahnya. Namun lebih karena semangat kita untuk senantiasa memperbaharui iman.

Salam dari kami semua di sini. Semoga hari rabu nanti menjadi peringatan Isra' Mi'raj kita yang bermakna. Dengan mengimani perjalanan nabi ke luar angkasa. Dan meyakini semakin besar kekuasaan Allah akan diri kita manusia yang teramat kecil.

Akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com