Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Bingung Mencari Tempat Tinggal

Minggu, 20 Jul 08 22:29 WIB

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mas Andan yang saya hormati, saya seorang pria yang baru saja memulai kehidupan berumah tangga. Saat ini saya masih satu rumah dengan mertua saya.

Namun akhir-akhir ini saya sudah merasa tidak betah tinggal di sana. Saya mempunyai keinginan untuk mencari rumah sendiri. Namun saya masih bingung, apakah saya harus mengontrak rumah atau membeli rumah secara kredit.

Apabila saya ngontrak rumah, dalam hitungan saya, uang kontrakan selama 1 tahun bisa saya pergunakan untuk membayar uang muka rumah secara kredit. Karena jarang ada rumah kontrakan di tempat saya yang mau dibayar per bulan, minimal 1 tahun.

Saya ingin mengambil kredit rumah, tapi saya masih bingung, apakah saya harus membeli rumah bekas atau rumah baru (perumahan)? Apa kelebihan & kekurangan dari kedua rumah itu? Kemudian bagaimana cara pembayaran yang tepat, apakah melalui KPR atau sistem pinjam uang? Biasanya apa syarat-syarat yang diminta Bank?

Apakah bisa melalui bank syariah? Saya mohon saran dan masukannya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih. Jazakallahu Khoiron katsiro.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Csuntana

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Pertama sekali saya ucapkan selamat atas rumah tangga baru-nya. Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a baina kuma fii khoir. Semoga Allah memberkahi pernikahan Mas Suntana dan isteri, dan semoga kalian berdua dikumpulkan dalam keadaan yang baik.

Namanya juga rumah tangga baru. Masih honey moon. Saya saja yang sudah hampir 13 tahun berumah tangga masih 'bulan madu' terus. Apalagi Mas Suntana. Jadi saya pikir nikmati saja dulu honey moon - nya di PMI. Pondok Mertua Indah.

Yang jadi masalah, karena itu rumah mertua tentu yang merasa tidak nyaman mantu-nya. Coba keadaannya di balik. Mas Suntana tinggal di rumah ortu sendiri. Yang betah Mas Suntana dan giliran isteri yang uring-uringan. Wajar. Aturan dan budayanya pasti beda. Untuk itulah suami-isteri harus saling melengkapi. Apalagi Mas Suntana adalah kepala rumah tangga. Panglima harus punya ruang yang lapang di hati untuk berlabuhnya para prajurit.

Sambil menyelam minum air. Sambil numpang mengatur strategi. Bagaimana rumah idaman bisa diwujudkan. Bagaimana strategi keuangan diatur agar bisa tinggal di area teroterial sendiri.

1. What you see is what you get. Sederhana saja. Apa yang ada depan kita itu yang kita ambil. Jelas saja. Yang ada ada sudah pasti tak mungkin diambil. Jika peluang hari ini masih menjadi kontraktor, alias mengontrak rumah, maka itulah yang terbaik.

Kalau dikembangkan ke bahasa agama maka La yukallifullahu nafsan illa wus'aha. Di surat Al-- Baqarah ayat 286. Allah tidak membebankan apa-apa yang tak mampu dipikul hambanya. Jadi jika kemampuan kita hanya 'ngontrak' maka beban itulah yang mampu kita pikul pada masa tersebut. Dan orang maklum. Pengantin baru umumnya demikian. Bahkan ada yang setelah 10 tahun berumah tangga baru memiliki rumah. Ada lagi yang lebih.

2. If you faild to plan than you plan to faild. Tentu perencanaan yang baik itu sangat berarti. Jika kita gagal dalam merencanakan maka sama saja kita merencanakan untuk gagal.

Jelas memiliki rumah sendiri lebih nyaman. Uang kontrakan bisa digunakan untuk DP rumah atau buat cicilan. Atau mungkin ditabung hingga suatu masa bisa beli rumah baru tunai.

Namun untuk sampai ke tahap ini tentu harus dibuat pola perencanaan keuangannya. Mulai dari menabung tiap bulan, mungurangi anggaran belanja yang bersifat konsumtif, memutarkan sejumlah uang tertentu pada bisnis yang aman, hingga menjual aset yang ada dan ditukar dengan aset yang lebih murah. Misal kita memiliki motor bebek baru. Jika ia ditukar dengan motor bekas yang masih sehat tentu ada selisihrupiah yang bisa kita manfaatkan.

Saya ingin mengambil kredit rumah, tapi saya masih bingung, apakah saya harus membeli rumah bekas atau rumah baru (perumahan)? Apa kelebihan & kekurangan dari kedua rumah itu? Kemudian bagaimana cara pembayaran yang tepat, apakah melalui KPR atau sistem pinjam uang? Biasanya apa syarat-syarat yang diminta Bank?

Buat saya keadaan tersebut tergantung kita. Biasanya rumah di dekatkan dengan pola kebiasaan kita. Mulai dari sekolah anak, tempat kerja, kedekatan dengan keluarga besar, banjir, pola lingkungan yang ada, dan lain sebagainya yang bersifat internal keluarga.

Rumah baru jelas lebih mahal. Karena selain rumah yang rapi dan sudah mengikuti konsep modern, kita juga beli fasilitas. Mulai dari jalan yang baru, pos satpam, taman-taman di perumahan hingga lingkungan yang cenderung homogen. Selain itu juga gengsi. Ia punya harga tersendiri yang terkadang nilainya cukup mahal.

Rumah bekas tak kalah menarik. Karena ia jelas lebih murah. Namun mencarinya tentu lebih sulit dibandingkan mencari rumah baru. Selain itu juga kita harus merenovasinya jika tak sesuai dengan keinginan kita.

Jadi masing -masing punya plus minus. Tinggal kita sesuaikan dengan keadaan kita. Keadaan keluarga kita secara internal. Dan diskusi dengan keluarga akan sangat banyak manfaatnya. Walaupun pada akhirnya tetap kita yang memutuskan. Karena kita juga tidak boleh plin plan.

Mengenai syarat peminjaman KPR ke bank sebenarnya mudah saja. Tinggal telephone bank terkat insya Allah akan diberikan jawaban yang memadai. Namun sepengetahuan saya, syarat - syarat yang umum adalah: KTP, Buku nikah, slip gaji, keterangan dari perusahaan tempat kita bekerja, serta jaminan yang akan diagunkan, seperti sertifikat rumah atau tanah.

Dan saran saya menggunakan bank syariah. Paling tidak saya berpikir hal ini minimal akan menghidupkan bank syariah itu sendiri. Maksimalnya kita berharap langkah kita penuh keberkahan. Dan ini yang paling mahal dalam hidup ini. Berkah dari Allah. Bank syariah sendiri sudah banyak tersebar dan mudah diakses. Dengan segenap fasilitas peminjaman yang ada.

Nah, cukup jelas nampaknya keterangan saya. Sudah cukup larut malam. Mari kita istirahat. Semoga Allah membangunkan kita untuk sholat tahajjud. Dan bangun sahur untuk puasa sunah besok di hari senin. Karena ini bulan rajab. Yang merupakan pintu gerbangya Ramadhan. Bulan latihan. Agar kelak kita terbiasa dengan puasa.

Allahumma bariklana fii rojab wa sya'ban wa balighna fii romadhon. Ya Allah berkahilah hamba di bulan rajab dan sya'ban dan sampaikanlah hamba ke dalam bulan romadhon.

Aamiin ya Robbal 'alamin. Akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com