Hujan Bubarkan Aksi di KPK

Hanya mampir sebentar di depan Gedung KPK, hujan yang mengguyur tiba-tiba membubarkan aksi di depan KPK yang banyak diikuti olehibu-ibu dan anak-anak.
Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia hari ini (Rabu, 9/12/09) diawali di depan Gedung KPK oleh sejumlah massa yang mengatasnamakan Aliansi Parlemen Jalanan. Sekitar pukul 10.00 massa sudah berkumpul di depan gedung KPK. Karyawan dan jajaran pimpinan KPK saat itu juga sedang menggelar refleksi sebagai wujud memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di halaman samping gedung. Namun, hanya sekitar 45 menit kemudian, hujan mengguyur kawasan Kuningan dan massa unjuk rasa pun berhamburanke bus-bus yang mengangkut mereka.
Dalam orasi singkatnya, Aliansi Parlemen Jalanan yang merupakan gabungan dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI), Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker), Serikat Tani Nasional (STN), Partisipasi Indonesia, dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) tersebut menyerukan agar DPR serius dalam menangani kasus Bank Century melalui hak angket dan menyerukan kepada Boediono dan Sri Mulyani untuk mundur dari jabatannya. Selain itu, dalam rilis yang disebarkan secara tertulis berjudul ‘Amanat Rakyat Pembayar Pajak’, Aliansi itu juga menyerukan agar dibentuk posko antikorupsi di setiap kota/kabupaten. Begitu hujan membubarkan aksi mereka di depan gedung KPK, mereka pun beralih menuju Istana Negara untuk bergabung dengan massa yang lebih besar.
Tepat di silang Monas dan Istana Negara, massa dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) sudah berkumpul dan berorasi sejak pukul 12.00. Berangsur-angsur, datang berduyun-duyun kelompok massa lain dari berbagai LSM, tokoh masyarakat, inisiator hak angket Bank Century, pengamat politik serta para pemuka agama. Dalam aksi yang terbilang aman dan berjalan damai ini dibacakan pula Piagam Indonesia Bersih. Ratusan polisi dan tentara juga terlihat sigap berjaga di sekitar kerumunan massa bersiap-siap jika ada oknum yang mengacaukan jalannya aksi.
Dalam aksi, terlihat pula sejumlah tokoh politik seperti Maruarar Sirait, Adhie Massardi, Eep Saefullah Fatah, Ali Mukhtar Ngabalin, dan Marwan Batubara. Mereka sepakat menjadikan aksi pada hari ini sebagai momentum pemberantasan korupsi di Indonesia.
Sementara itu, aksi di depan gedung KPK terus berlanjut. Sekitar pukul 14.00, massa dari KAPMI (Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia) juga ikut meramaikan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia. Dalam orasinya, KAPMI menolak segala bentuk korupsi di segala bidang dan meminta pertanggungjawaban pemerintah dan mengoptimalkan kinerja KPK dalam memberantas korupsi. (Ind)