Dia dan Sepeda Ontelnya
Sosok itu memberiku kekuatan untuk selalu berusaha melakukan segala hal dengan ke ikhlasan dan apa adanya. Menggunakan semua potensi yang ada pada diri ku tanpa harus mengeluh.
Baca selengkapnya →Sosok itu memberiku kekuatan untuk selalu berusaha melakukan segala hal dengan ke ikhlasan dan apa adanya. Menggunakan semua potensi yang ada pada diri ku tanpa harus mengeluh.
Baca selengkapnya →Kulitnya putih bersih, cantik seperti boneka barbie dan senyumnya selalu seadanya. Itulah Amina, seorang gadis Chechnya yang sering mengunjungiku saat aku tinggal di Moskow, Rusia.
Baca selengkapnya →Maka hadirlah sosok penuh cinta yang sangat saya rindukan di hati. Mama. Teringat beliau yang sejak saya kecil hingga menjelang dewasa, selalu setia mengantarkan saya berobat setiap sakit menghinggapi.
Baca selengkapnya →Telah seberapa sering aku mengajak anak jalanan merasakan nikmatnya makanan yang kumakan, kala sehari-harinya mereka merintih pedih menahan lapar dari siang sampai malam?
Baca selengkapnya →Kakek dan nenek saya adalah penganut Katolik yang taat. Tiap Minggu pagi, kakek tak pernah absen mengikuti misa kebaktian di gereja. Meski saya muslim, toleransi di antara kami sangat tinggi.
Baca selengkapnya →Jam sibuk di ujung hari, setiap halte terlihat ramai oleh calon penumpang yang menunggu bus kota berbagai jurusan, andalan utama transportasi masyarakat di kota Trondheim
Baca selengkapnya →Kenapa aku lebih suka menghabiskan uang dengan makanan dari resto cepat saji atau menghabiskan akhir pekan dengan pergi ke tempat rekreasi bersama keluarga. Padahal mereka lebih membutuhkan?
Baca selengkapnya →Bulan, yang selalu berkomentar apa pun yang dilihatnya, apalagi bila bagi dia merupakan kejadian aneh, berbisik di telinga saya. “Iiih, dia itu pacalan, ya?” dengan suaranya yang masih cadel.
Baca selengkapnya →Kita semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas apa-apa yang kita pimpin. Salah satu sumber dari keberhasilan seorang pemimpin adalah jika ia mampu memberikan pelayanan dengan sepenuh hati.
Baca selengkapnya →Ibu saya kemudian menawarkan si tukang sol sepatu untuk sholat di rumah kami, dan Mang tukang sol sepatu ini pun menerima tawaran ibu, dan bersedia melanjutkan pekerjaannya setelah sholat Maghrib.
Baca selengkapnya →