eramuslim

Kejanggalan-Kejanggalan Video Tragedi Penembakan Kantor “Charlie Hebdo” di Paris (Bag.3)

Eramuslim.com - Seorang mukmin yang sungguh-sungguh dalam Islam, Kadyrov juga menulis bahwa ia dan sekutu-sekutunya tidak akan membiarkan siapa pun menghina Nabi, bahkan jika hal ini akan mempertaruhkan hidup mereka.

“Jika kita masih diam ini tidak berarti bahwa kita tidak bisa mendapatkan jutaan orang turun ke jalan di seluruh dunia untuk memprotes orang-orang yang berkomplot pada penghinaan terhadap perasaan keagamaan umat Islam. Apakah ini yang Anda inginkan? “terangnya, yang ditujukan oleh para pemimpin politik dunia Barat.

Kepala republik Chechnya itu juga menyarankan media massa telah “membiarkan diri untuk terlibat dalam skandal,” dan harus meminta maaf kepada umat Islam untuk mengakhiri kontroversi.

“Perdamaian dan stabilitas lebih penting bagi semua orang daripada hak segelintir wartawan untuk tidak menghormati Nabi,” tulisnya.

Dengarkan statement pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov:

“You can’t just let potential terrorists out of prison’ in France”

Akar Permasalahan: Sebelumnya, Prancis Konsisten Dukung Palestina di PBB

Prancis menyatakan akan mendukung usaha Palestina untuk meningkatkan statusnya di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada sidang Majelis Umum pekan ini, hanya setahun setelah gagal memperoleh keanggotaan negara penuh.

Menteri Luar Negeri Laurent Fabius menegaskan kembali “sikap konsisten” Paris mengenai masalah itu sejak bulan April 2014 lalu dan mengemukakan kepada Majelis Nasional bahwa Prancis, salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB, akan memutuskan bagi status satu negara peninjau non-anggota” bagi Palestina, lapor AFP melalui republika.co.id.

https://www.eramuslim.com/framework/media/2020/11/321px-Laurent_Fabius_-_Royal_26_Zapatero27s_meeting_in_Toulouse_for_the_2007_French_presidential_election_0538_2007-04-19.jpg

Laurent Fabius, perdana menteri Perancis periode 1984 – 1986.

“Anda tahu bahwa selama bertahun-tahun sikap konsisten Prancis mengakui negara Palestina,” katanya mengulangi kembali bahwa mantan presiden Prancis Francois Mitterrand mempertahankan sikap itu dalam pidatonya tahun 1982 di parlemen Israel.

Laurent Fabius sempat menjabat sebagai Menteri Anggaran (1981–1983), Presiden Majelis Nasional (1997-2000) dan Menteri Keuangan (2000-2002) bahkan sebagai Perdana Menteri Perancis periode 1984-1986 dan kini ia menjabat Menteri Luar Negeri sejak tahun 2012 lalu, hingga sekarang.

Sikap itu tidak berubah bahkan selama masa jabatan mantan presiden Nicolas Sarkozy ketika Palestina diteima menjadi anggota anggota UNESCO tahun lalu, katanya dan menambahkan pengakuan atas Palestina adalah salah satu bagian penting kampanye presiden Prancis sekarang Francois Hollande.

“Karena itu mengapa ketika masalah itu diajukan pada Kamis dan Jumat, Prancis akan menanggapi dengan ‘ya,'” katanya. Rancangan resolusi yang mengusahakan peningkatan status itu juga menyerukan Dewan Keamanan PBB “mempertimbagkan dengan baik” permintaan Palestina bagi keanggotaan penuh yang diajukan setahun lalu.

Seorang muslimah Perancis menggunakan ikat kepala bertuliskan "fraternité" yang berarti "brotherhood" atau "persaudaraan"

Seorang muslimah Perancis menggunakan ikat kepala bertuliskan “fraternité” yang berarti “brotherhood” atau “persaudaraan”

Amerika Serikat, sekutu kuat Israel menghambat tindakan itu di Dewan Keamanan PBB yang beraggotakan 15 negara itu. Inggris belum memutuskan apakah akan mendukung resolusi itu, kata dubes negara itu untuk PBB Mark Lyall Grant.

Ia mengemukakan kepada wartawan bahwa Inggris yakin Palestina harus menunda permohannya, tetapi masalah itu akan dibicarakan dengan Pamerintah Palestina dan akan memutuskan “pada waktunya” tentang keputusan itu.

Kementerian luar negeri Austria Selasa juga mengatakan pihaknya akan mendukung usaha Palestina itu dan menyatakan bahwa lebih dari separuh anggota Uni Eropa yang berjumlah 27 negara akan mendukung usul itu. Resolusi baru itu juga akan menyerukan penyelesaian krisis Timur Tengah itu dengan visi dua negara, satu negara Palestina yang independen, berdaulat, demokratis, berlanjut, hidup berdampingan secara damai dan aman dengan Israel, atas dasar perbatasan sebelum tahun 1967.”

Novembr 2014: Usai Voting, Parlemen Prancis Mengakui Negara Palestina

Cita-cita Palestina menjadi negara merdeka dan diakui negara-negara di dunia perlahan mulai terwujud. Setelah Swedia mengakui Palestina, Prancis dikabarkan akan mengikuti langkah Negara Skandinavia tersebut. Keterangan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius. Hal itu diutarakan Fabius dalam twitter pribadinya.

“Prancis akan mengakui Palestina. Kami tidak berpihak dan tak ikut-ikutan, ini adalah sebuah hak (bagi Palestina),” tulis Fabius seperti dikutip dari Spuntiknews, Sabtu (29/11/2014). Bukan sekadar omong kosong, demi mendukung cita-cita Palestina ini, Majelis Nasional Prancis akan menggelar pertemuan khusus. Pertemuan berlangsung pada 2 Desember 2014 lalu.

Gelombang pengakuan Palestina sebagai negara merdeka mulai mengemuka pada Oktober tahun 2014 lalu. Awalnya, ide tersebut diprakarsai Inggris. Tanpa ragu, Parlemen Negeri Ratu Elizabeth menggelar pemungutan suara khusus demi menentukan sikapnya atas Palestina.

tweet-menteri-luar-negeri-prancis-laurent-fabiusTak lama setelah Inggris, Swedia dengan lantang mengakui Palestina. Setelah Inggris dan Swedia, Negeri Matador, Spanyol di November 2014 segera mengumumkan dukungannya terhadap Negara Palestina yang berdaulat penuh.

Perjuangan Palestina mendapat pengakuan internasional tidak bisa dipungkiri harus melewati jalan yang berliku. Pengakuan ini pun semakin berat setelah Israel menduduki Yerusalem sejak 1967.

Bukan cuma menduduki, Israel juga berlaku bak penjajah di Yerusalem. Mereka melakukan sejumlah agresi militer yang menyebabkan ribuan warga sipil Palestina meregang nyawa.

Setelah melalui mekanisme voting, Parlemen Prancis meminta pemerintah mengakui negara Palestina. Pengakuan ini diharapkan akan mempercepat terwujudnya perjanjian damai antara Israel dan Palestina.

Dalam pemungutan suara, seperti dikutip dari BBC, Rabu (3/12/2014), sebanyak 339 anggota parlemen setuju mengakui negara Palestina. Sementara, 151 Anggota menentang.

Hanya saja hasil pemungutan suara yang digelar di Gedung Parlemen Prancis di Kota Paris pada Selasa 2 Desember 2014 itu bersifat tidak mengikat.

Namun sejumlah pihak mengatakan keputusan Parlemen Prancis tersebut adalah dorongan simbolis yang sangat penting bagi Palestina. Terutama di tengah semakin kuatnya dukungan dari Eropa atas skema penyelesaian dua negara, Israel dan Palestina.

Pemerintah Prancis mendukung berdirinya negara Palestina, namun mereka mengatakan masih terlalu dini untuk mengeluarkan pengakuan resmi. Prancis, salah satu anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memiliki hak veto, menginginkan perundingan damai Israel-Palestina kembali dimulai.

Israel mengatakan akan mendukung negara Palestina yang didirikan setelah tercapai perundingan damai. Pemerintah Tel Aviv mengatakan pengakuan seperti yang dikeluarkan parlemen Prancis, Inggris, Spanyol, dan Swedia hanya akan mendorong otoritas Palestina menghindari perundingan damai.

Sebelumnya melalui Liputan6.com, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengisyaratkan dukungan terhadap Palestina melalui akun Twitter-nya. “Prancis akan mengakui Palestina. Kami tidak berpihak dan tak ikut-ikutan, ini adalah sebuah hak (bagi Palestina),” tulis Fabius seperti dikutip dari Spuntiknews, Sabtu 29 November 2014. (video: Statement by Laurent Fabius on the recognition of Palestine in the National Assembly)

Perancis Sebagai Sekutunya Dukung Palestina, Amerika Berang

Amerika Serikat secara terbuka menyatakan tidak setuju dengan sikap Prancis, salah satu sekutu terdekatnya, yang akan mendukung peningkatan status Palestina di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Victoria Nuland (pict: davidicke.com)

Victoria Nuland (pict: davidicke.com)

“Kami jelas tidak setuju dengan sekutu terlama kami itu tentang masalah ini. Mereka tahu bahwa kita tidak setuju dengan mereka. Tetapi keputusan itu adalah kedaulatan mereka untuk melakukan, bagaimana akan melanjutkan,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Victoria Nuland.

Dia menegaskan bahwa jika pemungutan suara dilakukan seperti yang direncanakan di dalam sidang Majelis Umum PBB pekan ini, Amerika Serikat akan memilih menolak permintaan Palestina, yang Washington anggap sebagai satu “kesalahan.”

“Tidak ada dalam aksi ini di PBB akan membawa Palestina kepada setiap yang lebih dekat dengan … Jika ada pemungutan suara, kita akan memilih ‘tidak’.” Prancis adalah kekuatan utama Eropa pertama, yang menyuarakan persetujuannya dengan langkah Palestina untuk meningkatkan status pengamat permanen saat ini di PBB, sementara itu Inggris telah mengatakan belum memutuskan sikapnya.

Al Qaeda, Organisasi Ciptaan AmerikaUsulan Palestina diatur untuk mencapai status itu karena memiliki dukungan mayoritas dari 193 negara anggota PBB, dengan para diplomat memprediksi bahwa antara 11 dan 15 negara Uni Eropa bisa mendukung usulan Palestina.

Di tengah kesibukan upaya diplomatik AS untuk mencoba mencegah pemungutan suara itu, Nuland juga menegaskan bahwa Menteri Luar Negeri Hillary Clinton telah berhubungan dengan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengenai masalah ini.

“Ini, Anda tahu, adalah panggilan Inggris bagaimana mereka ingin bersikap tentang hal ini ke depan. Mereka tahu persis di mana kita berdiri,” katanya. AS percaya bahwa langkah Palestina “mengobarkan situasi antara para pihak, membuat lebih sulit bagi mereka untuk kembali ke meja perundingan, dan membuat situasi politik makin sulit di antara mereka,” katanya.

Negara-negara di dunia yang telah mengakui Negara Palestina yang merdeka (warna kuning).

Negara-negara di dunia yang telah mengakui bahwa Palestina adalah sebuah negara  yang merdeka (warna kuning).

Operation False Flag

Tampak pada video dimana seorang polisi muslim Perancis yang sedang terbaring di trotoar, ditembaki. Lalu salah satu teroris menghampirinya dan ditembak sekali lagi kepalanya dari jarak dekat. Tak ada darah, tak ada selongsong peluru bahkan tak ada gerakan badan sedikitpun dari korban setelah penembakan. Semua penembak yang disebut teroris itu memakai kain penutup muka seperti para anggota ISIS.

Menurut Kepolisian Perancis, mereka tak teridentifikasi. Namun kenapa pihak kepolisian menuduh bahwa mereka yang bersenjata itu seorang Muslim?

Operation False Flag

Operation False Flag

Kepolisian Perancis menuduh bahwa pria-pria bertopeng itu Muslim karena berteriak “Allahu Akbar” dan berteriak dalam bahasa Perancis, “Kami adalah Al-Qaida dari Yaman dan kami membela Nabi Muhammad!”.

Teriakan kata-kata dalam bahasa Perancis? Seperti yang telah dilontarkan bahwa kepolisian Perancis telah menyatakan, “mereka tak teridentifikasi”. Bukankah itu sesuatu yang spesifik? Dan mengapa pengambil video itu telah tahu bahwa akan terjadi aksi terorisme disana? Dengan kamera yang sepertinya telah disiapkan?

Inilah pengalihan terhadap opini publik, bahwa masyarakat digiring kepada apa yang disebut sebagai “False Flag’, agar masyarakat dunia langsung percaya bahwa para penembak itu adalah Al-Qaeda, organisasi cikal bakal yang dibuat AS untuk memerangi Uni Soviet pada masa tahun 1080-an dimaasa “Perang Dingin”.

Jadi opini ditekankan bahwa kelompok muslim telah memerangi dan membunuh kelompok muslim lainnya. Itu terlihat karena polisi yang ditembak pada video adalah juga seorang muslim. Dan pakaian penembak lebih mirip kelompok ISIS dibanding Al-Qaeda.

Petugas kepolisian tengah menggelar pencarian besar-besaran untuk menangkap pelaku penembakan.  Media sedunia pun heboh, karena terbukti pula bahwa nyaris semua media sejagat memang telah ‘dikendalikan” mereka. Semua itu agar dapat mengelabui masyarakat dunia dalam operasi andalannya yang selalu jitu karena disokong oleh media dunia, yaitu Operation False Flag.

Crisis Actors

old photo Jeff Bauman jr Boston Marathon

Crisis Actors peristiwa Bomb Boston Marathon, yang kakinya buntung karena kecelakaan kereta api, bukan karena akibat bom Boston itu.

Mereka memakai para aktor krisis atau crisis actor, seperti pada tragedi-tragedi sebelumnya.

Akor krisis ini biasa dipakai ketika melakukan latihan perang, yang memiliki skenario pengeboman atau dalam kondisi diserang.

Mereka dipakai agar para prajurit dapat merasakan seperti layaknya berada di medan peperangan yang sesungguhnya.

Biasanya diskenariokan kepada para aktor yang memiliki fisik cacat ini seakan terkena peluru, terkena bom, granat dan sejenisnya, lengkap dengan darah buatan, pompa elektrik agar darah terlihat muncrat berikut serpihan daging dan lengkap dengan  potongan kakinya yang buntung.

crisis actors 002

Aktor Krisis atau Crisis Actor pada tragedi Bomb Boston Marathon 2013

Semua ini dilakukan agar terlihat nyata, lalu prajurit yang mungkin panik dalam keadaan terdesak saat mengikuti latihan perang ini, harus menolongnya.

Aktor krisis lainnya tak harus cacat fisik, namun sebagai aktor sungguhan yang dapat mengungkapkan suatu kejadian dan mendramatisirkannya, agar opini publik percaya padanya.

Mereka biasanya termasuk di dalam intelijen yang juga bagian dari skenario yang telah dilakukannya, namun lebih mirip bagian “humas” yang dapat mempengaruhi publik melalui segala macam media-media antek mereka juga, sebagai corongnya.

Crisis Actor yang sama ketika Penembakan di bandara Los Angeles dan tragedi WTC 9/11 Twin Towers, diwawancarai kesaksiannya oleh stasiun televisi.

Crisis Actor yang sama ketika Penembakan di bandara Los Angeles dan tragedi WTC 9/11 Twin Towers, diwawancarai kesaksiannya oleh stasiun televisi.

Mereka biasanya selalu diwawancarai sebagai saksi mata oleh beberapa stasiun televisi ditempat kejadian perkara.

Crisis actors menjadi puncaknya mencuat dan sangat terlihat sejak peristiwa 9/11, yaitu hancurnya gedung kembar WTC di New York pada 11 September 2001.

Juga termasuk invasi Libya, tragedi penembakan di Bandara Los Angeles, tragedi penembakan Sandy Hook sampai tragedi Bom Boston Marathon bahkan seluruh tragedi-tragedi lainnya di AS dalam satu dekade ini.

Pada masa kini banyak pakar bahkan tak menutup kemungkinan juga terjadi pada tragedi penciptaan pasukan ISIS guna memojokkan kaum muslim dunia sebagai musuh mereka berikutnya, setelah Nazi dan Komunis tumbang.

crisis actors boston bombings LARGE

Crisis Actors, saat peristiwa Bomb Boston Marathon

Manchurian Candidate

Lain lagi dengan yang satu ini, “the Manchurian Candidate” (Kandidat Mancuria), yaitu sejenis agen yang telah dicuci otaknya (brainwashed). Mereka layaknya bagai robot yang dapat diprogram setelah dicokiki habis-habisan melalui doktrin-doktrin sangat halus, hingga melalui hipnosis. (Bersambung ke Bagian 4/sumber: Indocropcircles)