Rangka Atap
Selasa, 6 Mei 08 17:50 WIB
Assalaamu'alaikum wr wb
Pak Andan, saya berencana mau membuat rumah ukuran 7 x 10 m, yang jadi permasalahan adalah untuk pemilihan rangka atap. Bila dibandingkan lebih murah mana antara menggunakan baja ringan dibandingkan dengan menggunakan rangka atap tradisional.
Kalau dihitung dengan ongkos tukang sekaligus. karena saya dapat tawaran untuk rangka atap baja ringan seharga Rp 150.000 per meter persegi sudah termasuk ongkos pasang. Mohon saya dikasih rumus/cara menghitung kebutuhan material untuk atap: jumlah usuk, jumlah reng, gording dll.
Terima kasih atas tanggapannya.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Arzaq Permana
ZaqiPermana@gmail.com at eramuslim.com
Jawaban
Assalaamu'alaikum wr wb
Hari ini kami tengah berduka. Amrizal yang dulu menjadi tim kami di sini wafat. Dulu dia aktif di bagian marketing property. Kanker tulang di kaki membuatnya tidak bisa aktif dalam pekerjaan. Hingga akhirnya kakinya harus diamputasi. Dan akhirnya setelah perjuangan panjang bertahun-tahun menahan rasa sakit ia harus menghadap ke haribaan Allah Yang Maha Kuasa.
Semoga keluarga yang ditinggalkannya diberikan kesabaran yang berlipat. Allahumma ajirni fii mushibati wa akhlifli khoiron minha. Ya Allah, jadikanlah dengan musibah ini, ganti yang lebih baik lagi. Demikian Rasul mengajarkan kita tentang cara menghadapi duka lara.
Email kali ini dari Pak Arzaq Permana yang menanyakan seputar dunia atap. saya jelaskan secara rinci:
Baja ringan ada 2 bahan. Zincalume dan galvanis. Zincalume kelebihannya lebih tahan karat karena bahan dasarnya campuran aluminium. Sementara galvanis bahan dasarnya seng dilapisi galvanis.
Tentu Zincallume lebih mahal dari galvanis. Bedanya kira-kira 10 sampai 20 ribu per meter perseginya. Kata orang Jawa 'ono rego ono rupo'. Ada harga ada bentuk. Wajar jika harganya lebih mahal maka kualitasnya lebih baik.
Jika rangka atap baja ringan ini dibandingkan dengan kayu, maka rangka atap kayu lebih murah. Rangka atap kayu harga per meter perseginya 100 sampai 125 ribu rupiah. Tergantung dari bahan kayunya. Sementara rangka baja ringan memang sekitar 150 ribuan per meter perseginya.
Untuk menghitung rangka atap memang biasanya harus menggunakan gambar atap langsung di lapangan. Rangka atap paling dasar adalah gording dengan kayu 6/12. Jarak antar gording tidak boleh lebih dari1, 5 meter.
Lalu di atasnya di letakkan kayu kaso 5/7atau usuk istilahnya. Jika ingin hemat bisa memakai kaso ukuran 4/6 saja. Jarak antar usuk sekitar 50 cm. Nah, setelah itu diatasnya lagi dipasang kayu reng ukuran 3/4 atau 2/3, tergantung bentuk genteng. Jarak antar reng 25 - 30 cm, tergantung juga dengan ukuran genteng.
Untuk kuda-kuda atap atau rangka penahan atapnya biasanya digunakan kayu balok ukuran 8/15. Dengan membentuk bidang segitiga kemiringan 30 - 35 derajad akan membuat air hujan yang jatuh ke genteng jatuh ke bawah dengan baik dan tidak masuk kembali melalui celah-celah genteng karena terpukul angin.
Di atas kuda-kuda atap diselipkan balok nok atap yang ukurannya sama dengan gording. Dengan ukuran 8/12 maka ia dapat diselipkan di ujung rangka atap yang berukuran 8/15. Jadi ujung kayu yang 15 cm itu dibuat tempat dudukan bagi balok nok atap. Hingga ada gigitan kayu saat terjadi pergeseran atau gempa.
Ukuran panjang kayu 4 meter. Namun ada juga yang 3, 8 m. Untuk itu perlu juga di cek saat belinya. Ada lagi yang hanya 3 meter, jika anda beli kayu bekas. Nah, inilah yang membuat rangka kayu lebih murah dibandingkan baja ringan. Ada stok barang bekasnya.
Ini gambaran sederhana tentang atap. Jika masih bingung, silahkan diskusikan ke arsitek di lapangan. Atau jika hanya urusan ini saja, tukang kayu atau tukang atap juga sudah paham dan mampu menghitungnya. Jadi kita tidak perlu repot-repot membuat kalkulasinya.
Demikian jumpa kita kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga kita dapat mengambil manfaat dari setiap kejadian yang kita alami. Karena masih segar ingatan ini akan bau tanah merah dan wewangian tabur bunga di makam tadi siang.
Selamat jalan saudaraku Amrizal. Senyum dan canda sudah tak mewarnai kami lagi. Yang ada hanyalah kenangan perjuanganmu yang tetap sabar dan ceria walaupun membawa kaki besar sebelah karena kanker. Tak terbayangkan. Dengan motorbebekengkau masih saja ceria mengantar anak dan isteri ke mana-mana dengan kaki seperti itu.
Bahkan setelah diamputasi pun senyum dan candamu masih saja membahana. Sungguh. Kami semua bersaksi bahwa engkau termasuk dari golongan orang-orang yang baik. Semoga Allah membukakan pintu-pintu surga untukmu wahai saudaraku.
Saudaraku yang lain yang masih diberi kenikmatan menikmati hidup ini. Mari kita sadari bersama. Bahwa hidup ini hanyalah sebentar. Dan kelak kita akan membawa segenap karya kita untuk di persentasikan di hadapan Allah. Ya Allah, mudahkanlah kami dalam meraih amalan-amalan penghuni surga.
Aamiin, Ya robbal 'alamin.
Wassalaamu'alaikum wr wb
Ir. Andan Nadriasta - arsitek@eramuslim.com





