Ir. Andan Nadriasta

Konsultasi Arsitektur

Konsultasi Arsitektur
bersama Ir. Andan Nadriasta

Kirim Pertanyaan

Rumah Asbes

Jumat, 9 Mei 08 14:59 WIB

Assalaamu'alaikum wr wb

Pak Andan di eramuslim.com,

Sayamemiliki rumah asbes. Pertanyaannya: Mengapa rumah tersebut panas sekali? Mohon sarannya dan apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi ini.

Terima kasih atas tanggapannya.

Wassalaamu'alaikum wr wb

Iwan
iwan_comp@yahoo.com at eramuslim.com

Jawaban

Assalaamu'alaikum wr wb

Pak Iwan dan netters eramuslim.com yang saya hormati, apa kabar anda semua? Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT dan limpahan rizki yang halalan thoyiban.

Sebenarnya bukan hanya atap asbes saja yang membuat rumah tersebut panas. Atap genteng juga bisa. Dulu saat saya masih kuliah Universitas Pancasila - Jakarta, saya sempat terlibat dalam proyek pembangunan rumah tinggal mantan Mentri Kehakiman RI - Bapak Ismail Saleh, SH di kota Cirebon. Atapnya genteng, plafond tingginya lebih dari 3, 5 meter, tanahnya luas, rumah berada di tengah-tengah halaman yang luas. Namun tetap saja panas rumah tersebut.

Jadi banyak hal yang membuat rumah menjadi panas. Memang tidak bisa dipungkiri, bahwa atap asbes tidak menghambat panas. Dan genteng jauh lebih menahan panas. Namun sebelum kita menyalahkan asbes, ada baiknya kita cek, hal apa saja yang membuat rumah panas.

1. Sirkulasa Silang. Dibutuhkan sirkulasi yang silang dari depan ke belakang dan samping kiri - kanan. Hingga udara yang ada di dalam rumah berputar dan bertukar dengan baik. Untuk itu diperlukan taman di depan - belakang - samping kiri dan kanan.

Jika taman ini tidak ada, maka kita bisa membuatnya dengan taman kering. Dengan membuat lubang kecil di atap selebar 50 x 50 cm dan taman dibawahnya selebar itu juga atau bisa juga lebih lebar untuk mencegah tampias. Maka kita akan memperoleh taman dalam atau taman kering.

Untuk pengaman bisa menggunakan teralis besi dan kawat nyamuk. Hingga maling dan nyamuk tak dapat masuk. Dapat juga diberi talang, agar kucuran air hujan dari genteng tidak menyiram lantai. Hingga yang masuk hanya air hujan saja.

2. Jalusi atau Lubang Angin. Sering kali rumah tak memiliki hal ini. Apalagi rumah minimalis sekarang. Dengan alasan trendi dan modern lubang angin di atas kusen dihilangkan. Walhasil rumah jadi oven. Matang dan meradang di dalamnya. Walaupun keren. Hingga AC wajib bagi rumah seperti ini.

3. Jendela atau Pintu Krepyak. Untuk mengoptimalkan masuknya udara kita dapat membuat pintu atau jendela kayu krepyak. Dengan sirip-sirip kayu yang miring akan membuat sirkulasi udara optimal.

4. Atap Konsol atau Kerei Bambu. Pada bukaan jendela yang ada akan lebih baik diberi hal ini. Untuk menahan panas matahari yang masuk.

5. Pohon Peneduh. Sama hanlnya dengan point 4, yang dibutuhkan rumah adalah cahaya matahari yang dingin. Bukan panas. Jadi kita ambil terangnya saja. Dengan bayangan pohon akan membuat suhu udara di sekitar rumah menjadi turun. Otomatis aliran angin yang masuk menjadi dingin.

6. Plafond. Rumah beratapkan genteng saja jika plafondnya dibuka akan panas apalagi asbes. Jadi saya sebetulnya kurang suka dengan plafond miring yang menempel Rangka atap. Memang kesannya luas dan lapang. Tapi panas. Karena plafond fungsinya justru untuk menahan panas.

Nah, inilah tips yang dapat saya berikan. Mudah-mudahan dengan ulasan singkat ini rumah Pak Iwan tidak menjadi panas lagi. Lahir dan bathin. Karena bisa kadang-kadang rumahnya sudah mewah, dingin dan sejuk, namun hati panas membara karena permasalahan dunia. Tetap saja rumah tersebut terasa panas. Bahkan rumah yang lapang terasa sempit. Semoga kita terhindar dari hal sedemikian rupa.

Demikian netters sekalian. Sudah menjelang asar. Mari kita bersiap-siap sholat berjamaah ke masjid. Dan saya harus bersiap-siap pula untuk olahraga. Karena hari ini jadwal saya main tenis dengan teman-teman dari ITC. Iqro Tenis Club.

Sampai jumpa pada konsultasi berikutnya, akhirul kalam,

Wassalaamu'alaikum wr wb

Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com

Konsultasi Sebelumnya

Arsip

Registrasi | Login

Kontak | Redaksi | Iklan | Lowongan
© 2000-2008 eramuslim.com