Cat Rumah Renovasi
Kamis, 10 Jul 08 20:43 WIB
Assalamu'alaikum wr wb
Pak Andan, rumah saya tipe 36/72, saya ingin sekali mengecat ulang rumah saya, bagaimana menurut Bapak seandainya:
- pagar yang tadinya warna hijau saya ganti dengan warna merah marun;
- teralis warna merah marun juga;
- dinding luar warna abu-abu soft list jendela warna abu-abu gelap;
- di dalam rumah tetap warna putih;
Atas perhatian dan penjelasan Bapak, saya mengucapkan terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Wenny Setianingsih
wh3nn13@yahoo.co.id at eramuslim.com
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Bu Wenny Setianingsih yang saya hormati,
Pada dasarnya warna tersebut tidak terlalu bermasalah. Hanya saja agak pucat. Memang lebih aman rumah tersebut tampil pucat bila dibandingkan tampil ngejreng dan menyolok mata. Kalau pucat paling jelek kesannya kusam, namun kalau menyolok kesannya paling jelek adalah norak.
Jadi warna ada 2 kutub ekstrim yang harus kita perhatikan. Ke bawah jadinya pucat dan ke atas jadinya norak. Nah, idealnya adalah yang di tengah - tengah. Hingga semua orang mampu menilainya dengan keindahan yang proporsional.
Saya katakan proporsional karena sebenarnya masalah standard keindahan warna masing-masing orang berbeda. Orang minimalis senang dengan warna putih polos dan abu-abu yang bertampilan pucat dan cerah serta bersih. Sementara gaya tropis senang dengan warna-warna hangat ke arah coklat. Dan orang yang bergaya modern atau mungkin ingin tampil 'nyentrik' senang dengan warna-warna tajam seperti oranye, kuning atau merah menyala.
Masing-masingnya punya daya tarik. Bagi saya yang arsitek mampu menila sesuai dengan gayanya. Alhamdulillah Allah memberikan anugrah ilmu dan pengalaman bagi saya agar dapat menikmati keaneka ragaman ini. Namun bagi yang awam tentu akan mentah-mentah menolaknya jika tak sesuai selera.
Nah, jika melihat arah gaya warna yang ibu inginkan, menurut saya cenderung ke arah minimalis. Dengan dinding abu-abu dan kusen-jendela abu-abu tua. Lalu dinding dalam rumah putih.
Hanya saja agak tidak cocok dengan pagarnya. Biasanya warna pagar yang cocok adalah hitam. Karena warna merah marun adalah pola arsitektur tradisional atau tropis. Lalu kusen dan jendela. Agak tidak umum warnanya. Abu-abu. Biasanya itu warna dinding. Mungkin sebaiknya jika ingin benar abu-abu, buatlah abu-abu yang tua sekali. Hingga tidak tersamar dengan dindingya yang abu-abu muda.
Biasanya warna kusen itu menyesuaikan dengan warna lisplang atap. Jadi lisplangnya juga harus abu-abu tua. Atau jika ibu bingung, pilih saja warna yang standard. Warna putih untuk kusen-jendela-pintu dan lisplang. Jadi tidak terlalu banyak benturan warna yang terjadi di sana. Sesuai dengan konsepnya, minimalis.
Jika ibu mengikuti warna-warna tersebut, dan ternyata masih ada yang kurang maka ibu bisa berikan warna-warna tertentu sebagai eye catching. Merah marun yang Ibu Wenny inginkan bisa diletakkan pada dinding tertentu di depan, misal dinding ruang luar ruang tamu. Hingga tamu terasa digiring atau ada perbedaan khusus pada areal publik ini.
Hingga minimalisnya tidak murni. Tidak mengapa. Yang penting sesuai dengan selera kita. Namun juga sesuai dengan standard pewarnaan yang ada.
Demikian tanggapan kami, semoga Bu Wenny dan netters eramuslim.com dapat mengambil manfaatnya. Wallahu a'lam bish showab. Jika ada yang benar tentu datangnya dari Allah. Dan jika ada yang kurang tentu datang dari kami hamba Allah yang dhoif.
Akhirul kalam,
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir.Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com





