Kejanggalan-Kejanggalan Video Tragedi Penembakan Kantor “Charlie Hebdo” di Paris (Bag.1)
Eramuslim.com - Apa itu Operation False Flag? Apa itu Crisis Actors? Apa itu Manchurian Candidate? Apa yang telah dilakukan parlemen dan perdana menteri Perancis sebelum tragedi Charlie Hebdo terjadi? Seperti biasa, kami kadang selalu menyajikan artikel konspirasi tingkat “over top secret” kelas dunia seperti banyak artikel sebelumnya.
Masih selalu percaya dengan domain dot com yang 90% dikuasai mainstream group elite kartel website sedunia yang selalu di copy-paste dan harga domain dot com-nya hanya bayar Rp.200 ribu perak per tahun?
Tampak pada video dimana seorang polisi muslim Perancis yang sedang terbaring di trotoar, ditembaki. Lalu salah satu teroris menghampirinya dan ditembak sekali lagi kepalanya dari jarak dekat. Padahal nyaris semua orang tahu bahwa terlihat bahwa penembakan itu adalah sebuah kebohongan.
Tak ada darah, tak ada selongsong peluru bahkan tak ada gerakan badan sedikitpun dari korban setelah penembakan. Akibat aksi teror ini 12 orang tewas karena diberondong peluru dari senjata otomatis kedua pelaku.
Sebelumnya pada Novermber 2014, Perancis konsisten dukung kemerdekaan Palestina di PBB juga beserta lebih dari separuh anggota Uni Eropa yang berjumlah 27 negara juga akan mendukung usul agar Palestina merdeka. Amerika Serikat dan Israel pun berang! karena Perancis adalah sekutu dekatnya.
Prancis adalah kekuatan utama Eropa pertama, yang menyuarakan persetujuannya dengan langkah Palestina untuk meningkatkan status pengamat permanen saat ini di PBB, sementara itu Inggris telah mengatakan belum memutuskan sikapnya.
Penembakan brutal terjadi pada Rabu (7/1/2014) waktu setempat di kantor majalah mingguan “Charlie Hebdo” di Paris, Perancis, yang menewaskan 12 orang.
Terdiri atas para wartawan dan karyawan majalah Charlie Hebdo serta dua polisi setempat. Pemimpin redaksi majalah satir (majalah sindiran) tersebut bersama empat kartunis ternama Prancis ditembak mati pelaku di dalam kantor majalah tersebut.
Belum diketahui motif penyerangan ini. Namun, Majalah “Charlie Hebdo” memang sering menuai kritik dan kecaman karena konten satire (sindiran) yang terkadang menyudutkan suatu agama.
Bukan kali ini saja kantor yang terletak di pinggiran Paris itu diserang, pada November 2011 kantor “Charlie Hebdo” sempat dilempari bom molotov sehari setelah mempublikasi karikatur Nabi Muhammad.
“Penembakan disebuah kantor “majalah penyindir” (satire magazine) yang bernama “Charlie Hebdo” adalah sebuah kebohongan besar!,” kata para pengamat dunia konspirasi dan pakar audio viisual. Begitulah apa yang telah dibicarakan banyak orang, bahkan melalui banyak forum di internet sedunia.
Mereka para pemerhati konspirasi, para video editor dan semua warga dunia yang waspada (aware) tak percaya terhadap video yang telah beredar sebagai tipu daya golongan berideologi pemecah belah bangsa di dunia.
Pada video-video yang beredar, jelas semuanya telah dirancang atau di setting up terlebih dahulu sebelum disebarkan. Tempatnya pun seperti telah disiapkan, bahkan bagaikan sebuah film yang telah dirancang.
Ada beberapa video yang telah diunggah dan beredar di Youtube, namun kebanyakan daripadanya telah dihapus sepihak oleh Youtube termasuk milik admin dengan alasan kekerasan atau violence, yang nyatanya adalah TIDAK.
Pada video yang akhirnya telah diedit oleh para youtuber seperti membuat “slow motion” dan cara melihat lebih mudah lainnya, dilakukan agar dapat menguak sebuah kebenarannya yang sejati. Tapi telah tampak bahwa video aslinya ternyata tak asli alias di edit sedemikan rupa, sebelum diunggah atau di-upload. Yup mereka adalah salah satu “krew” atau “aktor” dari dalang peristiewa ini.
Namun mereka tak pernah tahu, bahwa di internet banyak pakar dan ahli dalam bidang apapun yang dapat menonton lalu mengunduhya dan kemudian menelitinya!
Berikut beberapa kejanggalan-kejanggalan pada video tersebut yang ramai diperbincangkan di banyak forum di internet oleh berbagai kalangan:
Klip #1 – Polisi yang duduk diaspal, tiarap, dan asyik texting dengan smartphone miliknya beberapa saat sebelum tragedi penembakan terjadi
Polisi Perancis yang sedang asyik texting dengan kelakuan yang aneh dan tak wajar, seakan-akan sedang bermain dikala situasi akan genting sebelum penembakan kantor majalah Charlie Hebdo. (lihat videonya disini)
Ini adalah penampakan video sebelum tragedi itu bermula. Beberapa polisi berdiri sedang berbincang-bincang membentuk lingkaran, sementara itu tampak ada polisi yang seorang diri dan justru berbaring persis disebelah sebuah mobil yang sedang parkir dipinggir trotoar.
Bukannya siaga terhadap segala sesuatu kemungkinan yang buruk bisa terjadi, namun ia justru sambil berbaring, hingga setengah tiarap, kemudian ia asyik ber-texting-ria dengan smartphone miliknya yang terlihat pada video yang diunggah di Youtube dengan judul “Paris Shooting Hoax – Is This Normal For Cops To Act Like This?” dan membuat orang geleng-geleng kepala terhadap kelakuan polisi ini, begitu santai dan terlihat tak profesional, seakan-akan semuanya seperti sudah direncanakan.
Apakah dengan situasi yang seharusnya polisi harus siaga namun ia asyik texting? Apakah ini logis? (lihat videonya disini)
Klip #2 – Sudut kamera dari atas gedung yang telah diedit
Terlihat tiga ornag polisi sedang berlari dan menembak dilorong jalan.
Pada video yang diambil oleh amatir ini memiliki sudut kamera (camera angle) dari atas gedung. Kamera merekam dan memperlihatkan beberpa orang yang berlari dan menembak dilorong sebuah blok. Tiga di antaranya adalah polisi. [Bersambung ke Bagian 2/sumber: indocropcircles)


