Selagi Belum Dewasa!
Yang lebih miris adalah ketika aku harus rela sesekali mendengar dari bibir manisnya keluar umpatan-umpatan kasar yang tidak sama sekali pantas diucapkan.
Baca selengkapnya →Yang lebih miris adalah ketika aku harus rela sesekali mendengar dari bibir manisnya keluar umpatan-umpatan kasar yang tidak sama sekali pantas diucapkan.
Baca selengkapnya →Tapi kemudian saya sadar, dia tak lengkap tanpa sosok bapak. Lalu, kenapa tidak ada hari bapak? He, pertanyaan standar anak kecil yang hingga kini tak mampu saya jawab.
Baca selengkapnya →Si Bapak juga menjelaskan bahwa ia dibayar perkarung yang dia angkat sebesar seratus rupiah. Ya Allah, berapa karung yang harus ia angkat supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya di kampung sana.
Baca selengkapnya →Ungkapan seperti ini sering terdengar. Entah di lingkungan sekitar rumah, di warung-warung, atau di kalangan pekerja kantoran. Apa yang mereka sebut dosa kecil?
Baca selengkapnya →Pernah juga aku tertegun dan tersipu malu. Ketika dua mata ini terbangun dalam keindahan satu pertiga malamnya. Dua mata ini terbuka ketika satu demi satu percikan air wudhu mengalun dari balik dinding kamarku.
Baca selengkapnya →Ketika kita melakukan ruku’ lalu kita bersujud, kita merendahkan diri kita semua hanya kepada Dzat yang Satu, inilah yang kita sebut sebagai kebebasan hati.
Baca selengkapnya →Memang kondisi seperti itu biasa berlaku di Mesir manakala lebaran tiba. Hampir setiap toko tutup dan jalanan sunyi tak jauh beda seperti yang kurasakan dulu di Medan.
Baca selengkapnya →Kuhentikan langkah kaki sejenak saat menuruni tangga eskalator kereta bawah tanah metro Union Station ketika melihat seorang gelandangan tua berdiri seraya menadahkan tangan meminta belas kasihan siapa saja yang lewat.
Baca selengkapnya →Saya begitu ingin tahu melihat antusias orang-orang itu berdatangan. Saya pikir mereka membeli hewan qurban, ternyata tidak. Tidak ada hewan kurban di sana. Mereka sedang tawar-menawar yang lain, Anthurium, tanaman hias.
Baca selengkapnya →Kalimat talbiyah kembali menggema, musim haji kembali tiba. Musim yang sama, setahun yang lalu rasanya adalah hari-hari terindah dalam hidup saya dan suami. Hari-hari yang tiap kali mengenangnya, mata masih berkaca-kaca.
Baca selengkapnya →