Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Ingin Menaikkan Plafon Rumah Tua

Jumat, 20 Jun 08 17:17 WIB

Assalamualaikum, wr.wb

Begini Pak Andan, satu tahun yang lalu saya membeli rumah yang usianya sudah hampir 30 tahun. Masalahnya plafon rumah saya sangat rendah dengan tinggi 2, 4 meter.

Kami berencana menaikan plafon rumah menjadi 3, 5 meter yang otomatis akan menaikkan bagian dinding dari rumah. Pertanyaan saya apakah tindakan ini dibolehkan mengingat usia rumah yang sudah cukup tua.

Rumah saya adalah rumah permanen. Demikian pertanyaan saya. Terima kasih atas tanggapan Pak Andan.

Wassalamualaikum wr wb

Bung Hadi

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Bung Hadi yang saya hormati,

Masalah sebenarnya adalah dana. Dengan menaikkan plafond menjadi 3, 5 m maka akan dibutuhkan banyak sekali uang. Bayangkan saja pekerjaan yang harus dilakukan, mulai dari menambah dinding bata menjadi 3, 7 meter minimal (Karena plafond perlu gantungan kira-kira 20 cm ), Membuat ring balok beton baru (karena kenaikan dindingnya mencapai 1, 3 meter ) membongkar plafond lama, menaikkan rangka atap, memasang kembali rangka atap beserta gentengnya, hingga memasang plafond yang baru.

Penghuni rumah perlu mengungsi. Kalau tidak mau pindah berarti main kucing-kucingan saja. Geser sana geser sini. Tergantung bagian mana yang dibongkar. Yang jelas resiko debu dan berisik tak bisa dihindari. Repot memang. Apalagi jika punya anak kecil.

Jadi tinggal siapkan dana yang agak besar. Beres masalahnya. Apalagi rumah tersebut rumah permanen. Jadi penekanan di sini bukan hanya plafond. Dengan atap yang ikut dibongkar akan segera kita ketahui keadaan atap lama. Sudah dimakan rayap atau belum.

Kalau urusan hanya plafond maka yang perlu diperhatikan adalah gantungan plafondnya. Karena pernah ada kasus kecelakaan di rumah tinggal, penghuninya tertimpa plafond. Rumah saya juga pernah mengalami hal tersebut. Rupanya rangka plafondnya sudah rapuh dimakan rayap. Jadi plafondnya tidak masalah, justru struktur penahan plafond yang masalah. Ini yang paling penting harus diperhatikan.

Cukup serius memang. Karena tetangga kami di sini baru saja jatuh dari plafond saat membetulkan plafond. Beliau jatuh dan harus dirawat di patah tulang guru singa yang ada di Pondok Kelapa. Semoga Pak Wawan segera sembuh dan bisa berjamaah dan menjadi imam kami lagi di Masjid Al-Falah.

Namun jika ingin berhemat tentu ada cara lain jika ingin berhemat. Tidak perlu menaikkan dinding bata hingga 3, 7 meter dan membongkar atap. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengecek rangka atap lama. Jika memang sudah ada rayapnya, ganti saja bagian yang sudah terkena rayap.

Ujung plafond yang 2, 4 meter tetap. Karena ia adalah batas akhir plafond. Kecuali jika masih ada sisa rongga di atas dengan cara menempelkan plafond ke rangka atap, hingga gantungan yang 20 cm tak diperlukan lagi. Maka ujung plafong bisa mencapai 2, 6 meter.

Lalu buat plafond miring mengikuti kemiringan genteng. Setelah mencapai ketinggian 3, 5 meter plafond dibuat lurus kembali. Jadi bentuknya seperti gunung tangkuban perahu. Yang perlu diperhatikan adalah rangka atapnya. Karena pada rangka atap lama yang berketinggian 2, 6 atau 3 meter itu, akan membuat plafond tetap pada ketinggian tersebut. Hingga tidak bisa mencapai 3, 5 meter. Hanya bagian yang kosong saja yang bisa dibuat ketinggian 3, 5 meter.

Demikian saran dan tanggapan saya. Semoga bermanfaat keterangan ini bagi kita semua. Salam dari kami di sini. Sampai jumpa di rubrik konsultasi berikutnya, akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com