Gaspol Indonesia: 20 Mei Batas Kesabaran Rakyat Terhadap Jokowi-JK
[caption id="attachment_102418" align="alignnone" width="310"]
Presiden RI/Panglima TNI.. kok begini?[/caption]
Eramuslim.com - Direktur Politik Gaspol Indonesia Virgandhi Prayudantoro menyatakan, rencana aksi besar-besaran pada tanggal 20 Oktober 2015 di Gedung DPR dari berbagai kalangan mahasiswa dan aliansi rakyat untuk menuntut Jokowi-JK mundur, karena dianggap gagal total mengelola negara menjadi perhatian publik. Pasalnya, hal tersebut dinilai adalah batas kesabaran rakyat kepada pemerintahan Jokowi-JK.
“Tanggal 20 Oktober adalah 1 tahun kepemimpinan Jokowi-JK, mungkin dengan aksi besar-besaran yang bertujuan mencabut mandat Jokowi-JK adalah hasil evaluasi rakyat atas kepemimpinan Jokowi-JK yang tak sesuai dengan janji dan dianggap banyak melanggar konstitusi,” tutur Virgandhi dalam rilisnya seperti yang dimuat laman Pribuminews.com Rabu, (30/9)
Virgandhi menambahkan, aksi 20 Oktober besok itu disinyalir akan besar dan melibatkan banyak kalangan organisasi, ini adalah buah hilangnya kepercayaan publik terhadap Jokowi-JK. Rakyat sudah muak dengan janji manis, karena faktanya rakyat yang terus menerus menanggung beban derita dan rasa sakit akibat kebijakan Jokowi-JK yang sama sekali tak pro rakyat, dan lebih condong pro Aseng dan Asing.
“Momentum 1 Tahun kepemimpinan ini adalah waktu yang tepat untuk menagih janji-janji mereka. Rupiah melemah, PHK dimana-mana, keperluan sehari-hari melambung tinggi, harga BBM naik dan masih banyak lagi janji-janji mereka yang tidak ditepati. Sudah tepat jika rakyat menuntut mereka mundur dan berencana menduduki gedung MPR/DPR,” tutup Virgandhi.(ts/pribuminews)