Soekarno, Megawati, dan Islam (3)
Soekarno merupakan satu-satunya presiden sebuah negara di dunia yang menyatakan jika dirinya meninggal maka jenazahnya ditutupi dengan bendera Muhammadiyah, bukan bendera negara.
Baca selengkapnya →
Soekarno merupakan satu-satunya presiden sebuah negara di dunia yang menyatakan jika dirinya meninggal maka jenazahnya ditutupi dengan bendera Muhammadiyah, bukan bendera negara.
Baca selengkapnya →
Di dalam artikelnya ini, Soekarno menyatakan, “Bukannya kita mengharap, yang Nasionalis itu supaya berobah paham menjadi Islamis atau Marxis, bukannya maksud kita menyuruh yang Marxis dan Islamis itu berbalik menjadi Nasionalis, akan tetapi impian kita ialah kerukunan, persatuan antara ketiga golongan itu.”
Baca selengkapnya →
Di antara murid-murid politik HOS Tjokroaminoto, terdapat tiga orang yang menonjol. Mereka adalah Soekarno, Muso, dan Kartosuwiryo.
Baca selengkapnya →
Sejumlah tokoh yang mengaku reformis, kini nyata-nyata mendekati Cendana kembali yang memang masih memiliki kekayaan materil yang luar biasa.
Baca selengkapnya →
Belum cukup dengan berondongan tembakan, mushola yang penuh para perempuan berjilbab dan anak-anak kecil itu pun dibakar habis.
Baca selengkapnya →
Stop Press! Inilah sisi pelantikan Barrack Obama yang tidak diekspos seluruh media massa dunia. Obama ternyata mewarisi inaugurasi paganisme Kabbalah yang dilakukan para pendahulunya. Tidak akan ada perubahan.
Baca selengkapnya →
Saat itu tersiar kabar jika penembak misteriusnya Benny Moerdhany akan menghabisi para mubaligh. Ini kian memanaskan situasi.
Baca selengkapnya →
Mereka membakar kitab-kitab agama termasuk kitab suci al-Quran dan surat Yasin yang ada di pesantren. Setelah puas membakar ayat-ayat Allah, aparat bersenjata didikan Suharto ini, kemudian kembali ke barak dengan sejumlah truk, meninggalkan warga yang tersisa yang hanya bisa menangis dan berdoa.
Baca selengkapnya →
Eramuslim yang pernah mengunjungi hutan belantara ini di tahun 2001, dua tahun setelah tragedi, menjumpai kondisi yang sangat mengenaskan.
Baca selengkapnya →
Catatan kejahatan HAM rezim militer Jenderal Suharto sungguh sangat buruk. Selama 32 tahun berkuasa, senyum sang jenderal selalu mengakibatkan kematian jutaan rakyatnya. Salah satunya di Aceh yang dijadikan lapangan tembak selama DOM (1989-1998)
Baca selengkapnya →