Teladan Akhlak Lewat Sebuah Kupluk
Seusai pengajian kami bergegas pulang. Angin masih bertiup kencang menerpa tubuh dan meninggalkan serpihan-serpihan putih salju di sekujurnya.
Baca selengkapnya →Seusai pengajian kami bergegas pulang. Angin masih bertiup kencang menerpa tubuh dan meninggalkan serpihan-serpihan putih salju di sekujurnya.
Baca selengkapnya →Banyak sikap yang sangat aku kagumi dari sepasang suami isteri renta itu. Walaupun pemahaman agama mereka sangat terbatas, namun mereka adalah jamaah tetap mushollah kecil kami.
Baca selengkapnya →Begitu nikmatnya mereka menyantap makanan yang kami sediakan. Apalagi mereka makan dengan tangan, tidak menggunakan sendok. Pasti lebih sedap.
Baca selengkapnya →Kepada senior-senior, saya ungkapan protes saya. Yah... ada juga pengakuan dari mereka bahwa telah terjadi degradasi kebiasaan baik ini di tengah aktifis dakwah kampus.
Baca selengkapnya →Jika dulu mereka sering mengatakan, “Upah kami adalah dari Allah”, namun sekarang ini sebagian mereka mengatakan, “Apakah kami tidak boleh kaya?”
Baca selengkapnya →Ikhlas adalah penyembuh luka hati yang sangat ajaib. Dengan ikhlas dan semangat mengambil hikmah, Insya Allah, sayatan akibat kata-kata tajam pun pasti akan segera dapat tepulihkan.
Baca selengkapnya →Saya tatap langit-langit kamar tidur yang putih bersih dan ternyata saya tidak sedang berada di dalam badan pesawat. Ah... saya bersyukur bahwa kejadian itu hanya mimpi saja.
Baca selengkapnya →Belakangan saya baru tahu, bahwa mereka juga mengalami masa penjajagan, pengenalan, tetapi sesuai dengan syariat agama kita. Tanpa pertemuan intens, tanpa berdua-duaan berteman setan.
Baca selengkapnya →Berapa banyak sedekah yang telah dikeluarkan penghuni rumah itu tanpa terasa setiap harinya? Sedekah air sudah menjadi hal yang biasa bagi penduduk Saudi.
Baca selengkapnya →Usai shalat tahajut. Tak henti aku meratapi kepiluan dengan mencoba tegar. Semu. Sepanjang jam berdetak. Kutatapi ke tiga makhluk bernyawa yang tak berdosa.
Baca selengkapnya →